DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 37 - Lima Dewa Serigala



"Ya, ya, ya, kamu benar. Dasar murid sialan!" Hiyoshi melirik malas pada Akira, karena seringkali dikerjai olehnya. "Oke aku minta bagian, hmph!"


Gedubag!


Gedubag!


Gedubag!


Langkah kaki hewan-hewan buas semakin mendekati mereka bertiga, Akira yang sudah menyimpan ryutaiga pada inventori sistem malah santai, berpura-pura mengeluarkan uang 1 juta ryo dari gulungan penyimpanannya. Padahal uang itu Akira keluarkan dari saldo sistem dan memberikannya pada Hiyoshi, "Ini uang buat sensei, muridmu ini sangat berbaik hati padamu. Ingat jangan dihambur-hamburkan lagi."


"Apa?!" Hiyoshi dan Reina membulatkan mata. "Darimana kau mendapatkan uang sebanyak itu, Akira?!"


Groaaar!


Groaaar!


Groaaar!


Auman harimau putih, macan tutul, cheetah, dan jaguar semakin mendekati mereka bertiga dengan tatapan mata beringas. Ukuran mereka cukup besar melebihi ukuran harimau biasa yaitu lebar badan 5 meter, tinggi 5 meter dan panjang 8 meter.


[Ding]


[Nama monster: Howaitotaigā


Level : Akuma


Elemen : angin]


[Nama monster: Faiataigā


Level : Akuma


Elemen : api]


[Nama monster: Taiga


Level : Akuma


Elemen : tanah]


[Nama monster: Jaga


Level : Akuma


Elemen : air]


[Nama monster: Chita


Level : Akuma


Elemen : angin]


Akira menatap layar monitor biru di depannya, dan tidak memperdulikan pertanyaan Hiyoshi serta Reina. Lalu berlari cepat ke arah kawanan harimau, semakin lama jumlah mereka semakin banyak membuat Akira tersenyum licik. "Shuriken no jutsu!" Akira mengeluarkan 1000 shuriken satu persatu dari inventori sistem dan dilempar secara akurat ke dahi kawanan harimau.


Shua!


Shua!


Trang!


1000 shuriken sampai habis tak tersisa, namun tak ada satu pun yang mampu menggores kulit kawanan harimau yang sangat keras bagai baja.


Kawanan harimau api menyemburkan api ke arah Akira, "Suiton suijinheki!" Akira merapal segel tangan lalu menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah, membntuk dinding air yang cukup tinggi.


Swush!


Pshsh!


Dari sisi kanan, satu cheetah muncul tiba-tiba dan siap mencakar Akira. Reina merapal segel tangan dengan sangat cepat untuk menyelamatkan Akira, "Shoton: Seichō suru kurisutarusōn!" Reina menghentakan kedua telapak tangannya ke tanah, untuk membuat duri yang bisa tumbuh memanjang dari permukaan tanah ke atas dengan sangat cepat, lalu menusuk perut cheetah sebelum cakarnya menyentuh kepala Akira.


Krak!


Krak!


Jleb!


Kristal itu terus merambat melewati dinding air Akira dan membekukannya, kristal itu terus merambat hingga sampai ke kawanan harimau api yang menembakan bola-bola api ke arah Akira. Begitu sampai di bawah permukaan tanah yang di injak oleh kawanan api yang berjumlah 20 harimau, muncul duri-duri raksasa dan menusuk mereka hingga tembus seluruh badan.


Krak!


Krak!


Jleb!


Reina langsung lemas, kehabisan chakra. "Huff ... huff ... huff ... sensei tolong Akira!" pinta Reina lirih.


Dengan sorot mata yang tajam, Hiyoshi menganggukan kepala pada Reina. "Kuchiyose no jutsu: Itsutsu ōkami-shin!" kata Hiyoshi menggigit jempolnya lalu merapal segel tangan pemanggilan dan menghentakan kedua telapak tangannya ke tanah, muncul formasi array pemanggilan.


Boof!


Boof!


Boof!


"Hai bos! Lama tak jumpa, bagaimana kabarmu bos?" tanya Nagashi yang selalu berisik seperti biasanya.


