
Lama-kelamaan anggota klan Rein yang lain berkumpul di depan rumah Tou, untuk melihat apa yang terjadi.
"Siapa pemuda itu?"
"Kenapa ada di rumah Tou?"
"Apakah Tou putus asa dan ingin menikahkan Mikha dengan pemuda culun itu?"
"Mungkin saja, lagian Tou hanya keluarga miskin dan istrinya meninggalkan Tou karena miskin. Sebagai shinobi, Tou dan Mikha sama-sama gagal."
"Benar, Mikha juga bukan Kunoichi yanh hebat. Mungkin kegagalan itu dari DNA Tou yang bernasib buruk."
"... ...."
Komentar-komentar yang lama-lama menghina Tou, Mika, dan Akira itu lama-lama sekamin banyak.
Tou, dan Mikha hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Sudah puluhan juta kali ia dengar hinaan tentang dirinya dan Mikha yang hanya shinobi sampah.
"Permintaannya mudah." Akira kembali mengeluarkan uang 9 juta Ryo lagi dari saldo sistem yang sudah di taruh pada gulungan kecil yang ia ambil dari saku baju bagian dalam. "Bantu aku menguji pil ini. Jika tuan Tou menang, tuan Fioki harus memberikan jabatan patriark pada tuan Tou. Jika aku kalah, aku berikan uang 10 juta ryo."
"Aku tidak mau, itu terlalu kecil." Fioki melipat tangan di dada, sambil memejamkan mata sesaat dan menggeleng pelan, "100 juta ryo. Kalau setuju aku akan bertaruh dengan pil sampahmu itu."
"Cih, dasar mata duitan. Tapi kali ini kau akan terusir," batin Akira kesal dan berubah menjadi tersenyum licik.
"Aku yakin kau tidak punya, dokter culun. Jika tidak ada pergilah! Atau aku patahkan kakimu sekarang juga!" hardik Fioki sambil melempar tangannya ke arah pintu gerbang kediaman klan Rein dengan cepat.
"Maaf, tuan. Aku memang tidak mempunyai uang sebanyak itu, tapi begini saja ...." Secepat kilat Akira menekan titik tenketsu bagian perut Fioki untuk membuatnya buang air 15 menit kemudia dan melanjuktkan, "Aku akan memberikan pengobatan gratis pada semua anggota klan Rein seumur hidup jika tuan Tou kalah."
Akira mengeluarkan satu pil sennin buatan Azura. Pil sennin buatan Azura terlalu ekstrim untuk meningkatkan kekuatan shinobi.
Karena bisa memicu minimal tiga wadah chakra elemen di dalam tubuh shinobi.
Bukan hanya itu, setiap shinobi yang menelannya bisa berpotensi membangkitkan kekkai genkai dua elemen menjadi satu elemen baru.
"Apraisal Status Rein Tou!"
[Ding! Status]
----------¤----------
Nama: Rein Tou
Level: Chunin 9
Elemen: Futon, Katon (Berpotensi 10% menjadi Shakuton)
Skill: Taijutus Rank E, Genjutsu Rank E, Ninjutsu Futon Rank C, Ninjutsu Katon Rank B, Medical Ninjutsu Rank E.
Job: Ite (Pemanah)
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Rein Mikha
Level: Chunin 1
Skill: Taijutus Rank D, Ninjutsu Raiton Rank C, Ninjutsu Doton Rank B, Ninjutsu Suiton Rank E, Medical Ninjutsu Rank D.
Job: Minarai Shinobi (Ninja Magang)
----------¤----------
Pil Sennin itu diberikan pada Tou, "Tuan Tou , telanlah. Ini hasil karyaku meskipun formulanya dari temanku."
"Hei, siapa yang bilang taruhannya akan setuju?" Fioki mau merebut pil Sennin dari tangan Akira.
Tapi Akira dengan kecepatan yang tak bisa dilihat oleh mata biasa menekan pelan perut Tou agar mulutnya terbuka. Akira langsung melemparkan pil Sennin ke dalam mulut Tou.
Hanya dalam satu detik, Pil Sennin langsung diserap dan bereaksi. Tubuh Tou merasakan fluktuasi energi dan meledak teredam sebagai tanda kenaikan level dirinya yang begitu signifikan.
