DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 56 - Dicegat



Pertandingan arena battle royal, dilakukan tanpa henti, jika peserta sudah ada yang bertahan dan lulus langsung dilanjutkan kembali.


Sekarang sudah pertandingan yang ketiga, pertandingan kedua yang bertahan tim dari Konoha dan tim Kumo.


Hyuga Yoda, laki-laki berumur 59 tahun dengan rambut putih dan pupil mata byakugan, sedang berbicara dengan sesosok bayangan. "Jangan sampai tugas ini! Siapapun yang menghalangiku, bunuh! Lakukan dengan baik dan bersih," titah Yoda.


"Baik, Yoda sama!" Laki-laki berjubah hitam itu menganggukan kepala, lalu hilang dalam bayangan.


"Kau sudah mengganggu rencanaku Akira. Maka kau harus dilenyapkan, mampus kau bocah," gumam Hyuga Yoda menyeringai licik.


Di aula para kage, ada Kyudaime Hokage Sarada, di sebelah kanannya ada Nanadaime Mizukage Kagura yang telah tiba satu hari sebelumnya dan sudah mendengar kabar bahwa Akira dituduh oleh pemerintah Konohagakure telah mencuri gulungan segel. Tapi Mizukage Kagura bernafas lega setelah kepolisian Konoha melepaskan Akira karena tidak ada bukti yang mengarah kepadanya.


Di sebelah kanan Mizukage Kagura ada Godaime Kazekage Shinki, di sebelah kiri Hokage Sarada, ada Nanadaime Raikage Z, di sebelahnya ada Rokudaime Tsuchikage Arakuchi, ada Orochimaru selaku pemimpin tertinggi Ottogakure yang selalu awet muda dan terakhir pemimpin desa yang tidak pernah diinginkan kehadirannya oleh lima negara besar yaitu Tenshikage Zyushiki.


"Dari jurus yang Akira gunakan, aku yakin itu adalah hiraishin no jutsu tapi levelnya jauh berbeda. Akira bisa memindahkan target seperti jutsu milik ayah, tapi keraguanku adalah bagaimana mungkin ia bisa mempelajari jutsu itu dengan singkat. Mizukage Kagura juga sangat menutupi informasi tentang Akira."


Pertandingan arena battle royal sudah selesai dan tim Otsugakurelah yang bertahan di putaran terakhir. Total 30 tim yang berhasil bertahan sisanya ada yang tewas, cacat, dan pingsan bahkan menyerah karena tidak bisa melanjutkan pertandingan lagi.


Akira masih dalam wilayah hutan negara api, setengah hari lagi akan memasuki wilayah gurun, perbatasan antara negara angjn dan negara api.


Akira memberikan perbekalan pada Reina dan Azura masing-masing 50 pil chakra, serta 5 pil hiringu. "Kalian pergilah dahulu, jika ada yang mendesak hubungi aku melalui telepati, aku akan segera tiba," Kata Akira. "Aku akan membereskan tikus-tikus yang sedari mengikuti kita."


"Hati-hati Akira!" kata Reina dan Azura serentak dengan raut muka khawatir. "Kami akan menunggumu di Sunagakure."


Azura dan Reina pergi meninggalkan Akira seorang diri, berlari cepat ke arah gurun perbatasan negara angin dan negara api.


"Akan aku tunjukan keturunan leluhur Ryutsuki," gumam Akira lalu menautkan tangan mengaktifkan ryuzugan yang sudah bisa digunakan kembali, mata rinne sharingannya juga terbuka dan byakugan di mata kiri serta sharingan di mata kanan dengan 7 tomoenya juga sudah aktif.


Ryutaiga dikeluarkan dari inventori sistem, pandangan matanya melihat ada 50 shinobi dengan topeng hitam motif badak. "Cih, orang yang mengirimnya sangat bodoh. Mereka hanya mengantarkan nyawa, hanya shinobi anbunin 1. Kūchū-ha bakufū!" Akira menarik gagang ryutaiga dan menebas secara horizontal.


Slash!


Swush!


Brag!


Pepohonan dalam jarak radius 500 meter di depan Akira, terpotong semua. 30 shinobi yang dikirim oleh Yoda tubuhnya terbelah dua, dan 10 lainnya kakinya terpotong, 10 shinobi lainnya berhasil menghindar.


"Maju!" wakil kapten yang selamat, memimpin shinobi bayaran yang disewa oleh Hyuga Yoda, melambaikan tangan ke depan.