"Sudah, nanti aku berikan makanan yang enak, cepat bantu bocah jabrig itu, serang!" titah Hiyoshi.


Shua!


Shua!


Shua!


"Akh, sial! Gara-gara Ryuzuganku belum aktif, aku hanya bisa menahan mereka." Dinding kristal yang dibuat oleh Reina mulai rapuh, akibat gempuran cakaran, semburan angin, air, petir dan hentakan tanah 5 jenis harimau. Akira backflip ke belakang tiga kali untuk menjauh, lalu merapal segel tangan, "Hyoton: maku hyosho!"


Krak!


Krak!


Krak!


Akira membuat puluhan ribu cermin di udara, pulau angker itu dipenuhi cermin yang dibuat Akira. Lima dewa serigala membabi buta menyerang kawanan harimau api, harimau putih, cheetah, jaguar, dan harimau. Mereka berlima menebas leher-leher kawanan harimau dengan ganas, darah membanjiri bagian barat pulau.


Auuuuu!


Auuuuu!


Auuuuu!


Lima dewa serigala membantai dengan melolong panjang, tubuh mereka diselimuti aura hitam pekat, hawa membunuh menekan semua kawanan harimau yang berbadan besar hingga tak bisa bergerak. "Cih, dasar anjing buduk, gayanya pakai formasi pemecah bulan. Mentang-mentang sudah malam dan bulan purnama," decih Hiyoshi yang menggendong Reina menjauh dari Akira menuju pantai sebelah barat daya pulau, dengan melompati satu persatu mayat harimau.


"Haaaa?!" Akira menjatuhkan rahangnya melihat lima dewa serigala milik Hiyoshi membantai 95% kawanan harimau dalam sekejap. "Sungguh hebat! Siluman serigala yang dipanggil oleh Hiyoshi sensei. Sepertinya aku juga harus mencari siluman yang kuat seperti sensei sebagai hewan kuchiyose."


Akira masuk ke dalam cermin dan berpindah dari satu cermin ke cermin lain sambil melemparkan kunai yang sudah diikatkan kertas peledak.


Shua!


Shua!


Boom!


Kawanan lima jenis harimau meledak dan tubuh mereka hancur luluh lantak, setelah mendapatkan serangan ledakan beruntun dari Akira. Yoru akuma keluar dari mayat-mayat kawanan lima jenis harimau yang bergelimpangan, setengah pulau antah berantah rata dengan tanah.


[Ding]


[Selamat host berhasil menyelesaikan misi tersembunyi]


[Misi tersembunyi : Bunuh 10.000 hewan buas level akuma.


Hadiah : Dua rinnegan merah yang terpasang di kedua telapak tangan.


Batas waktu : -


Hukuman : -]


[Ryujin akan memulai pemasangan rinnegan merah pada tubuh host, di mulai 3... 2... 1...]


[0%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Selamat proses pemasangan rinnegan pada kedua telapak tangan host telah berhasil. Ryujin memotong 500.000 ryo secara otomatis dari saldo host di menu sistem sebagai upah pasang]


[Fungsi rinnegan merah di tangan kanan yaitu bisa menyerap semua jenis ninjutsu dan menyerap semua jenis yoru]


[Fungsi rinnegan merah di tangan kiri yaitu melepaskan semua jenis ninjutsu yang di serap oleh rinnegan merah di tangan kanan 10 kali lipat. Fungsi lain dari rinnegan merah di tangan kiri bisa mengektraksi semua tanaman obat menjadi pil]


[Yoru yang dihisap dengan rinnegan merah, tidak ditelan melalui mulut host, nilai poin pengalamannya naik dua kali lipat]


"Baiklah, sepadan dengan nilai pemasangannya," gumam Akira menyeringai kesal uang 1 juta ryo miliknya telah dipotong setengahnya oleh Ryujin, telapak tangan kanannya di arahkan ke mayat-mayat kawanan harimau. "Bansho tenin!"


Cwug!


Syuuut!


Slurp!


10.000 yoru akuma berwarna hitam tertelan ke dalam rinnegan merah satu persatu, semakin lama semakin cepat seperti lubang hitam menyerap kuat asteroid di sekitarnya.