DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 204 Bejat



Akira dan Kimi masuk ruangan yang cukup mewah juga elegan. Beberapa saat kemudian pelayan seksi membawakan makanan.


Tanpa basa-basi, di depan wanita seksi langsung mencengkram pipi Kimi hingga bibirnya mengurucut. "Apakah kau ingin menikmatiku?" tanya Akira menyeringai.


"Tuan, maaf aku tidak sopan. Aku izin pamit." Pelayan seksi itu mulai melangkahkan kakinya.


Tapi beberapa langkah dihentikan Akira, "Tunggu, jangan pergi! Kau juga sangat cantik," sergah Akira dengan berteriak keras menoleh ke arah pelayan seksi.


Kimi di dorong hingga terduduk di sofa, Akira berjalan cepat dan langsung menurunkan celana. Nampak Terong XXL sudah mencuat tegak, seperti naga yang siap memangsa.


"Tapi tuan. Aku hanya ...."


"Diam, kau cuma wanita yang membutuhkan uang, bukan?" Akira mengeluarkan uang 100.000 ryo berbentuk pecahan 10 lembar 10.000 ryo dan menyumpalkannya ke mulut pelayan seksi bernama Nima.


Kain yang menutup bagian intimnya langsung dirobek paksa. Dan dari belakang, Akira memasukan paksa terong XXL itu hingga membuat lubang merah muda itu menitikan cairan merah dengan deras.


"Aaaakh ... ja-jangan tuan, sa-sakit," lirih Nima meringis kesakitan dan air matanya terjatuh.


Melihat Akira begitu brutal mempermainkan Nima, Kimi meneguk saliva dan ketakutan. Lebih jelas lagi, karena Terong milik Akira berukuran jumbo.


Kimi mengendap-endap untuk kabur, "Jangan kabur nona manis. Bukankah kau yang menginginkannya," kata Akira menyeringai menoleh ke arah Kimi.


"Ti-tidak, tuan. Aku hanya lapar." Kimi berpura makan sedikit makan, tapi ia sudah tak tahan jika melihat arak dan langsung meminumnya, "Khoo ... arak ini sungguh nikmat. Sudahlah, lebih baik nikmati malam ini."


Nima lehernya didekap dan merintih kesakitan. Entah kesakitan atau kenikmatan yang dirasakan Nima, karena dipaksa melayani Akira dan sekarang tak ada sehelai benang pun yang menempel di badannya.


"Kalian hanya sampah, dan aku akan membalaskan semua sakit hatiku pada wanita ini karena telah menculik paman Chojuro," batin Akira menyeringai geram dan menghantamkan Terong XXL miliknya itu sangat keras.


"Aaaakh ... uuukh ...." Nima hanya bisa pasrah dan lama-lama melenguh nikmat. Tapi karena ia baru pertama kali melakukannya, akhirnya ia tumbang pingsan, tak kuat menahan Terong XXL milik Akira setelah Nima mengalami final.


"Hmm ... wanita lemah." Akira mendorong kasar punggung Nima dan membiarkan tubuhnya tergeletak di permukaan lantai dengan uang yang berhamburan di badannya. "Sekarang giliranmu, nona!"


Akira berpindah tempat sangat cepat dan langsung merobek-robek pakain yang dikenakan Kimi dengan sangat brutal. "T-tuan, biar aku lepaskan sendiri," lirih Kimi pipinya dicengkram oleh tangan Akira hingga bibirnya mengerucut.


"Cepat, aku tak tahan dan masih belum puas!" Akira menampar kedua pipi Kimi bergantian dengan geram.


Kimi di dudukan pada paha Akira, dan dipaksa gua merah mudanya menelan Terong XXL milik Akira. "Aaakh ... uuukh ... s-sakit, tuan," lirih Kimi melenguh kesakitan. Bahkan amat sakit sekali.


Kimi juga pertama kalinya melakukan mantap-mantap. Cairan merah mengalir deras dan lebih banyak dari punya Nima.


Akira langsung tancap gas 12 kg dengan menghantamkan Terong XXL miliknya ke dalam gua merah muda milik Kimi.


Semakin lama semakin cepat, hingga gunung kembar Kimi yang berukuran D Cup pontang-panting tak karuan.


