DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 63 - Ujian Perebutan Gulungan Bagian 3



Akira mengeluarkan satu pil chakra, untuk ditelannya dan mengeluarkan satu pil chakra yang sudah dipotong seperempat untuk membuat pil shinka. Yoru byako yang berwarna hijau juga Akira keluarkan dari dalam ruang penyimpanan di rinnegan merahnya.


Yoru byako dan seperempat bagian pil chakra yang sudah dipotong melayang di atas tangan kiri Akira. Kedua bahan itu meleleh lalu bersatu dan berubah menjadi pil shinka berwarna emas. Akira tidak berani membuat banyak, karena masih takut terjadi kesalahan, karena pil ini adalah pil jenis baru dan juga masih dalam tahap uji coba yang masih perlu dievaluasi.


"Pil shinka ini, aku membuatnya mendadak dan tidak membuat stok banyak. Kalau terlalu banyak hewan mutan bertipe level stealth, menelan pil shinka ini, aku khawatir lepas kendali, apalagi hewanmu itu hasil genjutsu bukan hasil perjanjian kontrak, mengerti!" terang Akira.


"Hmm! Aku paham!" Azura menganggukan kepala lalu menelankan pil shinka pada Seiryu yang sedang berdiri dengan kedua kakinya, meskipun Seiryu memiliki empat kaki tapi ia lebih suka berdiri dengan kedua kaki. "Aku memang memaksamu untuk ikut aku, tapi aku tulus bersahabat denganmu, percayalah! Aku ingin kita bertumbuh bersama."


"Gluk!" Seiryu menelan pil shinka, tubuhnya melayang dan diselimuti aura biru. Tubuhnya membesar setinggi 10 meter dan muncul sepasang sayap iblis, berwarna biru di bagian luar dan warna hitam di dalam. "Groaaaar!"


[Ding]


[Nama Hewan: Seiryu


Level: Suzaku


Tipe: Stealth


Elemen: Angin


Jutsu: Fuha, kaze bāsutosutorīmu, fūsoku sekkai]


Seiryu turun perlahan dan membungkukan badannya, Azura, Reina dan Akira naik ke punggungnya. Seiryu terbang melesat cepat ke arah menara di ujung selatan desa Iwagakure, tempat ujian babak terakhir diadakan.


Dalam babak perebutan gulungan, shinobi yang tersisa terus bertarung memperebutkan gulungan selama 3 hari 3 malam tanpa henti. Stamina mereka benar-benar dikuras habis, hanya mengandalkan pil chakra dan pil hiringu, sudah 8 hari mereka tidak makan.


Hanya ada 10 tim yang lolos termasuk tim Akira yang sudah dahulu tiba. Akira menyimpan 2 pasang gulungan, satu tim yang mempunyai gulungan langit tereliminasi gara-gara Akira membunuh tim Hakuchi yang menyimpan gulungan bumi.


Tim yang lolos, yaitu tim Kirigakure, tim Ottogakure, tim Otsugakure, tim Sunagakure, 2 tim Kumogakure, 2 tim Iwagakure, dan 2 tim Konohagakure.


30 peserta ujian chunin berbaris rapi, begitu mereka berkumpul diizinkan untuk beristirahat satu hari. Semua peserta sudah menyiapkan strategi pada babak akhir ini, yaitu babak pertarungan satu lawan satu.


"Selamat kepada para peserta yang berhasil lolos ke babak akhir, dalam ujian chunin khusus. Kalian adalah para shinobi terbaik dari masing-masing desa yang berhasil sampai tahap akhir. Perkenalkan namaku Aichi, ketua pengawas ujian babak akhir ini, yaitu pertarungan satu lawan satu."


"Aku akan menjelaskan peraturannya. Pertama dilarang membunuh, jika ada yang membunuh akan didiskualifikasi. Kedua hanya boleh membuat lawan pingsan, dan jika lawan menyerah harus berhenti. Ketiga diperbolehkan menggunakan semua jenis jutsu, baik taijutsu, ninjutsu, kinjutsu, dan genjutsu, atau senjata apapun."


"Nama kalian akan diundi secara acak oleh layar monitor di belakangku. Baik pertandingan pertama akan dimulai," jelas Aichi, wanita berambut hitam pendek, berkulit agak kecoklatan, dan berpupil mata hitam legam, dengan bibir merah, serta memakai seragam jonin Iwagakure.


Tringtingting!


Tringtingting!


Tringtingting!


