DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 23 - Perdebatan Kecil



Akira langsung memberitahukan tujuannya pada penjaga klan Yuki, untuk bertemu Hiro. Akira sama sekali belum pulang ke apartemennya, ia hanya ingin cepat menyelesaikan misi penghantaran bahan makanan ke Otsugakure.


Kedua penjaga mempersilahkan masuk dan menghantarkannya ke rumah Hiro ketua klan Yuki. Aina sedang berlatih dengan Hiro, setelah mengetahui jika Akira sudah lulus dan langsung diberi misi tingkat S, Aina sedikit khawatir dan juga bangga pada Akira.


Aina yang melihat sosok yang ia kenal, tiba-tiba berhenti latih tanding taijutsu dengan Hiro. Mukanya terkena pukulan Hiro, dan terkapar, Hiro dalam melatih Aina tidak segan-segan, bahkan dengan nafsu membunuh yang sangat kuat. Hiro lakukan untuk membentuk Aina yang bermental baja, dan kuat dari tekanan aura membunuh orang lain.


Akira yang melihat Aina terkapar, langsung bergerak cepat dengan kage no suteppu dan sudah berada di depan Aina. "Shosen no jutsu!" tubuh Aina diselimuti aura berwarna hijau dan langsung sembuh seketika.


"Akira benar-benar semakin tampan, aku jadi semakin menyukainya."


Pukulan Hiro sangat kuat hingga membuat Aina retak tulang rusuknya. "Aina, lain kali jangan lalai, tetap fokus pada lawanmu!" bentak Hiro. "Akira sangat cepat dan tanpa aku sadari dia sudah muncul di depan Aina. Tapi kenapa tubuhnya menjadi sangat besar, cepat sekali pertumbuhannya, benar-benar bocah monster."


"I-iya ayah, ma-maafkan Aina." Aina menundukan wajah dengan nada terbata-bata.


Tanpa basa-basi Akira memberikan koper hitam berisi uang 100.000 ryo pada Hiro, untuk menyediakan semua bahan makanan yang akan dikirim ke Otsugakure. "Hiro sama, mohon maaf mengganggu waktunya. Aku ada keperluan pada Hiro sama." Akira menunduk hormat. "Aku ingin membeli hasil pertanian klan Yuki, untuk dikirim ke Otsugakure dan menyewa beberapa jonin klan Yuki untuk menemaniku."


"Otsugakure?!" Hiro membulatkan mata, karena bagi warga Kirigakure, Otsugakure adalah wilayah yang menakutkan.


Akira di ajak masuk ke dalam gedung kecil khusus ketua klan Yuki, lebih mirip kantor untuk menegosiasaikan kesepakatan dengan Hiro. Setelah mendengar semua penjelasan Akira, Hiro memutuskan hanya menyiapkan pesanan Akira. Tapi tidak menyetujui permintaan Akira untuk menyewakan jonin dari klan Yuki untuk menemuinya.


Hiro membawa Akira ke sebuah gudang penyimpanan klan Yuki, para pekerja dari klan Yuki sedang menyiapkan pesanan Akira. Hiro merapal segel tangan, "Hyoton : Dan koshui fuin!" Hiro menempelkan kedua telapak tangannya pada permukaan lantai.


Swiing!


Muncul naga es berwarna biru transparan dari segel lingkaran hitam, lalu menelan semua kotak besar berisi bahan makanan yang dipersiapkan untuk Akira. Naga es itu mengecil perlahan menjadi sebuah batu kristal seukuran bola baseball.


Syuut!


Syuut!


Syuut!


"Itu adalah teknik penyegelan khusus dari klan Yuki. Untuk membukanya cukup menempelkan telapak tanganmu pada bola ini, dan cukup alirkan sedikit chakra dan ucapkan 'kai'. Semua bahan makanan itu akan muncul seketika di depanmu," jelas Hiro. "Maafkan kami Akira, aku tak bisa mengizinkan kamu menyewa jonin dari klan Yuki. Karena takut akan dibunuh oleh shinobi Otsugakure yang terkenal sangat brutal."


"Tidak apa-apa, Hiro sama. Aku mengerti dan paham situasinya, aku akan pergi sendiri ke sana. Terima kasih atas stok bahan makanannya, lain kali aku akan memesannya kembali," kata Akira membungkuk hormat pada Hiro. "Cih, aku tak sudi memesan lagi pada klan Yuki, dasar klan pengecut."


