
Akira dan Reina sudah mengganti pakaian mereka berdua.
Reina memakai sepatu boot warna putih panjangnya sepaha, dres mini berwarna putih dengan bagian belakang memanjang selutut seperti jubah, bagian atasnya terbuka dan sarung tangan Raito Hoshi yang memanjang selengan serta memakai bando putih diatas kepalanya, bando di kedua sisinya seperti penutup telinga dengan tanduk berwarna merah muda.
Penampilan Reina bak seorang putri raja yang sangat cantik dan elegan, semua shinobi dan warga Namigakure yang melihatnya terpana, sampai-sampai air liur mereka menetes deras tanpa mereka sadari.
"Benar-benar seorang putri," gumam salah satu anggota klan Renbu tanpa berkedip.
Sedangkan Akira memakai jubah jaket berwarna merah diluar dan garis api hitam dibagian ujung jubah, celananya berwarna hitam. Keduanya tak memakai ikat kepala Kirigakure sudah lama semenjak Akira mendirikan organisasi Senso no Haijo.
Perempuan yang memandang Akira juga menjatuhkan rahangnya, air liur mereka mengalir deras di kedua sudut mulutnya.
"Benar-benar pangeran yang sangat tampan," gumam salah satu pengunjung wanita tanpa berkedip.
Akira menepuk jidatnya sendiri lalu berbisik di telinga Reina, "Hai Reina, kamu memakai baju terlalu mencolok. Lihatlah! Semua laki-laki yang memandangmu sampai meneteskan air liur," tunjuk Akira.
"Terserah akulah. Mereka hanya melihatku, apa kamu cemburu karena mereka menatapku seperti itu. Iri bilang bos! Hmph!" Reina menggembungkan pipinya lalu keluar dari penginapan nenek Gezo, semua mata terus menatap lekat Reina.
"Benar-benar merepotkan punya wanita cantik," Akira menepuk jidatnya sendiri lalu mengejar Reina. "Coba saja, Reina bisa aku bawa ke bumi. Aku yakin semua teman-temanku akan muntah darah karena iri terhadapku, hahahaha."
"Tunggu!" tiba-tiba salah satu jounin elit klan Renbu bernama Renbu Keiko menghentikan Akira. "Maaf, tuan. Sepertinya anda pendatang disini dan seperti seorang bangsawan. Bagaimana kalau anda dan nona ...?"
"Mayumi Masayuki."
"Ya, nona Mayumi dan tuan ...."
"Akihiko Samsara."
"Ya, nona Mayumi dan tuan Akihiko bisa datang ke pesta klan Renbu yang akan diadakan malam nanti. Bagaimana tuan Akihiko dan nona Mayumi?" pinta Keiko.
"Kalau aku bisa membawa bangsawan ke klan Renbu dan bisa bekerja sama. Tentu kontribusiku di dalam klan akan naik, dan aku tak lagi diremehkan oleh anggota klan lain."
"Oh tentu. Aku juga ingin sekali menemui Akimisa hime, dan membicarakan kerja sama dengannya," Akira tersenyum ramah.
"Baik, ini undangan untuk Masayuki hime dan Akihiko sama," Keiko tersenyum sambil memberika gulungan berwarna emas dan diikat dengan pita emas.
Reina yang melihat Akira sedang berbicara pada Keiko hanya terdiam dan memperhatikan. Tentu ia harus bisa belajar tata krama yang baik setelah Akira dan Reina di undang ke pesta oleh klan Renbu.
Sosok Akira dan Reina tentu tidak akan dikenali oleh Yakumo, karena perubahan wajah serta tubuh mereka yang terlalu drastis. Identitas Akira dan Reina juga dirahasiakan setelah mereka berdua masuk ANBU Kirigakure di bawah naungan langsung Mizukage Kagura.
"Terima kasih," Akira dan Reina menunduk hormat sambil tersenyum puas.
"Mereka berdua bangsawan yang sangat ramah dan sopan. Akimisa hime pasti akan sangat senang."
•••
10 jam kemudian.
Akira menggandeng Reina dan berjalan perlahan melewati pintu gerbang kediaman klan Renbu.
