
"Sayangnya hanya 10 butir dan itu adalah salah satunya," jawab Akira dengan raut muka datar. "Pil itu sangat sulit membuatnya, aku sengaja memberikannya pada Animisa hime sebagai hadiah."
Tok!
Yakumo Hoshigaki mengetuk pintu ruangan ketua klan Renbu, "Permisi, Animisa dono! Aku ingin berbicara denganmu sebentar!" panggil Yakumo dari luar ruangan.
"Iya, silahkan masuk!" sahut Animisa.
Krieeet!
Yakumo membuka pintu dan menaikan alisnya setelah melihat Akira sert Reina, berada di ruangan Animisa sedang menghamparkan gulungan berisi senjata yang cukup kuat.
"Ano ... maaf apakah senjata-senjata itu, apakah dijual? Aku mewakili klan Hoshigaki sangat tertarik?" tanya Yakumo dengan raut wajah penuh minat, matanya berkilau terang.
Akira berakting berlebihan, langsung mendekati Yakumo, "Woaaah! Jadi anda dari klan Hoshigaki tuan ...,"
"Namaku Yakumo, Hoshigaki Yakumo."
"Senang berkenalan dengan Yakumo sama, aku Akihiko Samsara kolektor senjata unik. Mari Akumo sama, aku sedang menawarkan ini pada Animisa hime," ajak Akira tersenyum puas.
"Tikus masuk jebakan, hahaha."
Reina mempertunjukan Raito Hoshi miliknya, "Animisa hime, ini adalah senjataku. Senjata yang dibuat khusus oleh pandai besi terkenal nomor satu di dunia dan senjata ini hanya satu-satunya di dunia." Reina merentangkan tangan kanannya ke depan, membuat Animisa kebingungan karena Reina seperti tidak memegang apa-apa.
Reina mengalirkan chakra ke tangan kirinya, muncul busur panah berwarna putih di telapak tangan kirinya. Tidak ada tali busur sama sekali, Reina mengalirkan chakra di tangan kanannya, lalu meletakan di bagian tengah telapak tangan kiri dan menarik ke arah dalam tubuhnya. Muncul siluet tali busur panah berwarna putih dan siluet anak panah berwarna biru.
"Keren sekali?!" Animisa dan Yakumo membulatkan mata, dan matanya berkilau penuh minat.
"Tapi maaf, Animisa hime. Aku tidak bisa menarik tali busurnya. Takut merusak ruangan anda, hehehe," Reina tertawa dan mengendurkan tali busur chakra, anak panah chakra juga menghilang. "Anak panah ini bisa dirubah sedemikian rupa sesuai chakra atribut yang dimiliki pengguna, kebetulan aku memiliki empat chakra elemen, hehehe."
"Empat chakra elemen?! Diusianya yang masih sangat muda ini, dari bentuk tubuhnya mereka bangsawan dan berumur sekitar 17-18 tahun, benar-benar shinobi yang sangat jenius," batin Yakumo.
"Empat chakra elemen?! Benar-benar bangsawan yang tak bisa disinggung, klan Renbu akan tambah kuat kekuatan militernya dan bisa menyaingi bahkan mengungguli kekuatan militer klan Satoshi yang sekarang di atas angin. Meskipun aku seorang jinchuriki tapi tidak bisa menggunakan kekuatan bijuu seenaknya, bisa-bisa akan diburu oleh lima desa besar," batin Animisa.
Akira mengambil salah satu contoh senjata yang berada di gulungan yang sudah terhampar di atas meja Animisa, yaitu belati chakra. Lalu mengalirkan chakra elemen petir, bilah belati chakra berwarna merah teraliri petir berwarna biru dan bergemercik, bilahnya diselimuti pedang petir sepanjang 1 meter.
"Belati chakra ini dibuat khusus dengan menggunakan batu logam ryuakuma yang cuma ada di Kirigakure, kualitasnya nomor satu di dunia," Akira tersenyum licik dan berbohong karena sebenarnya logam di bumi yang terkuat adalah logam Gakizo yang berada di gua bagian selatan Otsugakure yang telah runtuh.
"Belati chakra ini juga bisa dikombinasikan dengan atritbut elemen penggunanya, jadi tidak hanya satu elemen dan sangat mudah. Karena langsung beresonansi dengan chakra pengguna meskipun hanya level genin 1," imbuh Akira masih tersenyum licik.
