
Perubahan tatapan mata Arashi berubah 180 derajat ketika melihat Akira berada di samping Azura. Tentu saja tatapan yang penuh dendam, setelah mengetahui jika Akira adalah putra Ryuki. Alasannya karena Arashi menginginkan jabatan ketua atau patriark klan Uchiha. Otomatis jika keturunan dari Uchiha Ryuki sudah maka anaknya baik perempuan atau laki-laki akan menjadi pewaris pimpinan tertinggi klan Uchiha.
"Azura, ikut aku!" Arashi mendekati Azura dan menarik lengan kanannya. Kemudian melanjutkan dengan membawa Azura keluar dari restoran, "Kamu harus melapor pada Hokage hime, tentang kamu tak kembali ke Konohagakure setelah ujian chunin."
"Tunggu senpai!" Akira berjalan cepat menyusul mereka berdua dan menarik lengan kiri Azura. Tarik-menarik tangan Azura pun terjadi bak film india, "Lepaskan senpai! Apa anda lupa jika Azura sudah menjadi bagian timku dan kembali ke Kirigakure. Anda tidak berhak membawanya."
"Berani kau bocah!" Arashi melepaskan pegangan tangan pada lengan kanan Azura, mangekyou sharingan bermotif 5 segitiga hitam kecil menempel di setiap ujung pupil mata Arashi, raut wajahnya menyeringai geram. Tubuhnya diselimuti Susano'o bentuk pertama yang berbentuk tulang berwarna emas, tangan kanannya memukul Akira.
"Boom ...!" Akira yang kurang siap dan kurang waspada terpental menabrak dinding dapur restoran Subaru, bahkan menembus keluar hingga menabrak gedung belakangnya.
"Cuih!" Akire meludahkam darah segar dari mulutnya dengan tersenyum sinis. "Hebat juga mangekyou sharingan miliknya. Sampai-sampai aku lupa mengaktifkan jutsu kamui, sial! ... tapi hebat juga ya level sannin 9. Dengan doujutsu Ryuzugan, jutsu hiraishin, taijutsu kagekami, dan dua teknik berpedang levelku hanya setara sannin 9 saat ini."
"Coba saja chakra Enenra tidak ditarik kembali oleh kadal buduk itu, aku akan dengan mudah membunuh Arashi," gumam Akira, dan mencoba bangkit untuk mengejar Arashi yang membawa Azura yang belum stabil kondisi tubuhnya.
Arashi membawa tubuh Azura dengan digenggam oleh tangan Susano'o miliknya. Semua polisi Konoha tidak ada yang berani mendekat, bahkan jounin elit dan ANBU Konohagakure pun mundur. Setelah melihat Susano'o Arashi, mereka mempertimbangkan keselamatan warga daripada berurusan dengan Arashi yang mampu membentuk Susano'o dalam bentuk sempurna dengan keempat sayap dan senjata tombak.
"Swush ...!"Susano'o Arashi terbang ke arah hutan kematian membawa Azura. "Hahahaha ... aku akan menikmati tubuhmu yang molek itu disana, hahaha ...." Arashi menunjuk ke arah hutan kematian dengan menyeringai jahat dan kehilangan akal warasnya.
Selama ini yang membuat ia bisa mengktifkan mangekyou sharingan karena Sarada terus menekan dirinya. Kebenciannya terhadap Sarada, Ryuki, Boruto dan semua yang berhubungan dengan klan Uchiha, memicu kebencian dan dendam yang mendalam, hingga mata mangekyou sharingannya aktif.
Mata Akira berkeliling mengamati keadaan, rupanya Susano'o Arashi hilang dari pandangan karena sudah Arashi hilangkan dan masuk ke dalam dalam hutan kematian.
Arashi sudah membuka kaos bermotif Uchiha di punggungnya dan rompi hijau, dadanya yang bidang serta kekar terlihat sangat jelas dengan kulit putih pucat. Wajah Arashi memang cukup tampan di usianya yang cukup dewasa berumur 20 tahun. Arashi menyobek-nyobek baju Azura hingga koyak, yang tampak dari tubuhnya hanya dua gunung kembar dan hutan belantara, kulit tubuhnya semulus giok, siapapun yang memandangnya pasti nasfu birahinya memuncak.
Azura yang sudah di pukul Arashi, kondisinya saat ini pingsan. Dengan begini, Arashi bisa bergerilya memegangi setiap lekukan tubuh Azura secara bebas tanpa penolakan.
