DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 39 - Memburu Hantu Pemakan Jiwa



Lima laki-laki berjubah hitam dan memakai topeng iblis yang bersembunyi di balik bayangan, memperhatikan Akira, Hiyoshi, dan juga Reina.


"Sepertinya kita ada korban baru untuk persembahan dewa iblis petir, dilihat dari aura mereka bertiga cukup kuat dan juga berasal dari Kirigakure, kikikiki," kata Suchui pemimpin bandit hantu pemakan jiwa.


Mereka mengincar kepala shinobi dan mengorbankan otak mereka, untuk dipersembahkan pada iblis petir, agar meningkatkan level mereka. Namigakure adalah desa transit saat ini, banyak shinobi yang mencari informasi penting, bahkan ada penukaran mayat shinobi, tempatnya di bagian bawah tanah desa Namigakure. Semakin tinggi level dan jutsu yang dikuasai oleh shinobi tersebut, semakin tinggi pula bayarannya.


"Apakah kita harus menyerangnya sekarang ketua?" tanya Barihara.


"Tidak, kita tunggu mereka tidur dahulu. Sepertinya mereka sangat lelah karena perjalanan jauh," jawab Suchui.


Penginapan nenek Gezo adalah penginapan sederhana, mereka bertiga bertempat di kamar paling ujung dengan kamar yang cukup luas untuk tidur bertiga. Nenek Gezo menghidangkan sup hangat dan beberapa makanan, karena Reina ingin makan. Tentu saja Akira juga ingin makan, akhirnya Hiyoshi sepakat untuk meminta menu makanan berat di malam hari dengan memberi bayaran ekstra pada nenek Gezo.


Nenek Gezo mengelola penginapan ini ditemani cucu perempuannya bernama Yumiko yang masih berumur 19 tahun. Tubuhnya sintal, berkulit putih pucat dan berambut biru panjang lurus, dengan ukuran payudara D cup.


Tok!


Tok!


Tok!


"Permisi Hiyoshi sama, makanan datang!" Yumiko mengetuk pintu kamar Hiyoshi dan memanggilnya.


"Ya, silahkan masuk!" sahut Hiyoshi dari dalam yang sudah memakai baju kimono biru. Hiyoshi terlihat tampan dengan rambut acak sedikit panjang berwarna kuning dengan rambut biru, ikat kepala Kirigakurenya ia lepas.


Akira hanya memakai celana panjang putih dan kaos merah, malam ini sedikit gelisah. Jadi Akira bersiaga jika terjadi penyerangan maka ia siap berada di garis depan untuk menghalaunya. Reina sendiri sudah memaki kimono putih, menambah keimutan wajahnya saja.


Hiyoshi membukakan pintu dan membantu Yumiko membawa makanan di trolley makanan. Hiyoshi sebenarnya jatuh cinta pada Yumiko saat pertama kali ia masuk ke dalam penginapan nenek Gezo. Ketika ada misi keluar dari Kirigakure, Hiyoshi selalu mampir di penginapan nenek Gezo, tujuannya tentu saja mencuri pandang pada Yumiko.


"Silahkan Hiyoshi sama! Lama tak jumpa ya!" Yumiko menghidangkan makanan di meja sambil tersenyum ramah pada Hiyoshi. "Begitu banyak misi kah, Hiyoshi sama?"


"Ya, bisa dikatakan begitu. Tujuan kami Konohagakure untuk mengikuto ujian chunin khusus, mari makan bersama!"


Grep!


Tak sengaja tangan Hiyoshi memegang tangan kanan Yumiko, membuat pipinya memerah. Bagaimana pun juga Yumiko sangat menyukai Hiyoshi sejak pertama kali bertemu, namun keduanya malu untuk mengatakan cinta.


"A-ano, Hiyoshi sa-sama, aku sudah kenyang. Silahkan Hiyoshi sama dan muridnya saja yang makan, aku izin pamit!"


Hiyoshi melepaskan tangan Yumiko, lalu makan bersama Akira dan Reina, sedangkan Yumiko keluar kamar mereka bertiga.


"Kamu tambah cantik saja Yumiko. Padahal aku ingin sekali mengatakan cinta padamu lalu melamarmu, tapi aku takut ditolak, hmph!"


"Jangan melamun saja sensei, aku tahu wanita itu cantik. Kalau sensei tidak makan, aku habiskan semua makanannya," kata Reina yang makan dengan lahapnya.


