
"Ya, hehehe," Akira terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya, namanya juga diserang, masa kami diam."
"Kami meminta maaf jika membuat sulit Akihiko sama dan Masayuki hime di Namigakure. Masalah ini klan Renbu akan atasi secepat mungkin," balas Keiko menunduk hormat.
"Tidak masalah, mereka bukan apa-apa bagi kami. Apakah kamu menginginkan kekuatan?" tanya Reina tersenyum licik. "Sepertinya kehidupanmu tidak terlalu mengenakan."
"I-iya, aku memang membutuhkan kekuatan. Ta-tapi ...," jawab Keiko dengan nada canggung.
"Apakah kamu menjadi teman kami (budak kami)?" tanya Akira tersenyum licik. "Aku bisa memberikanmu kekuatan."
"Benarkah?!" Keiko membulatkan mata, karena merasa masih ragu dengan Akira dan Reina.
"Tentu saja. Asal kamu mau bersumpah setia pada kami. Aku tahu kamu di level jounin 1 bukan? Apakah kamu tidak ingin lebih unggul dibanding anggota klan Renbu yang lain? Bahkan bisa menjadi andalan pemerintah Namigakure?" bujuk Akira tersenyum licik.
Strategi Akira cukup mudah karena telah belajar dari banyak kegagalan. Jika tidak dapat memotong ranting maka tebanglah bagian bawahnya. Jika bernegosiasi dengan petinggi klan menemui jalan buntu maka buatlah anggota klan yang tersingkir menjadi sekutu untuk menjatuhkan petinggi klan.
"Jika masih ragu, aku berikan waktu 3 hari dan lihatlah aku melatih para genin klan Renbu akan mahir dalam 3 hari, tidak 1 hari pasti mahir bermain pedang," bujuk Akira menyeringai licik.
•••
15 menit kemudian.
Akira dan Reina sudah berada di halaman depan aula kediaman klan Renbu. 30 shinobi level genin antara 1-5 sudah berkumpul dan berbaris rapi, umur mereka rata-rata 5-12 tahun.
"Selamat pagi anak-anak!" sapa Keiko yang menjadi guru pebimbing para genin klan Renbu.
Klan Renbu memiliki sistem untuk genin sangat ketat, selain di akademi Namigakure mereka juga memberikan pelajaran non praktek dan praktek di klan. Maka tak heran genin-genin klan Renbu sangat mahir-mahir dan jenius di usia muda di Namigakure.
"Pagi, Senpai!" sahut serentak 30 shinobi genin klan Renbu.
"Hari ini kita kedatangan tamu spesial yang akan memberikan pelajaran kenjutsu rank S. Beliau adalah seorang bangsawan bernama Akihiko Samsara sama," kata Keiko tersenyum ramah.
"Hai! Aku Akihiko Samsara," Akira tersenyum ramah dari balik topengnya. "Aku yang akan memberikan pelajaran kenjutsu selama 3 hari, mohon bantuannya."
"Mohon bimbingannya Akihiko sama," 30 genin klan Renbu serentak menunduk hormat.
Di depan Aula Yakumo dan Animisa sedang memperhatikan 30 genin klan Renbu dan Akira yang akan memulai latihan.
"Apakah kalian ingin kuat?" tanya Akira dengan penuh ketegasan.
"Ya!" tegas 30 genin klan Renbu.
Akira merapal segel tangan, "Fuinjutsu: Surēbushīru no juin," gumam Akira. "Silahkan mendekat satu persatu! Aku akan memberikan kalian kekuatan."
Bagai kerbau yang dicocok hidungnya, para genin itu menuruti perkataan Akira dan berjalan satu persatu menuju Akira. Tangan kanan Akira ditempelkan ke ubun-ubun para genin satu persatu, muncul segel kutukan kepala naga berwarna hitam di kelilingi empat bilah shuriken pada dada genin klan Renbu, setelah di elus ubun-ubunnya oleh Akira.
Akira juga membagikan katana pada para genin klan Renbu satu persatu, setelah mendapatkan segel kutukan. Katana yang sudah dibeli dari Akira semalam ditaruh pada sebuah ranjang kayu cukup besar dan berada di samping kanan Akira.
