DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 111 Penyergapan III



Raikoha yang cukup besar mengenai Anamo dan meledak. Gelombang kejutnya memotong tubuh Anamo dan 4 tubuh ninja Kusagakure menjadi empat bagian. Denji segera menyelubungi 15 gulungan berukuran sedang dan mengggerakannya ke bagian barat untuk dikumpulkan.


"Akhirnya misi ini selesai," gumam Denji menyandarkan tubuhnya disamping batu besar dekat gunungan gulungan berisi sumber daya, totalnya ada 45 gulungan. "Untuk sementara aku akan beristirahat disini sambil menunggu kabar dari Akira sama."


***


Di perbatasan Iwagakure dan Takigure.


Akira menautkan tangan, "Ryuton: Doryuuheki!" lalu menghentakan ke permukaan tanah.


Graaag!


Dinding tanah terbentuk menutup akses jalan ke arah pos perbatasan Iwagakure. 5 jounin elit Takigakure berlevel sannin 1 membawa 1 gulungan besar di pinggangnya, gulungannya berwarna hijau pekat.


"Sial, ada yang menghalangi jalan kita. Shinobi sinting mana yang berani melakukannya! Sungguh shinobi bodoh!" rutuk Jino kapten tim ekspedisi Takigakure.


"Dia berada di atas bukit, kapten. Biar aku yang mengurusnya," Amigo berlari miring 90 derajat melewati dinding bukit yang menjulang tinggi.


Tap!


"Bagus, salah satu dari mereka ke arahku," Akira menautkan tangan. "Ryuton: Gouka mekakyu!"


Swush!


Akira menyemburkan api yang sangat besar dari mulutnya, bukan hanya besar api yang disemburkan olehnya, tapi juga bertekanan tinggi.


"Sial, cepat buat dinding tanah berlapis! Yang menyerang kita bukan Shinobi biasa!" Jino berteriak sambil merapal segel tangan, "Doton: Douryuheki!"


Ketiga jounin elit yang berada disekitar Jino juga merapal segel tangan, "Doton: Douryuheki!"


"Bodoh, malah aku akan membakar gulungan itu, kamui!"


Akira memindahkan gulungan besar di pinggang Amigo ke dimensi kamui, sebelum terkena semburan apinya sendiri.


Tubuh Amigo sudah menjadi tulang kering berwarna hitam legam terkena terjangan semburan api kira yang melesat cepat dan menyebar ke arah Jino serta 3 jounin elit Takigakure.


Grag!


Empat lapis dinding tanah, terbentuk didepan Jino dan jounin elit Takigakure, menghalangi semburan api Akira.


"Sial, shinobi macam apa yang melepaskan jutsu katon sehebat ini. Badanku terasa panas, kita tak bisa menahannya lagi," kata Jino dengan raut muka meringis kesakitan.


Efek Ryugan pada jutsu meningkatkan daya rusak jutsu yang dilepaskan oleh Akira menjadi 10 kali lipat dari jutsu gouka mekakyu milik Uchiha madara.


Boom!


Empat dinding tanah hancur, Akira memfokuskan mata sharingannya untuk memindahkan 4 gulungan besar dipinggang Jino dan 3 jounin elit Takigakure sebelum terbakar ke dimensi kamui.


Swush!


"Gawat! Gulungannya menghilang, aaaakh!" Jino dan 3 jounin elit terkepung api lalu memekik keras. Tubuh mereka terbakar hingga menjadi tulang belulang berwarna hitam legam.


"Misi selesai," Akira tersenyum puas.


"Denji! Denji!" panggil Akira melalui telepati, "Bagaimana tugasmu sudah selesai!"


"Lama sekali Akira sama mengabariku, sudah satu jam aku menunggu. Tentu saja sudah selesai, ayo pindahkan aku ke tempat Akira sama," balas Denji melalui telepati.


"Baik, Akira sama!" balas Denji melalui telepati.


Tangan Denji ditempelkan ke salah satu gulungan berisi sumber daya, Akira mengaktifkan segel ryuko no juin dari jarak jauh. Segel kutukan bermotif kepala naga di kelilingi tujuh magatama bersinar terang di tengah dada Denji. Lalu menyebar membentuk garis segel karma, dan segel formasi di permukaan tanah dimana gunungan gulungan itu tertumpuk.


"Hiraishin no jutsu!"


Cwuszh!