9 shinobi dan wakil kapten pembunuh bayaran yang melompat dan sedang melayang langsung menembakan bola api serentak. "Katon: Goukakyu no jutsu!"


Swush!


"Cih, hanya jutsu kelas rendahan saja." Akira menghadapkan telapan tangan kanannya, mata rinnegan merah terbuka dan menyerap 10 bola api besar itu. 10 shinobi membulatkan mata, seharusnya Akira sudah tewas terpanggang tapi malah bola api itu hilang dari pandangan. "Rasakan serangan balikku beserta bunganya!"


Swush!


Boom!


Rinnegan merah di tangan kiri Akira di hadapkan ke arah 10 pembunuh bayaran dan melepaskan bola api yang sangat besar dengan ukuran diameter 20 meter. Bola itu melesat dan menghantam 1 pembunuh bayaran, tubuhnya meledak lalu hancur menjadi debu.


Trang!


Trang!


Trang!


Cwuszh!


Tubuh Akira berkedip dan hilang dari pandangan. "Shibuki no jutsu!" Akira tiba-tiba muncul di depan salah satu pembunuh bayaran dan menebas dadanya.


Slash!


Boom!


"Aaakh!" pembunuh bayaran memekik keras sebelum tubuhnya meledak dan hancur menjadi bubur darah. 3 pembunuh bayaran lainnya juga satu persatu memekik keras setelah terkena tebasan pedang ryutaiga yang bisa meledak. Mereka bertiga tewas menjadi bubur darah.


"Berhentilah! Aku akan mengampuni kalian, asal kalian mau mengatakan siapa yang menyuruh kalian untuk membunuhku!" teriak Akira.


"Tidak akan!" wakil kapten organisasi kuroi zugaikotsu (tengkorak hitam). "Serang!"


Trang!


Trang!


Trang!


Mereka berlima mengeroyok Akira dengan menebas pedang ninjato secara bergantian. Akira berpura-pura terdesak sambil menangkis setiap tebasan 5 pembunuh bayaran. "Checkmate!" Akira yang sudah menandai 5 shinobi organisasi KZ, tubuhnya berkedip dan muncul di belakang mereka menggunakan zanzho bunshin. Satu persatu kepala mereka terlepas dari badannya, kecuali wakil kepala organisasi KZ bernama Hambo. Akira tendang dadanya hingga tulang rusuknya retak.


Bam!


Krak!


"Guhak!" Hambo terpental menabrak pohon lalu memuntahkan darah segar, cadarnya dibanjiri darah. "Bu-bunuh saja aku!"


Akira mencekik leher Hambo yang terduduk menyandarkan badannya di batang pohon yang sudah tumbang ranting-rantingnya. "Aku akan mengampunimu. Katakan! Siapa yang menyuruhmu!" teriak Akira. "Aku punya rencana pada tuanmu, cepat katakan!"


"Su-sudah aku katakan ...," balas Hambo terpotong.


"Saibo no kasseijutsu!" Akira menyalurkan chakra untuk meregenerasi sel-sel di dalam tubuh Hambo. Tulang rusuknya yang patah dan luka dalam Hambo sembuh seketika. "Aku sudah menyembuhkanmu, cepat katakan siapa yang menyuruhmu!"


"Hyu-hyuga Yo-yoda. Lalu apa rencanamu Akira sama?" tanya Hambo menundukan wajahnya dan raut mukanya pucat pasi.


Akira menoleh ke belakang, matanya berkeliling mencari satu mayat anak buah Hambo dan mendekatinya. "Saibo henge no jutsu!" Akira menempelkan tangannya lalu mayat salah satu anak buah Hambo, berubah menjadi tubuh Akira sama persis tapi sudah tewas. "Bawa mayat ini, dan katakan padanya kamu telah berhasil membunuhku. Sekarang pergilah! Biar tua bangka Yoda itu, aku yang akan mengurusnya. Setelah itu kamu pergi ke Kirigakure dan temui paman Shinichi di toko senjata Yurui!"


"Baik, Akira sama!" Hambo berdiri dan menggendong mayat tiruan Akira. Lalu menunduk hormat pada Akira dan hilang dari pandangannya.


"Klan Hyuga ya? Sungguh klan yang menyebalkan. Lihat saja! Aku hancurkan sampai menjadi debu!" geram Akira.