Tanda segel kutukan itu hilang dan para genin klan Renbu tidak merasakan sakit sama sekali tapi semuanya naik 10 level dari genin 1 sampai genin 5 menjadi chunin 1 sampai chunin 5.
Mereka kembali berbaris rapi dan merasakan wadah chakra mereka membesar juga kekuatan mereka meningkat pesat.
"Sebenarnya siapa Akihiko sama itu?! Kenapa setelah dipegang ubun-ubunnya anak-anak itu naik 10 level?!" pikir Yakumo.
"Hahaha, aku telah menanamkan pada anak-anak ini segel budak dan rank shinobi kalian masih rank E. Maka kesetiaan kalian padaku adalah 100%, setelah patung gedo mazo ditemukan, klan Renbu hanya tinggal sejarah dibantai oleh anggota klannya sendiri, hahaha."
Reina hanya duduk di kursi yang berada di samping kiri Akira sambil memperhatikan Akira.
"Aku akan mempraktikan kenjutsu rank S, nama teknik berpedangnya hitten mitsurugi ryu. Ada 4 gerakan dalam teknik ini yaitu Ryutsuisen, Soryusen, Kuzuryusen, dan Amakakeru Ryu no Hirameki. Aku akan mempraktekannya, kalian perhatikan!" jelas Akira dengan sorot mata yang tajam lalu mengambil salah satu katana yang berada di ranjang kayu.
"Ryutsuisen!"
Akira menarik gagang katana lalu melompat ke arah batu besar yang berada di halaman aula dan menebasnya secara vertikal dari atas ke bawah. Jarak dari Akira ke batu cukup jauh 20 meter, Akira melompat sangat jauh, dan tinggi serta mampu menjaga keseimbangan tubuhnya ketika mendarat di permukaan tanah.
Slash!
Batu besar setinggi 5 meter dan lebar 3 serta tebal 2 meter terbelah dua, semua genin, Keiko, Yakumo dan Animisa menjatuhkan rahangnya. Pasalnya Akira berhasil membelah batu besar itu dalam sekali tebas dan secepat kilat menyarungkan bilah katananya kembali.
"Amakakeru Ryu no Hirameki!"
Akira mencabut pedang dari sarungnya lalu menebas secara beruntun secepat kilat pada batu yang terbelah dua dan menjadikannya debu karena saking cepatnya ayunan pedang Akira.
Slash!
Semua genin, Keiko, Yakumo dan Animisa kembali menjatuhkan rahangnya. Gerakan ayunan pedang Akira sangat cepat dan tidak bisa dilihat oleh mata biasa, itu yang membuat mereka terkejut.
Akira membalikan badan, matanya berkeliling mencari batu besar yang lain dan menemukannya, jarak dari Akira 100.
"Soryusen!"
Akira membentuk kuda-kuda kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang dan menarik bilah katana ke bahu kanan, tangan kiri diluruskan ke depan sejajar dengan bilah katana.
Akira mengalirkan chakra yang cukup banyak pada bilah katana dan diselimuti aura berwarna emas. "Haaaa!" Akira menusuk ke depan, muncul siluet naga sepanjang 10 meter berwarna emas dan menabrak batu besar setinggi 5, lebar 3 meter dan ketebalan 3 meter.
Shua!
Siluet naga emas melesat cepat dan menghantam batu besar hingga hancur luluh lantak.
Boom!
Akira menyarungkan pedangnya kembali dan mencari lagi batu besar yang lebih jauh jaraknya dari tempatnya berdiri.
Akira menemukan batu besar jaraknya 100 meter di jam 1, chakra dialirkan pada katana dan muncul aura berwarna merah di sarung katana.
"Kuzuryusen!"
Akira mencabut gagang katana secepat kilat lalu menebas secara vertikal, horizontal, dan diagonal. Ratusan siluet sabit berwarna merah melesat cepat ke arah batu besar.
Slash!
Batu besar itu hancur menjadi debu, "Bagaimana kenjutsu milikku?" Akira membalikan badan menghadap 30 shinobi genin klan Renbu yang sedang menjatuhkan rahangnya.