DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 48 - Rencana Penyusupan



"Tidak. Cepat katakan dimana gulungan segel itu disimpan? Aku sudah tak sabar ingin mencurinya dan mendapatkan kekuatan yang sangat hebat. Kekuatan bisa menguasai segalanya, bisa mengontrol segalanya dan menghancurkan segalanya."


[Ding]


[Petunjuk lokasi gulungan fuin no sho berada di gedung hokage, lantai bawah tanah. Dulu sewaktu Naruto mencurinya, gulungan fuin no sho berada di bawah tanah lantai 1. Setelah era kepemimpinan Godaime Hokage Tsunade, gulungan fuin no sho berada di bawah tanah lantai 4, dijaga 4 ANBU elite berlevel kagenin 5 dan 4 segel penghalang]


"Sial, seandainya aku bisa masuk pun. Aku harus berhadapan dengan 4 ANBU elite, levelnya pun kagenin 5. Ditambah lagi fuinjutsu 4 pilar penghalang. Ryujin, ada solusi?"


[Ding]


[Solusinya bunuh keempat ANBU elite, maka segel penghalang itu akan hancur]


"Baru kali ini solusinya begitu mudah, hahahaha. Aku akan melakukannya malam ini juga, tak peduli aku menjadi buronan yang penting gulungan itu harus menjadi milikku, hahahaha."


Akira menuliskan resep untuk Hanabi, lalu memberikannya. "Ini adalah resep tanaman herbal, tolong segera carikan aku akan membuatnya sesegera mungkin," pinta Akira.


Hanabi yang sudah jauh lebih baik bangkit, raut wajahnya yang pucat lesu, kini berubah menjadi agak lebih muda, seumuran wanita 30 tahun dengan kulit putih berkilau bagai giok. "Rei! Rei! Kemarilah!" panggil Hanabi.


Rei pun bergegas membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan Hanabi. "Ya, ketua! Apa yang perlu aku bantu?" tanya Rei yang heran melihat Hanabi jauh lebih muda dan tambah cantik.


"Tolong carikan seluruh tanaman herbal yang ada dalam daftar ini! Akira akan segera membuat pil penyembuhnya, cari secepat mungkin!" titah Hanabi.


"Baik, ketua!" Rei menunduk hormat lalu keluar dari ruangan Hanabi. Beberapa anggota klan Hyuga termasuk Yoda masuk ke dalam, untuk melihat keadaan Hanabi.


Yoda dan 10 anggota elite klan Hyuga menjatuhkan rahangnya, setelah melihat perubahan drastis tubuh Hanabi. "Ke-ketua, ini benar anda?!" tanya Yoda membulatkan mata.


"Ya, Akira yang melakukannya. Mungkin aku hanya perlu beristirahat dan minum obat resep dari Akira, esok hari sudah bisa beraktifitas. Benarkan Akira" jawab Hanabi tersenyum sambil melirik Akira yang hanya diam dengan raut muka datar.


"Oh, ya Hanabi hime. Semua akar penyakitnya sudah aku cabut, dan juga semua struktur sel jaringan dalam tubuh Hanabi hime, sudah aku bersihkan dari racun dan chakra yin. Hanya perlu meminum pil buatanku dan beristirahat selama 3 hari, Hanabi hime akan sembuh," jawab Akira.


"Aku tidak akan memberikan satu pil chakra pun pada klan Hyuga. Jika aku memberikannya dan merasakan manfaatnya, pasti mereka akan membeli sebanyak-banyaknya dariku. Aku memang punya stok banyak, tapi selama aku belum bisa meramu pil chakra dengan efektifitas 100%. Aku tak akan menjualnya."


"Dasar bocah, kenapa malah menyembuhkannya? Aku akan mencari cara lain untuk membunuh Hanabi, sehingga tak ada lagi kendala dengan segel langit dan Otsugakure."


Beberapa lama kemudian, Rei membawakan 10 lembar daun ashitaba, 1 lembar daun puranasaoru, dan 100 gram lumpur elixir. Lalu memberikannya pada Akira, rinnegan merah di telapak tangan kiri sudah aktif. Bahan-bahan pil chakra itu melayang di atas telapak tangan Akira, lalu semua energi yinnya dinetralkan. Semua bahan menjadi satu dan bersinar terang lalu berubah menjadi 10 pil seukuran kelereng.