Akira hanya makan sedikit lalu merenung dan bersandar di dinding kamar. "Kenapa kamu, Akira? Biasanya makan sangat banyak," tanya Hiyoshi yang melihat keanehan pola makan Akira.


"Tidak apa-apa sensei, aku sedang tak nafsu makan saja. Mungkin dengan mencari udara malam, otakku bisa menjadi lebih segar," jawab Akira raut wajahnya datar.


"Jangan lama-lama! Ini sudah larut malam, beristirahatlah! Esok hari kita harus bergegas ke Konohagakure," kata Hiyoshi dengan raut muka datar.


Grag!


Akira tidak memperdulikan nasihat Hiyoshi, langsung menggeser pintu bagian belakang penginapan yang menghadap taman kecil, di bagian belakang penginapan. Tentu saja Akira ingin membuktikan kebenaran rasa penasarannya itu. Setelah mendapatkan rinnegan merah, kepesekaan sensornya muncul, Akira bisa merasakan chakra shinobi lain dalam jangkauan radius 100 meter.


"Rupanya benar sensor chakraku aktif dan bisa merasakannya. Aku tidak boleh gegabah untuk menghabisi mereka, aku harus mengelabui mereka dan tidak merusak penginapanan ini," gumam Akira sambil merapal segel tangan dengan sangat cepat. "Kirigakure no jutsu! Kage bunshin no jutsu! Henge no jutsu!"


Boof!


Boof!


Kabut tebal menutupi pandangan penginapan nenek Gezo, muncul dua bunshin Akira dan berubah menjadi Reina serta Hiyoshi. Akira mengeluarkan ryutaiga dari dalam inventori sistem, lalu melesat tanpa suara untuk membunuh salah satu bandit hantu pemakan jiwa yang dekat dengannya yaitu Rotai.


Cwuszh!


Slash!


Slurp!


Akira tiba-tiba muncul di belakang Rotai yang memakai jubah hitam dan membawa tongkat bilah sabit. Akira menebas kepala Rotai dengan ryutaiga secara horizontal , kepala itu jatuh dan langsung di hisap oleh rinnegan merah di tangan kanan Akira. "Satu jatuh," gumam Akira lalu menghilang dari pandangan seperti hantu.


Cwuszh!


Trang!


Slash!


Bunshin Hiyoshi menyerang Kazui dengan menusukan kunai, tapi berhasil ditangkis dan memukul bunshin Hiyoshi hingga terpental lalu menghilang. Kazui tidak menyadari jika di belakangnya, sudah ada Akira yang siap menebas kepalanya. Cairan merah menyembur dari leher Kazui, kepalanya tergeletak di tanah dan langsung diserap oleh Akira menggunakan rinnegan merah di tangan kirinya.


Slurp!


"Dua jatuh," gumam Akira yang menghilang lagi dari pandangan. Bunshin Reina sedang bertarung dengan Haribara, bunshin Reina terpojok karena tendangan keras Barihara dan membuatnya hilang dari pandangan. Di saat itulah Akira menusuk pinggang Haribara dari belakang, hingga menembus perutnya.


Jleb!


"Guhak! Sial, dasar licik!" Haribara memuntahkan darah, lalu Akira menebas horizontal kepala Barihara hingga terputus dan menyerapnya ke dalam rinnegan merah di tangan kanannya.


Slash!


Slurp!


"Shinobi itu bukan hanya kekuatan yang diandalkan tapi otak, bodoh!" Akira menendang kuat tubuh Barihara ke arah Juwa dan membuatnya ketakutan, lalu menghilang dari pandangan.


"Aaaaakh!" Juwa menjerit ketakutan setelah tubuh Barihara tanpa kepala menimpanya dengan cairan masih menyembur deras. "Kapten, tolong!"


Akira yang sudah mengetahui lokasi Juwa langsung muncul dibelakangnya, dan menebas kedua lengannya, lalu menebas kepalanya. "Mampus kau!" Akira langsung menyerap kepala Juwa.


Trang!


Trang!


Trang!


Tiba-tiba Suchui muncul dan menyerang dengan ninjato yang sudah di aliri petir. Suchui dan Akira saling beradu tebasan di dalam kabut yang menghalangi pandangan.


Akira mundur dan sengaja berlari agak menjauh ke dermaga untuk memancing Suchui. Dia pun terpancing mengejar Akira akhirnya sampai ke dermaga, "Jangan lari pengecut! Raiton : sanda appu!" Suchui sambil berlari mengejar Akira, merapal segel tangan dan membentuk bola petir yang sangat besar di telapak tangannya. Lalu ditembakan ke arah Akira.


Swush!