DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 198 Tenseigan Kugutsu No Jutsu



"Apa yang sebenarnya terjadi?! Kekuatan apa ini?!" Kelima anggota klan Zikawa tersentak kaget setelah melihat ribuan manusia pohon, golem tanah, golem batu dan golem batu mengepung mereka.


"Raiton No Yoroi!"


"Raiton: Ikazuchi No Kiba!"


"Raiton: Raikou Oonami!"


"Raiton: Shichu Shibari!"


"Raiton: Gian Yari!"


Kelima anggota klan Zikawa melompat tinggi ke udara, Zikawa Doi menyelimuti tubuhnya dengan elemen petir. Rahangnya dikeraskan dan otot-ototnya ditegangkan lalu melesat ke arah kerumunan manusia pohon.


Zikawa Hoi menembakan petir ke awan dan dari awat keluar aliran petir yang sangat besar menghantam kerumunan golem tanah dan meledak keras.


Disusul Zikawa Goi meluncur ke permukaan tanah, dengan kedua tangan yang sudah dialiri petir yang bergemericik.


Lalu sekeras mungkin ketika sudah menyentuh permukaan tanah dihentakan kuat-kuat.


Aliran petir merambat, menyebar ke permukaan tanah dan menyambar setiap kerumunan golem tanah, golem pasir, golem batu dan manusia pohon, hingga menimbulkan ledakan beruntun.


Langkah kaki Zikawa Jou seperti memijak angin, ia melangkah lebih tinggi dan merapal segel tangan. Untuk memunculkan empat pilar yang menyambarkan petir bertekanan tinggi ke berbagai arah.


Targetnya, tentu saja kerumunan golem tanah, golem pasir, golem batu dan manusia pohon.


Zikawa Nai merapal segel tangan di udara, dari mulutnya keluar aliran petir berbentuk tombak dan disemburkannya beruntun.


'Zdash-zdash!' Suara rentetan sambar petir menyambar kerumunan golem tanah, golem pasir, golem batu dan manusia pohon.


Kepulan asap tebal menghalangi pandangan disertai asap yang menjulang ke langit.


Mereka berlima menyerang dengan kekuatan penuh untuk menghabisi golem tanah, golem pasir, golem batu dan manusia pohon.


"Benar-benar bodoh, kalian pikir itu hanya Kugutsu biasa? Itu adalah chakra Tenseigan jadi tidak akan mudah dihabisi, ha-ha ...."


Akira melayang di udara dan tertawa jahat melihat semua Kugutsu buatannya sama sekali tak bergeming dihantam lima jutsu petir bertegangan sangat tinggi.


Kelima anggota klan Zikawa mendekat dan saling memunggungi, nafas mereka juga tersengal-sengal. Mereka terkejut setelah melihat Kugutsu milik Akira tetap tak bergeming setelah hantaman keras 20 % chakra elemen petir.


Kepulan debu mereda, "Apa?! Bagaimana mungkin?!" Doi melebarkan mata.


"Apa-apan monster-monster itu?!" Jou membulatkan mata dan menjatuhkan rahang.


"Sepertinya kita terlalu meremehkan dokter itu." Nai membanting pandangannya ke bawah penuh kepasrahan.


"Kita gunakan jutsu itu untuk menghabisinya. Jika kita mati, maka dia harus mati." Goi memberikan usul dan masih bersemangat dan optimis bisa mengalahkan Akira.


"Jangan bodoh, lebih baik kita kabur," sergah Hoi membantah usulan Goi dan Nai.


Mereka akhirnya memutuskan melawan dengan memanggil siluman kontrak dan merapal segel tangan serentak, "Kuchiyose No Jutsu!"


Kedua telapak tangan mereka dihentakan ke permukaan tanah dengan berlutut satu kaki. Lalu memunculkan lima segel pemanggilan, dan muncul lima kepulan asap yang sangat tebal.


'Boof-boof!' Muncul Kelabang petir, Tikus petir, Ular petir, Elang petir dan juga Harimau petir.


[Selamat, host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra dengan menggunakan salah satu jutsu tenseigan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


"Aku terlalu lama meladeni mereka. Lebih baik aku habisi saja. Haze No Kusari!"


Akira mengeluarkan rantai berwarna ungu untuk menjerat kelima siluman panggilan yang dimiliki kelima anggota klan Zikawa dan menyerap chakra mereka sampai mati.


