DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 203 Untukmu Keiko



Azura sudah kembali ke dalam hotel dan Akira sudah menunggunya, "Bagaimana penyelidikanmu, Babe?" tanyanya datar.


"Mereka mengincarmu dan akan terus mengejarmu, bos," jawab Azura tersenyum tipis.


"Kita pergi ke markas Hoshigakure, aku ingin melakukan sesuatu," pinta Akira menggandeng tangan Azura membuatnya menunduk tersipu malu.


"Kalau kamu memperlakukanku seperti ini terus, aku bisa sangat mencintaimu, bos," balas Azura dengan kedua pipi memerah. Entah kenapa setiap kali dipegang tangannya atau didekat Akira, Azura selalu tersipu malu dan jantungnya berdetak tak karuan.


"Aku juga sangat mencintaimu Babe." Akira menarik pinggang Azura dan memeluknya dengan erat. Lalu mencium bibir merah muda Azura dengan penuh cinta, membuat Azura larut dalam rasa cinta yang dalam dan penuh hasrat.


"Jika kamu ingin, silahkan. Aku sudah siap, daripada kita tidak ada waktu untuk melakukannya karena selalu sibuk melawan Yon Kingu." Azura melepaskan ciuman Akira dan membuka resleting jaket hitamnya.


"Memang benar, sepertinya aku sama sekali tak ada waktu untuk menikmati hidup. Selalu dalam pembunuhan dan pembunuhan hampir setiap hari. Tapi jika aku bersantai seperti 7 tahun lalu, maka ada banyak orang yang mati sia-sia hanya demi kekuatan yang tidak jelas dan kekuasaan," batin Akira sendu.


Akira membenamkan kepala Azura di dada bidangnya dan mengelus lembut rambutnya yang selalu wangi, "Maaf, sayang. Aku memang ingin melakukannya, tapi berikanlah aku waktu untuk memperkuat satu pondasi saja di satu negara."


"Aku juga belum tahu kondisi Kakek Boruto, Nenek Sarada, Paman Chojuro, dan Mizukage Sama saat ini. Mereka berpihak pada Yon Kingu, atau malah sebaliknya. Setelah ini, aku janji akan menikahi kalian bertiga."


"Akira, kamu selalu menanggung beban berat dipundakmu setiap saat. Padahal bisa saja ia tak peduli pada orang lain, tapi dia selalu tak bisa membiarkan itu terjadi. Aku akan selamanya menunggumu sayang," batin Azura semakin erat memeluk Akira.


"Tunggu? Bos, mau menikahi bertiga?" Tiba-tiba Azura melepas paksa pelukan Akira karena kaget, Akira mengatakan 'bertiga', "Siapa satunya lagi? Keiko kah?"


"Ya, aku juga menyukainya. Makanya itu bantu aku melakukan riset pada mata ini?" Akira mengeluarkan 5 pasang mata yang sudah ditaruh di dalam toples berisikan formalin. Kelima pasang mata itu adalah Takagan, "Kamui!"


Akira dan Reina terhisap masuk ke dalam pusaran portal dan tiba di dalam ruangan pertemuan anggota Senso No Haijo.


Di dalam ruangan, hanya ada Keiko yang sedang mengotak-atik laptop untuk mengatur keluar-masuk data pil Hiringu dan pil Chakra hasil transaksi antara Senso No Haijo dengan Hoshigakure, Otsugakure, juga Namigakure.


"Sibuk sekali. Sudahi saja, kemarilah!" Akira melambaikan tangan memanggil Keiko dan mengejutkannya.


"B-bos?! S-selamat datang!" Keiko Melebarkan mata dan langsung bangkit. Lalu membungkuk hormat dan mendekati Akira dengan tersipu malu.


"Aku ada hadiah untukmu." Akira mengelus lembut rambut Keiko yang sangat halus dan hitam legam itu.


"Tu-tuan, eh, bos. Ja-jangan lakukan itu. Aku, aku ...." Keiko gugup dan mukanya sudah semerah kepiting rebus.


"Jangan malu!" Akira juga menarik pinggang Keiko dan memeluknya erat bersama Azura. "Kamu juga adalah calon istriku."


"Tapi-tapi ... bagaimana dengan-dengan ...." Keiko semakin gugup, malu, dan grogi dipeluk oleh Akira dengan mengatakan kalau dia juga calon istrinya. "A-apakah tidak apa-apa? Bos."