Akira meninggalkan wilayah kediaman klan Yuki, tanpa menoleh sedikit pun pada Aina. Malam ini juga Akira dan Shinichi akan berangkat menuju Otsugakure, ya hanya Shinichi yang mau menemani Akira. Sebenarnya Akira sudah tahu jika Hiyoshi terus mengikutinya kemana pun, tapi Akira membiarkannya, selama Hiyoshi tidak mencegahnya, Akira berpura-pura sama sekali buta atas pengawasan Hiyoshi.


Akira sudah kabur dari Kirigakure bersama Shinichi, saat ini yang bisa Akira percaya hanya Shinichi. Hiyoshi masih terus mengikutinya, hingga sampai di hutan 20 km dari Kirogakure, Akira dihadang oleh kelompok bandit yang cukup terkenal di Kirigakure.


Pemimpin banditnya di tahap Jonin 9, total ada 25 orang bandit yang siap menyergap Akira. Bandit Kujaku terkenal brutal dan tanpa bertanya langsung menyerang targetnya.


"Cih, hanya bandit ingusan," gumam Akira yang sudah menautkan tangan. Shinichi sama sekali tak gentar setelah mendapatkan tangan baru dari Akira, kekuatannya meningkat sampai anbunin 1. "Ryuzugan! Kage no suteppu! Kage no resikikku!"


Bam!


Bam!


Zrash!


Akira hilang dari pandangan, dan langsung menendang kedua puluh empat bandit satu persatu, para bandit itu langsung menjadi bubur darah.


Hiyoshi yang berlutut satu kaki diatas dahan pohon, membulatkan mata melihat Akira membantai 24 bandit tanpa berkedip sama sekali.


"Katon : Goukakyu no jutsu!"


Pemimpin bandit bernama Hizuga melepaskan bola api yang cukup besar dari dalam mulutnya ke arah Akira. "Gakido!" Telapak tangan Akira diarahkan ke depan untuk menghisap bola api, dan bola api itu terserap ke dalam tangan Akira. "Cih, hanya jutsu seperti ini, menyedihkan!"


Slurp!


"Apa?!" Hizuga, Shinichi dan Hiyoshi membulatkan mata, pasalnya itu adalah salah satu kemampuan rinegan. "Ti-tidak mung-mungkin?!"


Akira sudah hilang dari pandangan Hizuga, dan muncul dibelakangnya dengan menghunuskan kunai. "Menyerah atau mati?!" teriak Akira. "Sensei! Keluarlah! Aku tahu sedari tadi kau terus membuntutiku!"


Prok!


Prok!


Prok!


Hiyoshi bertepuk tangan, lalu tubuhnya berkedip dan muncul di depan Akira serta Hizuga. "Kamu hebat Akira, sangat hebat, hehehe. Ya kan Shinichi?" Hiyoshi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi kau guru pembimbing Akira? Dasar muka badak, ck!" Shinichi berdecak kesal melihat Hiyoshi yang merupakan rival abadinya sewaktu masih di akademi.


Shinichi masih chunin karena ditinggal pergi oleh Hiyoshi dan Rui, mereka berdua satu tim bersama Shinichi di tim 1. Hiyoshi yang sangat berbakat, langsung direkomendasikan jonin dan ditarik ke anbu, sedangkan Ichigai Rui yang sangat berbakat di bidang ninjutsu medis direkomendasikan dan ditarik ke balai penelitian medis Kirigakure.


"Kamu yang muka gajah, cih! Sudah lama tapi berhenti mimpinya. Katanya mau jadi Mizukage, nyatanya hanya jadi pandai besi. Ya, meskipun sangat terkenal, aku akui kamu memang hebat muka gajah," cibir Hiyoshi sambil menyunggingkan senyumnya.


"Sudah sensei, paman. Bagaimana dengan bandit ini? Apa aku bunuh saja?" Akira menempelkan ujung kunai lebih lekat lagi pada leher Hizuga.


"Jangan tuan, jangan. Aku lebih baik dipenjara, aku masih ingin hidup. Aku mohon tuan, jangan!" Hizuga terus memohon dan memelas pada Akira dengan raut muka pucat pasi, dan tubuhnya gemetar. Setelah melihat kedua puluh empat anak buahnya mati mengenaskan menjadi bubur darah oleh Akira.


"Bunuh saja Akira, menyusahkan saja bandit ini. Lagian siapa yang suruh mencegat kami, hah!" Shinichi mendekati Hizuga lalu mendorong kepalanya dengan tatapan sinis padanya.