DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 21 - Keberhasilan Akira



Chojuro yang melihat Akira sudah agak menjauh dari perbatasan Kirigakure, mengejarnya, "Akira tunggu!" panggil Chojuro.


Akira berhenti lalu membalikan badannya, "Ya paman mizukage, ada apa?" tanya Akira polos.


"Darimana kamu mendapatkan pedang ini? Setahuku 7 pedang Kirigakure telah dicuri." Chojuro bertanya sambil mengangkat pedangnya dengan tatapan menelisik.


"Aku mohon paman Mizukage percaya padaku, aku merebutnya dari markas ANBU black ops, sekarang kasusnya sedang diusut. Yazihiko sensei menyerahkan diri, mengaku bagian dari ANBU black ops Karaguchi sama. Dan maaf paman Mizukage, mereka juga yang menyerangku di hutan dan paman Shinichi di toko senjatanya hingg tangannya putus."


Akira memberikan gulungan transportasi yang sangat besar, dikeluarkan dari inventori sistem, berisi 6 pedang Kirigakure lainnya.


"Apa ini Akira?" tanya Chojuro.


"Itu 6 pedang lainnya yang berhasil aku rebut," jawab Akira polos.


"Terima kasih Akira, aku akan menegosiasikan kamu mengikuti ujian chunin khusus tanpa harus menyelesaikan semua misi di dalam gulungan itu. Dua misi tingkat S, sudah kamu selesaikan, kamu benar-benar nekat Akira. Lain kali jangan dilakukan lagi!" Chojuro menerima gulungan besar lalu mengelus lembut Akira yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.


"Ya, paman mizukage. Aku berangkat, jika dalam satu minggu aku tidak kembali. Umumkanlah kalau aku wafat, tapi aku pasti akan mencari informasi yang akurat tentang desa Otsugakure," kata Akira menunduk hormat pada Chojuro, lalu berlari secepat mungkin meninggalkannya. "Selamat tinggal paman!"


Swush!


Akira melesat sangat cepat dengan jutsu kage no suteppu, ia sudah melihat dengan pandangan byakugan yang memiliki 7 tomoe putih kebiruan. Kemampuan edaran pandangannya sudah sangat luas, 100 km ditambah mampu menembus genjutsu dan juga daerah yang dipasang segel fuinjutsu untuk mengelabui.


Fuinjutsu pendeteksi yang dipasang shinobi Otsugakure di wilayah perbatasannya berhasil dilewati dengan mudah menggunakan jutsu kage no suteppu.


"Cih, hanya fuinjutsu. Seminimal mungkin aku harus bertemu dengan Tenshikage."


Akira terus melompati satu dahan ke dahan yang lain, kecepatannya sangat cepat, hanya dalam sekejap Akira sampai di pintu gerbang masuk desa Otsugakure.


Pintu gerbang besar berwarna putih kekuningan, dengan dua shinobi memakai baju klan Otsutsuki berwarna putih dengan 7 magatama berwarna merah baris secara vertikal di kedua bagian samping bajunya. Keduanya berjaga di pintu gerbang masuk desa Otsugakure, mata mereka berkeliling dengan Byakugan yang aktif


"Untung saja mata Ryugan sudah berevolusi menjadi Ryuzugan, kalau tidak byakugan milik mereka berdua pasti sudah melihatku. Sehebat apapun mata sharingan dan byakugan dalam melihat aliran chakra target, takan bisa melawan ryuzugan miliku," gumam Akira sambil berlutuk satu kaki di dahan pohon dekat pintu gerbang masuk desa Otsugakure. "Shunshin no jutsu!"


Cwuszh!


Tubuh Akira berkedip, lalu muncul tiba-tiba di depan Tenshikage, "Maaf Tenshikage sama! Aku mengganggu waktumu," kata Akira menunduk hormat pada Shodaime Tenshikage Zyushiki.


"Siapa kamu?!" Tenshikage Zyushiki membulatkan mata dan siap menyerang Akira karena terkejut, kedua telapak tangan dengan rinnegan berwarna merah. "Aku habisi kau!"


Tap!


Shua!


Jleb!


Jleb!


Akira melepaskan hunusan kunainya dari leher Zyushiki, matanya membulat dan wajahnya yang putih pucat pasi dengan bibir abu-abu menekuk, dengan badan gemetaran. "Ryu-ryutsuki?! kata Zyushiki dengan nada terbata-bata.