Layar monitor besar mengundi acak, nama-nama peserta dan berhenti. "Pertandingan pertama Akira melawan Akibahara!" teriak Aichi mengumumkan hasil pengundian acak layar monitor. "Mulai!"


Akira dan Akibahara dari tim Ottogakure maju, peserta lain naik ke atas tempat peserta untuk melihat dan mengamati pertandingan keduanya. Mereka menatap lekat Akira dan Akibahara, untuk melihat kelebihan serta kekurangan mereka berdua. Agar jika mereka bertemu dengan Akira bisa mengantisipasi gerakan mereka berdua untuk mengalahkannya.


Akira dan Akibahara meninju telapak tangannya lalu menunduk hormat, belum sempat Akibahara menyerang, Akira sudah muncul di depannya. Akira melayangkan tendangan dengan lututnya tepat di perut Akibahara dan membuatnya terpental menabrak dinding arena hingga retak lalu pingsan.


Shua!


Boom!


Krak!


"Pemenangnya Ryutsuki Akira!" teriak Aichi mengumumkan hasil pertandingan. Akibahara langsung diangkat keluar arena, untuk, untuk mendapatkan perawatan karena tulang belakangnya sedikit retak.


Semua orang yang melihat, menjatuhkan rahang dan membulatkan mata. Karena Akira mengalahkan Akibahara hanya dalam satu pukulan.


Hiyoshi yang sedang menonton di belakang Mizukage Kagura berteriak, "Hai jabrig! Jangan terlalu serius! Lihat hasilnya, lawanmu langsung tumbang. Beri kami pertandingan yang seru dan menegangkan, ini sama sekali tidak ada seni pertunjukannya, sial!"


"Aiiih, kenapa sensei malah menceramahiku?" gumam Akira menepuk jidatnya sendiri. "Sensei! Bukankah keren jika berhasil mengalahkan lawanku dalam sekali serang? Aku tidak serius sama sekali hanya mengeluarkan 1% dari chakraku, kalau aku serius dia sudah mati, sensei!"


"Apa?! 1%?!" semua orang membulatkan mata, beberapa peserta mulai ketar-ketir jika harus bertemu Akira di pertandingan selanjutnya. Tapi ada juga peserta yang menganggap Akira beruntung dan hanya membual.


"Ck, hanya seperti itu saja membuat semua orang kagum. Lihat saja, aku pasti mengalahkannya jika bertemu dengannya nanti," decak Daro dari tim Sunagakure.


Akira naik tangga dan menyandarkan tubuhnya di pembatas besi, Azura serta Reina menyambutnya dengan hangat. "Selamat Akira," kata Reina dan Azura serentak dengan tersenyum ramah.


Akira dalam satu malam membuat alat untuk mendeteksi kemampuan shinobi, mulai dari kecepatan, kekuatan, pertahanan, jumlah chakra, jenis elemen chakra dan jutsu yang sering digunakan oleh target. Hanya berdasarkan radiasi chakra dari dalam tubuh target.


"Reina, Azura, ini adalah alat yang aku buat bernama NG atau naga. Alat ini mendeteksi dan memunculkan analisa seluruh kemampuan pada target yang dituju." Akira menekan tombol pindai pada alat NG yang berbentuk seperti gamebot dan ditujukan pada salah satu shinobi Konohagakure. "Lihatlah statusnya!"


[Glombrang]


[Nama shinobi: Senju Maru


Kekuatan: 35


Kecepatan: 22


Pertahanan: 44


Chakra: 650


Atribut chakra elemen: Air


Level: Chunin 2


Jutsu: Suiton: Mizzu rappa, hahonryu, mizu bunshin, suigadan, mizu no tatsumaki, taijutsu : hachimon tonko gerbang kedua, konoha senpu, konoha daisenpu, konoha reppu]


Suara alat itu sangat keras, membuat semua orang mengalihkan pandangannya sementara pada Akira, "Maaf-maaf, aku sedang mencoba alat buatanku, hehehe." Akira tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu berbicara serius pada Reina dan Azura.


"Jika kamu melawan Senju Maru yang mempunyai serang jarak dekat dan menengah, buat pertahanan absolut dan serang dia dari jarak jauh. Atau pancing dia untuk menggunakan chakranya hingga habis. Meskipun chakranya cukup melimpah tapi dengan jutsu elemen airnya di rank E,D, dan, C, jika dilepaskan terus-menerus maka ia akan cepat kehabisan chakra. Kalian pasti akan tahu apa langkah dia selanjutnya kan?" imbuh Akira bertanya.


"Taijutsu," jawab singkat serentak Azura dan Reina.