[Selamat host berhasil meramu 10 pil chakra dengan efektifitas 65%]


"Tunggu Akira!" cegah Hanabi sambil menarik tangan Akira yang akan keluar ruangan hokage. "Rei, siapkan jamuan untuk Akira dan biaya pengobatannya!"


"Baik, ketua!" Rei menunduk hormat tapi dicegah oleh Akira.


"Tidak perlu paman, aku harus buru-buru. Hari sudah petang, takut Hiyoshi sensei, Reina dan Azura mengkhawatirkanku. Masalah pembayaran bicarakan esok hari saja," balas Akira lalu menunduk hormat dan pergi meninggalkan kediaman klan Hyuga.


"Aku harus mencari peralatan untuk menyamar dan menyelinap nanti malam. Untuk mengecoh mereka, aku akan mencuri baju anbu Konoha itu sendiri, hahahaha."


Tubuh Akira berkedip dan muncul di tempat markas anbu, Akira sudah mengamati dengan cepat setiap gedung yang berada di Konohagakure, jadi Akira sudah hafal dalam sekali lihat letak posisi dan langsung memikirkan strategi ke depannya. Akira menekan chakranya ke titik hilang, agar tidak terdeteksi oleh shinobi bertipe sensor yang berada di dalam markas ANBU. Bagaimana pun juga di dalam markas ANBU banyak Shinobi elite yang berlevel minimal anbunin 1.


Akira melesat cepat dengan taijutsu kage suteppu. Matanya sambil berkeliling mencari dimana letak para anbu meletakan seragamnya, Akira melihat salah satu anbu yang sedang berada di ruang ganti, mau mengganti seragamnya.


Shua!


Shua!


Shua!


Akira secepat kilat merapal segel tangan, "Shakuton: Hinoken!" tangan kanan Akira muncul siluet bilah pedang berwarna biru yang mendesis, lalu menebaskannya secara horizontal pada kepala anggota ANBU itu. Tangannya sempat menangkis dengan kunai, namun kunai itu terpotong begitu menyentuh siluet pedang api biru dan kepalanya terlepas dari badannya, rapi tanpa darah yang tercecer. "Enton: Desuboru!"


Slash!


Swush!


Blar!


Muncul kobaran api hitam kecil di ujung telunjuk Akira, lalu ditiupkannya api itu, untuk membakar mayat anbu menjadi debu. Akira lalu menyerap seragam anbu dan topeng bermotif serigala pada rinnegan merah di telapak tangannya, "Misi bagian pertama selesai. Aku sudah menghilangkan barang bukti, beserta debu mayatnya," gumam Akira lalu tubuhnya berkedip dan hilang dari pandangan.


Akira sudah memastikan, tak ada satu pun orang lain yang melihat perbuatannya membunuh anbu dari klan Sarutobi, bernama Sarutobi Suzuku.


Di dalam markas ANBU, para anbu mencari keberadaan Suzuku. Aniki teman Suzuku melihatnya terakhir kali, masuk ke dalam ruang ganti dan sampai sekarang tidak ditemukan.


"Sepertinya ada dua kemungkinan, Suzuku diculik atau dibunuh. Tapi jika dibunuh tak ada satu pun bercak darah yang menempel di dinding, bahkan seragam Suzuku pun hilang. Ini sungguh aneh, apa pelakunya bisa menggunakan jutsu ruang dan waktu, itu dugaan sementaraku," gumam Uchiha Jin, kepala investigasi kepolisian Konohagakure. "Mungkin CCTV di ruangan ini menjawab siapa pelakunya. Tapi di dalam ruang ganti tak mungkin ada CCTV."


Uchiha Jin menuju ruang CCTV dan mulai memutar ulang rekaman video lorong markas anbu, dan hanya terlihat terakhir kali Suzuku masuk ruang ganti. Setelahnya Suzuku tidak pernah lagi keluar dari dalam ruang ganti.