Hanya dalam tempo 15 menit, Kimi langsung Final dan terkulai lemas. Tapi Akira tak membiarkannya saja, pinggangnya langsung dipeluk erat dan mencium bibirnya cukup lama hingga membuat adrenalin di tubuh Kimi terpacu kembali.


Rasa sakit itu berubah 180 derajat menjadi rasa nikmat dan Kimi sangat liar, seliar Singa Betina yang sedang mengamuk.


"Uuugh ...." Akira terkulai lemas dengan memeluk tubuh Kimi dan nafasnya tersengal-sengal, "Huff ... huff ... huff .... Aku tak menyangka kamu langsung jago, nona. Tapi sayang pertemuan ini akan berakhir, Tsukuyomi!"


Akira mengaktifkan Ryuzugan dan mengirimkan genjutsu pada Kimi untuk menginterogasinya, "Satu kali dayung 100 kenikmatan terlampaui, he-he-he .... Aku ingin bertanya padamu? Apakah kamu tahu dimana keberadaan Mizukage Kaguran dan Chojuro?" tanya Akira menyeringai tajam.


Tatapan mata Kimi kosong, tapi gua merah mudanya masih memakan Terong XXL milik Akira, "Aku tidak tahu tuan," jawabnya datar.


"Lalu apa yang kamu ketahui?" tanya Akira lagi menelisik.


"Kami, hanya anggota Yon Kingu level rendah. Jika masalah tentang Kage, semua diurusi oleh Nyonya Animisa Renbu, tuan," jawab Kimi datar.


"Lalu sekarang dimana dia?"


"Menurut informasi, Nyonya Animisa sekarang sedang menuju Getsugakure mengendarai pesawat khusus Yon Kingu."


Setelah Akira puas dengan jawaban dan tubuh Kimi, ia melepaskan genjutsu yang ia lancarkan ke Kimi, "Kai! dan melanjutkan ronde kedua.


Setelah sadar nafas Kimi tak beraturan, "T-tuan, lebih cepat lagi tuan." Kimi meracau tidak jelas dan tak sadar jika ia terkena genjutsu beberapa saat yang lalu.


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Ryuzugan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


"Apakah kau sangat menikmatinya, nona?" Gairah Akira semakin meningkat tajam dan mendorong cepat gerakannya hingga membuat Kimi berkeringat deras.


"Hm ... hm ... ssssh ... aaakh ...." Hanya jawaban yang tak jelas diberikan oleh Kimi karena sudah di atas puncak surga kenikmatan.


Akira memeluk pinggang Kimi dengan erat dan mencium bibirnya hingga nafasnya kehabisan. Disaat itu pula Akira dan Kimi final bersamaan.


"Aaakh ...!" teriaknya serentak, untung saj ruangan SVIP ini kedap suara. Jika tidak, teriakan mereka berdua akan terdengar oleh pengunjung lain.


Akira mendorong kasar Kimi dan terjerembab ke sofa, "Terima kasih telah menemaniku. Pergilah sejauh mungkin!" Akira mengeluarkan uang 1 juta ryo dan melemparkannya ke muka Kimi.


"Tunggu tuan. Aku hanya menginginkanmu." Kimi bangkit dan memeluk Akira dari belakang, benda kenyal itu terasa di punggung Akira.


"Maaf, aku tak bisa." Akira melepaskan tangan Kimi yang memeluknya erat dan berbalik, lalu mencium bibirnya dengan penuh kemesraan, "Kita tidak akan bertemu lagi. Jika kita bertemu pun, hanya akan menjadi orang asing."


Kimi menitikan air mata dan tak rela Akira meninggalkannya, "Kenapa aku merasakan sakit? Padahal aku baru bertemu dengannya dan melakukan ini pertama kali dengannya juga? Tapi aku merasa ada rasa yang aneh di dada ini," gumam Kimi menyeka air matanya.


'Cwuszh!' Di saat itu pula, Akira sudah hilang dari pandangan Kimi menggunakan Hiraishin No Jutsu.


Akira muncul di dalam kamar Animisa yang sedang berada di dalam pesawat khusus Yon Kingu tanpa memakai sehelai benang pun.


Akira juga mengubah wajahnya menjadi wajah Akira sendiri, untuk mengejutkan Animisa.


Animisa sendiri sedang tertidur dan tubuhnya ditutupi selimut. "Untung saja, sebelumnya aku sudah menandai wanita binal sialan ini. Hari ini akan ku akhiri masa keperawananmu," gumam Akira menyeringai.