
Karena Namigakure terkena terkena boikot oleh pemerintah dunia Yon Kingu. Maka Akira dengan terpaksa harus berjalan kaki ke Konohagakure. Karena jalur rel kereta kaminarimon tertutup untuk Konohagakure.
Rapat sudah selesai dan sudah pamit, kali ini Akira menggunakan identitas lain lagi bernama Onani Ino. Seorang dokter biasa yang pernah berpraktek di Konohagakure selama satu hari, lalu menghilang.
Akira hanya memakai kemeja putih, bercelana katun hitam, memakai kacamata dan Tenseigan serta Rinnegannya sudah di non-aktifkan. Rambutnya berganti warna hijau pendek.
Di tengah perjalanan, kira-kira 25 km lagi untuk sampai ke Konohagakure. Akira melihat salah satu Kunoichi Konohagakure bertahap Chuunin sedang bertarung dengan beberapa bandit hutan Hamino.
Mereka nampaknya ingin menyergap kelompok bandit yang berjumlah 15 orang tersebut namun kalah jumlah, hanya tersisa satu Kunoichi yang masih selamat.
"Doton: Doryuuheeki!" seru Kunoichi merapal segel tangan untuk membuat dinding tanah.
'Duar-duar!' Kunai-kunai yang sudah diikatkan dengan kertas peledak itu tertahan oleh dinding tanah dan meledak. Namun sayang, ledakan itu terlalu kuat dan beruntun.
Kunoichi tersebut terpental dan terluka cukup parah. Seragam dan pelindung dadanya robek di sana-sini. Serta beberapa bagian tubuhnya terluka bakar.
"Sebaiknya, aku tidak ikut campur." Akira diam di dahan pohon dengan berlutut satu kaki hanya menyaksikan hal ini. "Tunggu, Kunoichi itu bisa aku manfaatkan untuk masuk ke dalam Konohagakure yang sama ketatnya seperti Kirigakure saat ini."
"Fuuton: Kaiten Shuriken!" seru Akira membuat shuriken angin seukuran lempengan disc DVD dan melepaskannya sebanyak mungkin untuk memenggal 15 anggota bandit hutan.
'Zrash-zrash!' Kecepatan shuriken angin itu sangat cepat, secepat kecepatan cahaya. Bahkan jika menggunakan persepsi sharingan pun, belum tentu bisa menghindarinya.
Kepala-kepala itu terlepas serentak, mata bandit-bandit hutan itu melihat badan mereka sendiri dan jatuh ke tanah tanpa bisa memekik.
Akira berpindah tempat ke samping Kunoichi yang mulai kritis dengan Shunsin No Jutsu dan menempelkan kedua tangannya ke dadanya, "Shousen No Jutsu!"
[Selamat, host mendapatkan 5000 poin chakra karena menghabiskan 50.000 poin chakra dengan menggunakan salah satu jutsu Futon. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]
[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu Medical Ninjutsu. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]
[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu Jutsu Jikukkan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]
[Selamat, host berhasil menaikan Rank jutsu Futon ke Rank D dan membutuhkan 3000 poin chakra]
[Selamat, host berhasil menaikan Rank jutsu Futon ke Rank c dan membutuhkan 7400 poin chakra]
Secepat kilat luka di tubuh Kunoichi tersebut pulih dan tak ada lagi luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Hanya menyisakan debu, dan bajunya yang compang-camping yang membuatnya seperti gembel yang kucel.
Kunoichi, bernama Rein Mikha memiliki rambut biru yang panjang lurus. Itu terlihat setelah ikat kepala Konohagkurenya terlepas.
Klan Rein memang bukan klan yang tersohor di Konohagakure. Tapi mereka sedang berusaha menjadi klan Elit di Konohagakure dengan mengambil misi-misi berbahaya di semua anggota klan mereka. Dari level Gennin sampai Jounin, semuanya mengambil misi bukan pada umumnya untuk misi dengan level yang setara.
Hal ini membuat klan Rein dicemooh dan di anggap bodoh oleh seluruh klan baru di Konohagakure yang bersaing memperebutkan klan nomor satu di Konohagakure.
Akira menggendong Mikha dan membawanya untuk pulang ke Konohagakure. Dia sudah memikirkan alasan jika nanti Mikha sadar.
