DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 168 Bentrokan Besar



Keiko merapal segel tangan untuk membuka pintu gerbang batu yang sangat besar, untuk membukanya. Pintu gerbang setinggi 20 meter dan selebar 30 meter terbuka perlahan. Nampak dari jarak 50 meter patung gedo mazo palsu dengan 3 mata membelalak, sesuai keadaan patung gedo mazo yang asli yang sudah berisi 3 bijuu, yaitu Shukaku, Son Goku dan Kokuo.


"Kerja bagus, Keiko." Umaki mengelus lembut rambut Keiko yang sangat wangi, membuat Umaki ingin segera menyicipi tubuh Keiko yang mempunyai lekuk sempurna bak gitar spanyol.


Keiko mengeluarkan pedang Yamato, berpura-pura bersiaga dan berjalan perlahan ke depan.


Denji yang sudah dalam mode stealth dan mengalirkan chakranya membentuk pedang saber chakra berwarna hitam legam serta tak dapat terlihat. Langsung melesat cepat dari bagian atas patung, menuju Anbori.


'Slash!'


Anbori kepalanya terlepas oleh tebasan pedang saber chakra berwarna hitam legam milik Denji. Shinichi bergerak cepat lalu mencengkram kepala Anbori dan meremasnya menjadi kabut darah.


Keiko memberitahu jika kelemahan shinobi yang disuntikan sel Kitana adalah jika kepalanya belum hancur maka shinobi tersebut akan terus hidup walau terlepas dari badannnya. Bahkan dalam 1 detik jika kepalanya terlepas dari badan, maka badan baru akan muncul. Tentu saja untuk membuat almarhum mereka harus dihancurkan kepalanya.


"Bangsat, Anbori!" Wazuki berteriak histeris dan siap mengaktifkan chakra senjutsu.


Tapi Mishima dalam mode stealth terbang dengan naga tanah liat C2 berukuran lebih kecil dan menjatuhkan bom partikel pada Wazuki dan Umaki.


'Swiiing! Boof!'


Mereka berdua tak menyadarinya jika Mishima terbang di atas mereka dengan secepat kilat, tak terlihat dan tanpa suara. Dalam sepersekian detik, tubuh mereka hancur menjadi partikel-partikel kecil dan lenyap dari pandangan mata.


Sanjozu melompat ke belakang lalu backflip beberapa kali sejauh lusinan meter. Matanya berkeliling, penuh dengan kewaspadaan. "Bedebah!" Sanjozu menyeringai kesal dan merapal segel pelepasan pada tangannya.


'Boof!' Muncul katana Murasame, katana Masamune dan katana Kogarasumaru yang terkenal menumpahkan banyak darah di perang dunia shinobi kelima.


Murasame dengan sarung merah dan gagang pedang merah, Masamune dengan sarung emas dan gagang pedang emas, Kogarasumaru dengan sarung ungu dan gagang pedang ungu.


"Pedang itu?!" Hizuga dalam mode stealh membulatkan mata, karena sangat mengenal ketiga katana tersebut. "Jadi dia shinobi yang membantai pasukan Obaru (Manusia yang terbuat dari sel Otsutsuki) di perang dunia shinobi kelima adalah dia?!"


"Aku juga seorang shinobi sekaligus samurai. Amanoken: Sanzatsu Ryu!"


Sanjozu melempar ketiga sarung katana dan pedang menggigit Kogarasumaru, Murasame di tangan kanan serta Masamune di tangan kiri.


'Shua!' Sanjozu melesat sangat cepat, dan tubuhnya berkedip serta muncul di atas kepala patung gedo mazo palsu. Kedua katana Masamune dan Murasame ditancapkan ke permukaan kepala patung gedo mazo.


'Boof!' Sanjozu merapal segel tangan dan patung gedo mazo palsu menjadi kepulan asap, serta hilang dari pandangan.


"Santesu: Kurogane no Tsubasa!"


Byakuya dalam mode stealth membentuk sayap iblis dari pasir besi dan menembakan bulu-bulu pasir besi yang sangat tajam.


'Trang!' Sanjozu dengan insting yang kuat, menangkis bulu-bulu pasir tajam yang tidak bisa dirasakan, tidak bisa didengar dan tidak dapat dilihat kecuali dengan mata Ryuzugan milik Akira.


'Jleb!' Bulu-bulu pasir tajam dibelokan ke berbagai arah dan tak sengaja dibelokan ke arah Byakuya sendiri dan menusuknya karena tidak mengaktifkan suna no tate.


