DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 171 Balas Dendam



"Chakra siapa ini?! Kenapa begitu sangat besar?!" Sanjozu yang sedang terbang menggunakan wing jetpack diikuti Arashi dan 98 shinobi Yon Kingu melebarkan mata.


Akira berlari ke arah 100 shinobi yang tadinya berlari tiba-tiba terbang menggunakan wing jetpack.


Dengan menarik gagang Ryutaiga secepat kilat dan mengalirkan chakra aura merah kehitaman padanya, Akira melesat cepat.


'Shua!'


[Selamat, host mendapatkan 100 poin karena menggunakan salah satu jutsu tenseigan]


Akira mencoba membentuk rasengan di tangan kirinya, sambil terus melesat cepat ke arah 100 shinobi Yon Kingu. "Akan aku coba apakah jutsu ini juga tidak bisa aku gunakan?" pikir Akira menyeringai tajam.


Ternyata Akira masih bisa membuat rasengan, lalu disatukan dengan atribut elemen angin dan chakra senjutsu. "Senpo: Fuuton, rasenshuriken!"


Putaran shuriken berdiameter 20 meter terlihat jelas dari ketinggian 300 meter. Akira berhenti sejenak dan sekuat tenaga melempar rasenshuriken tersebut.


'Swiiiing!'


"Menghindar, kita diserang tiba-tiba!" Sanjozu berteriak, tapi sayang laju rasenshuriken terlalu cepat dan berhasil menghantam 80 shinobi hingga meledak dan membuat tewas mereka seketika.


'Booom!'


Arashi membentuk Susano'o sempurna berwarna emas dengan membawa kedua tombak dan menangkap Sanjozu. Karena Arashi sekarang adalah anggota Kyu Zenpan-teki.


'Swuush!'


Gelombang kejut dan fluktuasi udara menghempaskan 18 shinobi Yon Kingu, hingga merusak wing jetpack mereka dan terjatuh dari ketinggian 300 meter.


'Grrrrrr!'


Getarannya terasa hingga markas utama Senso No Haijo. Keiko merasakan chakra yang sangat banyak mengarah ke markas dan tak asing baginya, "Sepertinya Akira sama sedang bertarung dengan shinobi Yon Kingu," gumamnya.


"Akira sama. Jika ingin membunuh shinobi Yon Kingu, hancurkan kepala mereka, itu kelemahannya karena mereka semua telah menyuntikan sel Kitana pada tubuh mereka," sambung Keiko melalui komunikasi telepati.


'Bug! Bug! Bug!'


18 shinobi Yon Kingu terjatuh ke permukaan tanah, dan tewaa seketika dengan tubuh hancur lulu lantak. Satu nafas kemudian, luka-luka tersebut pulih dan mereka hidup kembali.


Mata Akira melebar melihatnya, "Terima kasih Keiko. Informasimu sangat penting, dan apa yang kamu katakan benar," balas Akira mengangguk pelan melalui komunikasi telepati. Kemudian melanjutkan merapal segel tangan dengan tangan kirinya saja, "Shibuki no jutsu!"


Bilah Ryutaiga tertulis segel peledak, lalu Akira melesat cepat ke arah 18 shinobi Yon Kingu yang berlevel Jinchurikinin 1. Arashi dan Sanjozu masih berada di atas langit serta Susano'o milik Arashi terbang lebih tinggi. Mereka berdua mengamati Akira dari kejauhan.


"Chkara ini adalah chakra Akira, aku sangat mengenalnya," tegas Arashi dengan sorot mata yang tajam.


"Kamu benar." Sanjozu mengangguk pelan, dengan tersenyum licik. "Kita tidak perlu lagi mencarinya, ular sudah datang sendiri pada elang yang sedang lapar, hahahaha ...."


"Katon: Goukakyu no jutsu!"


"Suiton: Mizukyu no jutsu!"


"Raiton: Raikyu no jutsu!"


"Futon: Shiku taigokyu!"


"Doton: Ganchuuso!"


Akira telah mendekati 18 shinobi Yon Kingu tapi mereka langsung menyerangnya. "Fuujutsu kyuuin!" Akira berhenti dan mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan untuk menyerap semua ninjutsu yang dilepaskan 5 orang shinobi Yon Kingu serentak


[Selamat, host mendapatkan 100 poin karena menggunakan salah satu jutsu rinnegan]x5


'Syuut!'