"Mari ikuti saya, Akihiko sama!" Keiko berjalan di depan Akira dan Reina menuju bagian dalam aula kediaman klan Renbu yang sangat megah.
Setelah kehancuran klan Satoshi, klan Renbu menjadi klan nomor satu di Namigakure. Kegagalan Mishima melakukan kerjasama dengan klan lain, menghambat klan Satoshi untuk bangkit dari keterpurukan.
Kini klan Satoshi hanya mengandalkan kerja sama dengan organisasi Senso no haijo. Secara kekuatan militer klan Satoshi memang tak terkalahkan di Namigakure setelah mendapat pasokan sumber daya dari Akira, tapi secara keuangan klan Satoshi masih mengalami keterpurukan dan menjadi klan peringkat terakhir di Namigakure.
Akira berjalan perlahan dan menggandeng Reina sambil terus tersenyum ramah, menyapa setiap orang di depannya.
"Untung saja sewaktu dibumi aku pernah membaca buku tentang tata krama seorang bangsawan. Tak kusangka itu akan sangat bermanfaat, hehehe."
Akira dan Reina sampai di depan seorang wanita yang sangat seksi dengan ukuran dada E cup lebih besar sedikit dari Reina, memakai gaun pesta berwarna kuning, rambut keriting berwarna kuning, kulitnya agak coklat eksotis dengan tanda silang di pipi kanannya, pupil matanya berwarna hitam pekat.
"Perkenalkan Animisa hime, ini adalah Akihiko sama dan Masayuki Hime ingin bertemu dengan anda, Animisa hime," tunjuk Keiko dengan ibu jari ke Reina dan Akira.
"Senang berkenalan dengan anda, Animisa hime," Akira menunduk hormat dengan tersenyum rahmat.
"Senang berkenalan dengan anda, Animisa hime," Reina menunduk hormat dengan tersenyum rahmat. "Kami langsung saja, ingin menawarkan beberapa senjata buatan Yoroi corporation."
"Nama yang bagus Reina. Kamu sangat cerdik," kata Akira melalui telepati.
Yakumo terus menatap lekat Akira dan Reina dari jarak 10 meter, ia sedang menikmati minuman jus mangga.
"Siapa mereka berdua? Sepertinya dari klan bangsawan?" gumam Yakumo menenggak minuman jus mangga di tangan kanannya.
"Anda benar-benar terlalu terus terang, Masayuki hime. Aku sangat menyukainya, hahaha," Animisa tertawa puas. "Mari kita bicara di dalam!"
Ada banyak klan kecil yang ingin bekerja sama dengan klan Renbu, tapi mereka hanya mengamati dan menyeringai kesal. Karena mereka sudah mengantri tapi malah diacuhkan dan Akira serta Reina yang baru datang malah di dahulukan.
"Sial, siapa sih mereka berdua. Berani-beraninya melangkahi klan Ozuru, benar-benar cari mati," gumam Ozuru Ouru ketua klan Ozuru dari Namigakure merupakan klan peringkat kesepuluh di Namigakure.
"Silahkan duduk!" Animisa melambaikan tangan untuk mempersilahkan. "Apa yang ingin anda tawarkan Masayuki hime dan Akihiko sama."
Tanpa basa basi Akira mengeluarkan 1 butir pil chakra dan satu gulungan kecil dari saku bagian dalam jubahnya.
"Aku harus berkorban satu butir pil chakra demi mendapatkan patung gedo mazo, benar-benar merepotkan, overbye!"
"Silahkan dicoba, Animisa hime! Itu adalah pil chakra buatanku, efektifitasnya 100%," Akira tersenyum ramah.
"Gluk!" tanpa basa-basi Animisa menelan pil chakra yang diberikan oleh Akira dan merasakan chakra di dalam tubuhnya meluap-luap.
Boof!
Ada ledakan di dalam wadah chakranya, karena Animisa naik ke level Jinchurikinin 2, Animisa adalah seorang jinchuriki ekor 7 Choumei.
"Benar-benar luar biasa!" raut wajah Animisa berbinar-binar, "Apakah Akihiko sama mempunyai banyak stok pil chakra yang diberikan padaku barusan?" tanya Animisa dengan raut muka penuh minat, setelah merasakan efek pil chakra itu.