"Tidak apa-apa, Keiko. Malahan aku senang karena calon istri bos itu kamu dan Reina. Bukankah kita sudah lama berteman bukan? Jadi kita lebih enak berbagi Akira." Azura tersenyum tulus, senyum itu membuat Keiko mengerti jika Azura tidak sedang bersandiwara.


"Ayo, ikut aku! Aku perlu mengidentifikasi kecocokan mata ini dan tubuhmu. Aku akan melakukan eksperimen tersebut. Mungkin butuh waktu yang cukup lama," ajak Azura.


"Tinggal 20% lagi bisnis di Kumogakure berjalan otomatis, hanya tinggal menarik semua keuntungan saja. Apakah perlu aku sendiri untuk ke Kirigakure, untuk melihat keadaannya?" gumam Akira keluar dari ruangan dan menyusuri lorong markas Senso No Haijo dan melanjutkan, "Lebih baik aku pergi. Kamui!"


'Swush!' Akira masuk ke dalam pusaran dan keluar lagi di wilayah jalur masuk Kirigakure. Akira menonaktifkan Rinnegan dan mengedarkan persepsi pandangannya menggunakan Tenseigan.


"Organisasi Yon Kingu ternyata sudah menguasai Kirigakure. Apakah paman Mizukage dan paman Chojuro sudah meninggal atau tertangkap? Aku tidak menemukannya di kantor Mizukage dan dimanapun di seluruh wilayah Kirigakure? Dimana mereka?" Akira mengeraskan rahang dan langsung naik pitam.


Ternyata yang menjabat Mizukage saat ini adalah Raiga Hoshigaki dan para tetua yang menjabat juga semua anggota Yon Kingu seperti Kyu Zenpan-Teki.


"Aku harus menyelidikinya," sambungnya menghela nafas panjang untuk menurunkan tensi agar ia kembali berpikir jernih.


Akira mulai berjalan perlahan menuju pintu gerbang Kirigakure, tapi dihentikan oleh para penjaga yang berjaga sangat ketat dan berlapis.


"Siapa kamu orang asing? Tidak ada tanda pengenal tidak boleh masuk!" tegas salah satu penjaga memakai pelindung dada merah muda.


"Maaf, tuan-tuan. Aku hanya seorang dokter pengelana, namaku Shinji Tatsuo. Aku hanya mempunyai ini atas rekomendasi tuan Raikage." Akira mengambil kartu identitas khusus Kumogakure.


"Si-silahkan tuan dokter masuk." Penjaga itu ketakutan dan gemetar. Pasalnya kartu identitas tersebut merupakan identita super khusus di Kumogakure.


"Terima kasih, tuan. Sebagai rasa terima kasih, izinkan aku mentraktir tuan. Apakah boleh?" Akira tersenyum licik dan mulai melancarkan aksinya demi mendapatkan informasi. "Aku akan mentraktir tuan-tuan semua. Tapi aku tidak tahu restoran mana yang paling enak di Kirigakure."


"Tuan, biarkan aku mengantarmu. Lagipula hari sudah mau malam," pinta Kimi salah satu anggota wanita organisasi Yon Kingu.


"Bukankah ini Kimi? Salah satu teman sekelasku di akademi yang duduk di bangku paling belakang?" pikir Akira menatap lekat Kimi yang sudah berjalan di depannya.


Semenjak Kimi masuk organisasi Yon Kingu, dan ditanamkan sel Kitana cacat. Ia malah sering mabuk-mabukan setiap malam sehabis berjaga dan tak bisa mengontrol diri. Bahkan sering menindas warga sipil.


Akira malah dibawa ke salah satu bar, restoran dan kafe yang sekarang terkenal menjadi rumah bordil di Kirigakure.


"Tuan, ini adalah tempat terbaik di Kirigakure. Aku rasa kamu harus mentraktirku minum-minum sepuasnya bukan?" Kimi bergelayut manja di lengan Akira, dia memang suka menggoda laki-laki.


Ketika laki-laki itu tergoda, ia akan mengajaknya minum sampai mabuk dan membawanya ke kamar. Lalu semua hartanya akan dicuri.


"Tentu, tapi aku butuh ruangan khusus. Apakah ada?" pinta Akira dan melanjutkan, "Pesan makanan yang paling enak disini dan beberapa arak terbaik."


"Baik, tuan. Mari!" sahut pelayan wanita berpakaian seksi dan menuntun mereka berdua ke salah satu ruangan VVIP di lantai 3.