"Ti-tidak mungkin?!" 18 shinobi Yon Kingu serentak matanya membulat, terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini. Ditambah lagi level Akira saat ini tidak bisa dideteksi.


"Futon: Teppoudama!" 10 shinobi Yon Kingu masih belum puas dengan apa yang mereka lihat saat ini dan merapal segel tangan. Dari mulut mereka, serentak menembakan puluhan ribu peluru angin yang sangat cepat.


"Kalian memang benar-benar bodoh, mau melawan rinnegan milikku. Fuujutsu kyuuin!" Akira kembali menyerap semua ninjutsu tersebut ke dalam bola pelindung transaparan tipis.


'Syuuut!'


Semua peluru angin itu terhisap dan tak ada yang tersisa. Setelah Akira menyerap semua jutsu mereka, mental mereka mulai jatuh dan bersiap menyerang Akira dengan taijutsu karena ninjutsu tak mempan pada Akira.


[Selamat, host mendapatkan 100 poin karena menggunakan salah satu jutsu rinnegan]x10


[Selamat host mendapatkan jutsu Ningendo]


Akira yang melihat layar hologram biru menepuk jidatnya sendiri, "Sial! Kenapa jutsu mencari informasi yang aku dapatkan. Tapi baiklah, mungkin akan berguna nantinya," gumamnya.


18 shinobi melesat cepat ke arah Akira dan menyelimuti tangan mereka dengan chakra senjutsu yang mereka dapat dari sel Kitana.


'Swush! Swush! Swush!'


Akira menghindari setiap pukulan mereka dengan mudah, tapi pukulan itu juga mengeluarkan fluktuasi udara berupa hempasan angin beserta gelombang kejut.


Akira terpental cukup jauh, namun masih bisa memyeimbangkan badannya dan menumpu pada Ryutaiga yang ia tancapkan ke permukaan tanah. Walaupun tercetak goresan akibat Ryutaiga tertarik cukup jauh oleh Akira yang bertahan dengan bilah pedang tersebut.


'Sraaak!'


Akira menumpu pada kedua kakinya dan menyunggingkan senyum, "Hebat juga sel Kitana itu. Shinobi lemah seperti mereka bisa menggunakan chakra senjutsu." Lalu melesat cepat dengan kecepatan penuh.


'Shua!'


Tanpa matanya berkedip, secepat kilat, Akira menebas 18 shinobi Yon Kingu satu persatu. Kepala mereka beterbangan dan meledak terkena tebasan Shibuki no jutsu yang bisa meledak ketika menebas target.


'Boom! Boom! Boom!'


Suara ledakan beruntun terdengar sangat keras, Arashi mulai meluncur ke arah Akira dengan kedua sayap Susano'o miliknya dikepakan sangat cepat.


'Swuush!'


Tersisa satu kepala shinobi yang masih utuh, 17 lainnya sudah hancur menjadi kabut darah akibat ledakan tebasan Shibuki no jutsu.


Satu nafas kemudian, kepala shinobi itu menumbuhkan badan dan hidup kembali.


Tanpa pikir panjang, Akira melesat cepat ke arah shinobi Yon Kingu yang baru bangkit dan mencengkram kepalanya.


"Ningendo!" Akira mencari informasi tentang Yon Kingu dari pikiran shinobi Yon Kingu. Kemudian menarik ruhnya keluar dan tewas seketika dengan mulut menganga, serta mata melebar, "Jadi kalian mau menyerang Namigakure 2 hari lagi dan memusnahkan Hoshigakure saat ini. Takan kubiarkan."


Arashi yang terbang cepat, melemparkan salah satu tombak Susano'onya. Akira menangkis dengan pedang Ryutaiga untuk membelokan serangan tombak tersebut.


'Trang! Sriiing!'


Bilah pedang dan ujung tombak yang besar tersebut bergesekan hingga berbunyi sangat keras. Ujung tombak itu berhasil dibelokan sangat mudah dan terpental jauh, lusinan meter dari tempat Akira berdiri.


'Grrrr!'


Permukaan tanah dalam radius 200 meter bergetar hebat, seperti terkena gempa 2.2 skala richter.


Akira menyunggingkan senyumnya dan merapal segel tangan dengan tangan kirinya, "Kurikiribochou no jutsu!" Bilah pedang Ryutaiga berubah memanjang 1.8 meter dan agak melebar 25 cm.


Akira sangat mudah memegang Nodachi yang panjang dan besar tersebut. Walaupun beratnya meningkat hingga 20 kg.