"Aku sudah tak peduli lagi denganmu. Meskipun kamu adalah muridku. Tapi aku akan memperkosamu hingga hamil dan aku rela bertanggung jawab untuk menikahimu, hahahaha ...." Arashi menepuk-nepuk dadanya yang bidang dengan penuh kemenangan, seakan mendapatkan predikat shinobi terkuat di dunia dan tak ada yang bisa mengalahkannya.
Bang!
"Brak ...!" Arashi terpental sangat jauh, tubuhnya menabrak beberapa pepohonan. "Sialan! Aaaaargh ...!" Arashi mengerang dan menyeimbangkan tubuhnya, sebelum ia menabrak pohon besar, kakinya berhasil bergesekan dengan permukaan tanah untuk menghentikan laju tubuhnya sendiri.
"Swush ...!" Secepat kilat Akira menghisap tubuh Azura ke dalam dimensi kamui, supaya Akira fokus bertarung dengan Arashi. "Ryuzugan!" Mata sharingan 7 tomoe hitam, byakugan 7 tomoe putih dan rinne sharingan merah dengan 12 tomoe hitam muncul didahi Akira serta terbuka lebar kelopak matanya. "Aaargh ...!"
"Aaargh ...!" Arashi melesat cepat ke arah Akira dan begitu juga sebaliknya, mereka berdua sama-sama mengerang keras.
"Bam ...!" Suara pukulan beruntun terdengar dari kepalan tangan Arashi dan Akira yang terus beradu. Kekuatan mereka berdua seimbang meskipun beda 8 level, Akira di level sannin 1 dan Arashi di level sannin 9.
"Aku akan perlihatkan kekuatan leluhur Ryutsuki, Amaterasu!" Akira memfokus mata rinne sharingan ke arah Arashi untuk menembakan api hitam ke dadanya.
"Aaaaargh ...! Jutsu yang bodoh, Susano'o!" Arashi menyelubungi tubuhnya dengan susano'o mode kedua, setengah badan dengan armor penuh. Tangan kanan Susano'o disilangkan untuk melindungi api hitam yang mengarah ke dadanya.
"Swush ...!" Api hitam itu mengenai tangan kanan Susano'o mode kedua dan membuatnya perlahan hancur seperti pecahan kaca. Tangan kiri Susano'o memunculkan siluet tombak berwarna emas lalu dilemparkan ke arah Akira.
"Cwiwiw!" Tombak menembus tubuh Akira karena menggunakan jutsu kamui. Siluet tombak menghantam permukaan tanah, hingga meledak dan mengualrkan suara yang sangat besar. "Boom ...!"
"Cwuszh ...!" Akira berpindah tempat menggunakan jutsu hiraishin ke depan kepala Susano'o yang sudah ia taruh segel bulatan kepala naga di atas kepala Arashi.
"Kyukokyu no kiku!" Akira mengumpulkan chakranya di kaki kanannya, lalu diangkat tinggi-tinggi dan dihantamkan ke kepala Susano'o Arashi, hingga kepala Susano'o itu bukan lagi retak tapi pecah. Kaki Akira terus meluncur dan siap menghantam kepala Arashi.
"Bang ...!" Arashi menyilangkan tangan dan menahan hantaman kaki Akira sekuat tenaga sampai-sampai mengeluarkan 60% chakranya. "Sial, taijutsu macam apa ini? Sangat kuat sekali bahkan kekuatannya melebihi taijutsu hachimon tonko gerbang kesembilan," batin Arashi menyeringai kesal. "Aaaaargh ...!"
"Boom ...!" Yoda dalam bentuk jinchuriki ekor empat dari dalam portal hitam menembakan bijuudama ke arah Akira untuk menghentikan tendangannya yang hampir saja melukai Arashi.
Akibat serangan mendadak itu, Akira terpental karena terkena ledakan gelombang kejut bijuudama. Namun dalam sepersekian detik, Akira mampu berteleportasi dengan jutsu hiraishin ke kamarnya yang sudah terpasang segel bulatan kepala naga.
"Huff ... huff ... huff ..., guhak! Guhak! Guhak!" Nafas Akira tak beraturan, kemudian memuntahkan tiga teguk darah dari mulutnya. Hokage Sarada yang sudah pulang dan mendengar suara keras Akira memuntahkan darah segera berlari ke lantai dua, menuju ke kamar Akira dengan menaiki tangga.