Chakra elemen petir ditarik dari belati chakra, lalu Akira menaruhnya ke hamparan gulungan. "Bagaimana Animisa hime dan Yakumo sama? Jika kalian memberiku sekarang, aku akan memberikan bonus ekslusif pada klan Renbu dan klan Hoshigaki," tawar Reina tersenyum ramah.
"Bagaimana kalau bonusnya melatih para gennin klan Hoshigaki sampai mahir menggunakan kombinasi chakra dan senjata-senjata itu?" pinta Yakumo dengan raut muka penuh minat.
"Tentu saja," Akira tersenyum puas. "Apapun yang anda inginkan kami akan memenuhi, selama kita saling menguntungkan. Setelah transaksi ini selesai, kami akan ikut anda ke Kirigakure."
"Dengan adanya mereka berdua aku bisa aman pulang ke Kirigakure. Jounin elit Kirigakure terus mengikutiku, aku tak bisa bebas bergerak. Benar-benar menyebalkan!"
"Baik, 4 hari lagi baru aku akan pulang ke Kirigakure. Mungkin Animisa dono, ingin anda mengajari terlebih dahulu genin mereka," kata Yakumo tersenyum.
"Cih, jangan samakan aku klan Renbu dan klan Hoshigaki. Cukup membaca gulungan jutsu mereka sudah pasti bisa," decih Animisa menyeringai kesal pada Yakumo.
"Baik, berapa jumlah jenis senjata yang Animisa hime dan Yakumo sama ingin pesan?" tanya Akira. "Ada jenis katana, ninjato, shuriken, kunai, dan belati chakra. Untuk senjata khusus hanya ada sarung tangan panah seperti Reina tapi terbatas tinggal satu pasang."
"Aku ingin memesan 1000 katana dan 1000 ninjato," tegas Animisa. "Masalah harga tidak masalah tapi berikan bonus eksklusif gulungan kenjutsu ranks S, bisa?"
"Tentu, tentu. Aku akan mengajarkannya langsung pada genin klan Renbu esok hari. Aku jamin dalam 3 hari mereka akan mahir," Akira tersenyum puas karena Animisa berhasil masuk dalam sandiwaranya. "Harga katana dan ninjato satunya 3000 ryo! Aku akan mengirimkannya sekarang."
[Ding! Selamat respek Renbu Animisa naik menjadi 65%]
[Ding! Selamat respek Renbu Animisa naik menjadi 75%]
"Ryujin beli katana dan ninjato masing-masing 1000 buah, dan bungkus dalam dua gulungan!"
[Ding! Memproses pembelian pada shop sistem, 1000 katana dan 1000 ninjato. Memotong 2.000.000 ryo dari saldo host di menu sistem]
[Dua gulungan berisi 1000 buah katana dan ninjato telah ditransfer ke inventori sistem]
Akira mengeluarkan dua gulungan sedang dari inventori sistem dan menaruhnya di saku bagian dalam jubahnya.
Lalu mengeluarkan dan menaruhnya di atas meja Animisa, sedangkan gulungan contoh senjata ia masukan kembali ke saku bagian dalam jubahnya untuk disimpan ke dalam inventori sistem.
"Ini gulungan berisi 1000 katana dan 1000 ninjato. Prinsip kami tidak akan membuat mitra dagang kami menunggu, hehehehe," Akira tertawa puas.
Animisa mengambil gulungan berisi uang 10.000.000 ryo dari brankas di belakang tubuhnya, lalu memberikannya pada Akira.
"Terima kasih atas senjatanya, semoga klan Renbu dan Akihiko sama bisa bekerja sam dimasa depan," Animisa tersenyum puas.
"Tentu, tentu. Aku juga sangat senang bekerja sama dengan klan Renbu, kami juga akan memberikan garansi jika pedangnya patah maka kami akan ganti. Untuk biaya perawatannya gratis satu tahun jika ingin di asah ulang," Akira tersenyum ramah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mata Reina yang melihat gulungan berisi uang, pupil matanya sudah menjadi gambar uang kertas.
"Akira selalu bisa diandalkan dalam menghasilkan uang. Seandainya ia mau menikahiku sekarang, aku siap, hehehe."