Akira melesat melompati satu dahan ke dahan yang lain, kecepatan lesatannya ia pelankan. Agar tak membuat Mikha curiga, kalau Akira bukan dokter biasa.
'Plak!' Mikha tanpa sadar menampar pipi Akira, karena menganggap ia akan memperkosanya, "Dasar mesum!" hardiknya.
"Ma-maaf, nona. A-aku tak ada maksud untuk hal itu. Itu, ini ...."
"Diam, dasar mesum," potong Mikha langsung bangkit dan mencengkram kerah kemeja Akira, "Jika kau berani macam-macam. Aku patahkan lehermu!"
"Wanita barbar sekali," batin Akira menundukan wajah dan merubah sifatnya menjadi introvert.
"Maaf, nona. Bi-biarkan aku jelaskan, jika nanti jawabanku tidak puas. Kau boleh membunuhku," sergah Akira masih menundukan wajah dengan berpura-pura ketakutan.
"Baik." Mikha melepaskan cengkramannya dan berganti menghunuskan kunai ke leher Akira.
Akira mulai menjelaskan kalau ia menemukan Mikha tergeletak setelah para bandit meninggalkannya. Sebagai dokter, ia mencoba untuk membuat Mikha melewati masa kritisnya. Bahkan membuatnya lebih prima.
"Itu, nona. Apa yang sudah aku jelaskan. Nona telah pulih itu buktinya." Penjelasan Akira yang serius dan tak terkesan sedang berbohong tersebut membuat Mikha percaya dan menurunkan kunai di leher Akira.
"Maaf, jika aku curiga. Lalu kamu mau kemana?" tanya Mikha dan memperkenalkan diri, "Namaku Rein Mikha. Terima kasih banyak telah menolongku."
"Sa-sama-sama nona Mikha. Aku Onani Ino, hanya dokter biasa dan ingin mengadu nasib di Konohagakure." Akira membungkuk hormat Mikha untuk memperkenalkan diri.
"Dokter yang sangat sopan," batin Mikha berdecak kagum.
"Sebagai rasa terima kasihku. Aku undang dokter Ino ke rumahku, lagipula dokter juga belum ada rencana untuk mencari tempat tinggal di Konohagakure bukan?" tanya Mikha.
"I-iya, terima kasih banyak. Tapi apa tidak merepotkan nona Mikha dan keluarga?" Akira malah bertanya balik dan berpura-pura malu.
"Tidak. Justru orang tua pasti akan sangat berterima kasih banyak, karena dokter menyelamatkan hidupku. Aku sekuat tenaga akan membantu dokter untuk membuka praktek di Konohagakure. Masalah tempat, nanti aku akan minta ayah untuk mengurusnya." Mikha menggeleng pelan lalu menepuk dadanya penuh kebanggan.
Remaja seumurannya selalu punya darah muda yang bergejolak dan penuh kebanggan atas dirinya sendiri.
Mikha mengeluarkan gulungan kecil berisikan kimono berwarna biru dan berjalan ke arah pohon besar di samping kirinya untuk berganti baju, "Awas dokter! Jangan mengintip! Sedikit saja melirik, aku congkel kedua matamu!" teriak Mikha keluar lagi jiwa barbarnya.
"Ti-tidak, nona." Akira berpura-pura akting dengan raut muka pucat pasi.
Setelah selesai berganti baju, Mikha dan Akira melanjutkan perjalanan hingga sampai di depan pintu gerbang Konohagakure pukul 20.00.
Semua penjaga gabungan dari shinobi Yon Kingu dan shinobi Konohagakure sangat banyak. Bahkan tidak mengendurkan sama sekali pengawasan mereka.
"Nona Miku, siapa yang anda bawa ini?" Salah satu penjaga mencolek dagu Mikha dan terkesan berbuat tidak sopan padanya.
"Dia dokter yang menyelamatku. Aku gagal dalam misi, tuan. Aku yang akan menjadi penjaminnya," jawab Mikha datar.
"Baiklah, kali ini aku melepaskanmu. Tapi kau harus memberikan aku upeti sebanyak 10.000 Ryo," tunjuk tegas salah satu penjaga pada Akira.