Reina yang melihat Byakuya terkena serangannya sendiri mengamuk dan merapal segel tangan. 6 pilar kristal berbentuk pedang menembakan sinar laser ke arah Sanjozu.


'Swush!' "Amanoken: Senpu Taiga!" Sanjozi memutar Masamune dan Murasame secara cepat untuk membelokan sinar laser yang ditembakan oleh Reina.


Seakan ia tahu keberadaan Kishima, Hizuga, dan Shin. Sinar-sinar laser itu mengenai kedua bahu mereka termasuk Keiko.


"Aaaakh!" Kishima, Hizuga, Shin, dan Keiko memekik keras. Hanya Keiko yang terkulai lemas lalu pingsan. Azura secepat kilat dalam mode stealth membawa Keiko dan merapal segel tangan dengan tangan kirinya untuk membawa Keiko, Kishima, Shin, Byakuya dan Hizuga ke markas utama Senso No Haijo di Hoshigakure.


'Boof!' Mereka berenam mengepul menjadi asap dan berpindah tempat. Di markas cabang Iwagakure hanya tersisa Denji, Shinichi, dan Mishima.


"Senbori no juin: Chakra Bazooka!"


Shinichi mengaktifkan segel Ryuko No Juin, segel karma di tengah dadanya menyebar, membentuk urat otot merah di seluruh lekuk tubuhnya.


Kedua tangan besar berwarna merah dengan berbentuk seperti sayap mengepak cepat. Kedua tangannya ia arahkan ke arah Sanjozu dalam mode stealth.


Lalu ditembakan, keluar Sinar laser yang sangat besar dan menghantam Sanjozu.


'Prang!' Percuma saja Sanjozu menangkis dengan Murasame, Masamune yang disilangkan, malah menghancurkan ketiga katananya menjadi berkeping-keping termasuk Kogarasumaru yang ia gigit di mulutnya.


'Cwuszh!' Dalam sepersekian detik, tubuh Sanjozu berkedip menggunakan shunsin no jutsu ke arah pintu keluar, bersiap kabur.


"C3: Tajuu Ryu Nendo no jutsu!"


Mishima tak membiarkannya kabur, dalam satu nafas sudah menyiapkan ribuan naga tanah liat kecil sepanjang 1 meter.


'Swiiing!' Naga-naga tanah liat dalam mode stealth terbang melesat cepat ke arah Sanjozu dan siap menubruk serta memborbardirnya.


"Sial, pedang kesayanganku hancur!" Sanjozu menyeringai geram dan merapal segel tangan dan menghentakannya ke permukaan lantai markas cabang Senso No Haijo Iwagakure. "Kuchiyose no jutsu: Juju Rashomon!"


'Boom! Boom! Boom!' Suara ledakan beruntun terus menggema di dalam ruangan penyimpanan patung gedo mazo palsu hingga membuat bergetar ruangan. Siluet bola cahaya dan kepulan asap menghalangi pandangan setelah ribuan naga tanah liat menabrak 10 pintu gerbang rashomon.


"Ternyata jutsu itu, bukan hanya salah satu sound four, Orochimaru sensei dan aku yang bisa menggunakannya?! Tapi juga Sanjozu Yon Zenpan-teki juga bisa, bahkan lebih banyak. Sungguh shinobi dengan kemampuan dan chakra yang luar biasa," batin Denji melebarkan matanya, terhenyak kaget melihat Sanjozu.


"Lebih baik aku cepat kabur. Sebelum mereka mengereyokku, lagipula misi pengambilan kembali patung gedo mazo sudah aku bereskan. Walaupun mengorbankan Wazuki, Umaki, dan Anbori. Dengan sel Kitana, pemimpin bisa membuat shinobi-shinobi seperti mereka lagi," gumam Sanjozu dari balik salah satu pintu gerbang Rashomon. "Odama Sansatsu!"


'Cwiiing!' Dari telapak tangan kanan Sanjozu membentuk bola chakra, hasil dari lima elemen chakra yang dikompresi. Bola chakra berwarna emas itu membesar, berdiameter 10 meter.


Sanjozu melompat tinggi dan melemparkan bola Odama Sansatsu tepat di tengah ruangan.


"Semuanya lari!" teriak Mishima melalui komunikasi telepati. Mishima, Denji yang sudah memuntahkan banyak darah, secepat kilat langsung dipeluk oleh Shinichi dan berteleportasi ke markas utama Senso No Haijo di Hoshigakure menggunakan jutsu kuchiyose pembalik.


'Booom!' Siluet jamur setinggi 30 meter membumbung tinggi hingga menembus bagian atap markas.