Tubuh hewan itu langsung mengering menjadi pipih lalu hancur menjadi debu daj diterpa angin.


Sontak kelima anggota klan Zikawa tersentak kaget bukan main.


Mental mereka langsung jatuh dan mempengaruhi kondisi tubuh mereka yang langsung berlutut lemas. Mereka akhirnya mati dikeroyok dan dipukuli oleh kawanan monster milik Akira.


'Ctak!' Akira menjentikan jari dan menghilangkan ribuan kawanan monster yang ia bentuk menggunakan chakra Tenseigan.


Tubuhnya melayang cepat ke arah lima mayat klan Zikawa yang hampir hancur tubuhnya.


Untung saja kepala mereka masih utuh, karena Akira membutuhkan Kelima pasang mata Takagan.


Akira langsung mengambil kelima pasang mata itu dan menyimpannya ke inventori sistem, "Aku akan bereksperimen dengan data dari Klan Zikawa. Mungkin aku akan memberi Azura misi untuk mencari informasi," kata Akira menyeringai dan melemparkan jutsu Ginrin Tensei Baku.


Akira membuat beberapa bola cakra yang membentuk lingkaran kemudian meledak dan menciptakan tornado besar ketika dilemparkan ke arah kelima anggota klan Zikawa.


'Boom!' Kepulan asap dan debu menjulang ke langit membentuk jamur. Bersamaan itu pula Akira segera melesat ke arah sungai Kumoshiri.


[Selamat host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra dengan menggunakan salah satu jutsu tenseigan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x2.


[Selamat, Tenseigan naik level menjadi 4 tomoe]


Akira menambah kecepatan 100% dan menempuh jarak 10 km hanya 2 menit. Dia sama sekali tidak menghiraukan jika mata Tenseigan sudah bertambah satu tomoe.


Tapi sayang begitu tiba disana, Akira yang sudah menyimpan Muramasa, mendapati Tsubasa sudah terluka parah dengan tubuh bersimbah darah.


"To-tolong," lirih Tsubasa sudah memejamkan mata dan tulangnya retak di sana-sini. Bahkan ia sedang dalam sekarat.


"Gawat, aku harus cepat." Akira melebarkan mata dan melesat cepat kembali setelah sampai di salah satu dahan pohon dekat air terjun Kumoshiri.


'Shua!' Akira secepat kilat tiba di samping tubuh Tsubasa yang terkapar bersimbah darah. "Tuan, bertahanlah. Shousen no jutsu!" Akira menempelkan kedua telapak tangannya untuk mengalirkan chakra penyembuhan.


Tubuh Tsubasa diselimuti aura hijau pekat, Akita tidak main-main, menolong Tsubasa dengan kekuatan penuh dalam penyembuhan ia semuanya kerahkan.


"Tuan, bertahanlah tuan. Jangan mati tuan!" Akira berteriak panik, karena kondisi Tsubasa semakin buruk. "Aaaargh ...! Ninpo Sozo Saizei: Byakugo No Jutsu! Saibo No Kasseijutsu!"


Kedua matanya difokuskan untuk merubah seluruh struktur sel di dalam tubuh Tsubasa. Hanya dalam hitungan detik seluruh tulangnya menyatu dan organ vitalnya yang terluka parah kembali prima.


Di dalam wadah chakra Tsubasa seperti ada gelombang kejut dalam skala besar yang membuat ledakan teredam.


Akira benar-benar membuat Tsubasa menjadi manusia baru dengan level Kagenin 1.


Detak jantung Tsubasa normal, mode chakra Tenseigan langsung melemah. Bukan karena kehabisan chakra, tapi Akira benar-benar kehabisan stamina.


Akira menautkan tangan, "Ryuton: Kage Bunshin No Jutsu! Shisienjin!"


'Boof-boof!' Muncul 4 bunshin milik Akira lalu menyebar membentuk persegi. Mereka berempat menangkupkan tangan hingga berbunyi suara 'Plak!' yang sangat keras.


Lalu membentuk dinding transparan, untuk melindungi Akira dan Tsubasa. Takut Gori akan kembali dan menghabisi mereka berdua di saat Akira kelelahan dan Tsubasa tak sadarkan diri.


.