Nama Ryutsuki adalah nama satu-satunya leluhur klan Otsutsuki, semua anggota klan lahir dari benih yang disebut benih keabadian. Mereka sangat takut dengan nama itu, mendengar namanya saja seperti ruh tercabut oleh dewa kematian. "A-apa yang kamu i-inginkan?"


"Hanya satu hal, jangan ganggu Kirigakure. Imbalannya aku akan memberikan pasokan makanan untuk desa Otsugakure, bagaimana?" bujuk Akira dengan tersenyum ramah. "Aku tahu kalian kekuarangan pasokan makanan, karena kalian belum bisa bertahan dibumi ini, bukan?"


"Ba-baiklah." Tenshikage Zyushki menulis surat perjanjian di gulungan dan di cap segel desa Otsugakure. "Ini suratnya, aku sudah menandatangani dan memberikan segel Otsugakure. Aku harap kamu tidak mengingkarinya, jika ingkar aku akan mengerahkan semua shinobi Otsugakure untuk menyerang Kirigkure!"


Zyushiki mencoba mengancam Akira, namun Akira hanya tersenyum ramah pada Zyushiki.


"Benar-benar jutsu itu menguras semua chakra didalam wadah chakraku. Meski chakraku tak terbatas tapi dibatasi oleh wadah chakra, atau lebih tepatnya sumber chakraku berada di wadah yang lain."


"Silahkan saja, jika ingin berperang. Satu serangan saja, aku bisa memusnahkan kalian dan menjebak kalian semua dalam mugen tsukuyomi, hahaha. Dan aku jamin klan Otsutsuki akan hanya tinggal sejarah," balas Akira tersenyum ramah.


"Gluk!" Zyushiki menelan salivanya. "Aku pikir leluhur Kazuya tidak memiliki keturunan, ternyata dia memiliki keturunan. Ciri keturunan Ryutsuki adalah mata rinne sharingan merah dan 7 tomoe masing-masing dikedua matanya."


Setelah jatuhnya meteor hitam yang membawa Enenra, klan Otsutsuki kehilangan 75% kekuatannya. Tapi 25% kekuatan saja sudah setara dengan shinobi level Kagenin 9 atau Jinchuriki 1.


"Baik, terima kasih Tenshikage sama atas waktu dan kerja samanya. Ingat umumkan pada semua shinobi dan warga Otsugakure untuk tidak mengganggu Kirigakure!" Akira menelan 9 pil chakra sekaligus. "Shunsin no jutsu!"


Cwuszh!


Tubuh Akira berkedip dan hilang dari pandangan Tenshikage Zyushiki, "Fyuh! Hampir saja berurusan dengan keturunan leluhur. Sorot mata itu, sorot mata yang selalu menekan siapapun yang memandangnya, bahkan klan Otsutsuki sebagai garis keturunan pertama saja masih belum mampu mengalahkannya." Tenshikage Zyushiki menyeka keringat dingin di dahinya.


Sementara itu Akira terus bergerak sangat cepat, untuk mencapai perbatasan Otsugakure dan Kirigakure. Zyushiki segera bertindak dan mengumumkan pada penduduk Otsugakure dan Shinobi Otsugakure untuk tidak menyentuh wilayah Kirigakure selama satu minggu.


Chojuro dan Hiyoshi mondar-mandir menunggu Akira, sudah 18 jam semenjak ia pergi dan belum kembali.


"Dor!" Akira menepuk punggung Hiyoshi dan Chojuro untuk mengagetkannya, lalu tertawa melihat raut muka konyol mereka karena terkejut. "Hahaha ... hahaha ... hahaha ...."


"Anak nakal!" Chojuro memukul kepala Akira dan memeluk leher Akira. "Dasar mengagetkanku saja, jutsu apa yang kau pakai? Bahkan shinobi sensor Kirigakure pun tidak dapat mendeteksi kedatanganmu. Bagaimana hasil negosiasinya? Apakah kamu tidak apa-apa Akira?"


"Ya, Akira. Kami sangat mengkhawatirkanmu, lalu bagaimana hasilnya?" timpal Hiyoshi.


Akira mengeluarkan gulungan perjanjian damai antara Otsugakure dan Kirigakure, lalu melempar-lempar gulungan itu perlahan. "Tentu saja sensei, paman Mizukage berhasil. Ini buktinya!" lalu memberikannya pada Chojuro.