Bukan hanya itu, kulit Tou tampak lebih bersih dan awet muda di saat umurnya sudah kepala lima lebih. Cairan pekat hitam yang merupakan racun dari dalam tubuhnya berubah menjadi asap hitam dan menusuk hidung semua anggota klan Rein dengan bau yang sangat busuk.
"Hoeek ... baunya seperti mayat?"
"Hooeek ... rasanya aku ingin pingsan di rumah bordil."
"Hooeek ... bau ini sangat menyiksaku, hooeek ...."
"Hoeek ...."
Semua orang tak tahan ingin memuntahkan semua isi perutnya, kecuali Akira yang meman sudah terbiasa. Satu detik kemudian, bau itu langsung lenyap dan tidak lagi mengganggu hidung mereka.
"Tuan patriark. Ayo mulai saja taruhan ini! Apa kau tidak berani melawan tuan Tou yang hanya di level chunin 9?" tanya Akira sedikit menunjukan wajah dan tersenyum licik.
"Aneh sekali, kenapa aku merasa level Tou berada di atasku?" pikir Fioki menyipitkan mata.
"Baiklah, aku setuju. 10 juta ryo dan pengobatan gratis seumur hidup. Aku harap kamu tepati janjimu." Fioki berkata dengan lantang, ingin menunjukan bahwa orang yang menentangnya pasti kalah.
"Bukan hanya aku tuan patriark. Mohon maaf, tuan patriark juga harus menepati janji." Akira menaikan sedikit kacamatanya dengan menyeringai tanpa diketahui siapapun karena tertutup tangan dan kacamata.
"Levelku kenapa bisa naik signifikan? Aku merasa sekarang di tahap Sannin 1?" pikir Tou juga menyipitkan mata dan melanjutkan, "Aku juga merasa ada pengetahuan jutsu yang belum pernah aku kuasai. Tapi sepertinya tubuhku dan wadah chakraku dengan baik. Aku penuh percaya diri dan pasti menang."
"Kami akan menjadi saksi. Jika ada yang ingkar, kami akan laporkan pada polisi Konoha, atau kami tak segan bertindak sendiri," tegas wakil patriark klan Rein bernama Rein Kai.
"Tuan Ino. Apa ayah akan menang? Kalau kalah bukankah tuan akan diusir dan memberikan pertaruhan sesuai perjanjian? Jika kami tidak masalah jika terus ditindas oleh mereka. Aku harap jika ada kesempatan, tuan Ino bisa kabur," pinta Mikha khawatir, dan merasa sangat bersimpati pada Akira.
"Doakan saja, dan aku yakin pil buatanku bukan kaleng-kaleng. Percayalah padaku." Akira menggenggam kedua tangan Mikha untuk menenangkannya dan membuat Mikha Merona.
"Kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh diwajahnya? Sepertinya tuan Ino sangat tampan jika dilepas kacamatanya. Oh, tidak-tidak .... Kenapa aku berpikiran seperti itu?" pikir Mikha menggeleng-geleng membuat Akira bingung.
"Baik, kita mulai!" Tou dan Fioki saling berhadapan, lalu saling menunduk hormat karena pertarungan resmi antar anggota klan Rein.
Setelah saling salam penghormatan, Fioki menghilang dari pandangannya dan muncul di belakang Tou melesatkan tendangan dengan kaki kiri.
'Bang!' Sensor Tou sudah menangkap keberadaan Fioki. Tanpa menooleh, Tou menangkis hanya dengan ujung telunjuk kirinya.
Tubuhnya merasakan energi yang meluap-luap urat otot di sekujurnya menegang dan seperti melihat gerakan Fioki di matanya melambat serta tendangan itu seringan kapas.
"Aku tak menyangka pil yang tuan Ino berikan padaku, sangat jauh melebihi ekspektasiku. Jika tuan Ino mau memberikannya pada Mikha, bukan tidak mungkin Mikha bisa sekuat diriku saat ini. Atau bahkan melewatiku," batin Tou berdecak kagum.
Fioki seperti memijak angin melompat lebih tinggi dan melakukan tendangan salto, sasarannya dahi Tou. Setelah serangan pertamanya gagal, ia naikan lagi kecepatan dan kekuatannya untuk menghantam Tou.