Akira memindahkan Denji sekejap mata ke samping dirinya, "Huft ... huft ... huft ... jutsu perpindahan ini menguras 95% chakraku," nafas Akira tak beraturan lalu menelan satu butir pil chakra yang ia keluarkan dari inventori sistem, "Gluk!"


"Akira sama, kamu tidak apa-apa?" raut muka Denji sangat khawatir melihat Akira nafasnya tak beraturan dan berlutut lemas satu kaki. "Apakah ada yang bisa aku lakukan?"


"Tidak apa-apa Denji, aku hanya kelelahan karena chakraku terkuras saja," Akira tersenyum lalu menghisap semua gulungan yang dibawa Denji dengan rinnegan merah di telapak tangan kanannya.


Slurp!


"Terus selanjutnya bagaimana, Akira sama?" tanya Denji.


Akira terdiam lalu mengeluarkan satu gulungan besar, dan mengeluarkan semua gulungan yang berhasil dikumpulkan oleh Akira dan Denji termasuk yang berada di dimensi kamui.


Semua isinya Akira pindahkan pada satu gulungan jumbo, sepanjang 3 meter dan tebal gulungan 2 meter. Gulungan itu terhampar 50 meter dan menghisap semua isi di dalam gulungan lain lalu menutup, dan terhisap ke dalam rinnegan merah di telapak tangan kanan Akira.


"Semuanya sudah selesai, sekarang kita akan pergi ke Iwagakure. Ayo!" Akira melambaikan tangan. Lalu membalikan badan ke Denji, "Oh ya lupa, ganti pakaianmu kita akan datang ke Iwagakure menemui Tsuchikage sebagai anggota Senso no haijo versi putih, hehehe."


"Siap, Akira sama," Denji menganggukan kepala lalu menekan tombol di telinga kanan topeng cyborg Sora Kiba.


klik


Seragam Denji dan Akira juga berubah menjadi seragam rikudou sennin, jubah berwarna putih dengan kerah hitam dan memakai celana hitam. Di ujung lengan bagian tangan ada 6 magatama hitam memutari, di dada kanan dan kiri bagian dekat kerah baju ada 3 magatama hitam masing-masing, serta di bagian punggung 12 magatama hitam.


Topeng cyborg Sora Kiba, Denji ubah ke mode level 1 berwarna abu-abu dengan garis di bagian kanan dan bagian kiri berwarna biru. Meskipun jika Denji beraksi mengatasnamakan Senso no haijo versi hitam, topeng cyborg Sora Kiba akan berubah warna menjadi hitam legam dengan motif naga merah.


Cwuszh!


Akira dan Denji berpindah tempat ke rumah sakit Iwagakure yang sedang direnovasi. Karena Akira pernah menandai tempat itu, sewaktu bertarung dengan Hiyoshi, Yoshino dan Rui.


Lalu berjalan keluar, semua karyawan medis yang bekerja dan beberapa ahli bangunan yang sedang merenovasi menatap heran mereka berdua. Karena Akira dan Denji memakai seragam rikudou sennin dengan memakai topeng hitam dengan motif malaikat putih yang terlalu mendominasi.


"Siapa mereka berdua? tiba-tiba muncul disini?" gumam ahli bangunan menatap heran Akira dan Denji yang sedang berjalan keluar dari bagian dalam rumah sakit.


"Akira sama, penampilan kita terlalu mencolok," bisik Denji.


"Biarkan, justru ini lebih bagus. Organisasi Senso no haijo versi putih akan cepat terkenal dengan seragam yang mendominasi," bisik Akira dengan tersenyum pada Denji.


Akira dibantu Mishima merencanakan strategi Organisasi senso no haijo versi putih ini untuk mengelabui dunia lalu memanipulasinya sembari mencari informasi gedo mazou dan keberadaan Bijuu.


•••


10 menit kemudian.


Akira dan Denji sampai di salah satu rumah kayu kecil yang dijaga empat ANBU Iwagakure. Rumah kayu kecil itu merupakan kantor Tsuchikage sementara, karena kantor Tsuchikage sedang direnovasi.


"Siapa kalian? Apa tujuan kalian?" salah satu ANBU Iwagakure yang berjaga di samping kanan pintu dalam posisi siaga dan siap menarik gagang pedang ninjato miliknya untuk menyerang Denji serta Akira.


"Tenanglah!" Akira mengulurkan tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap ke depan. "Aku hanya ingin bertemu Tsuchikage sama, untuk memberikan bantuan pada Iwagakure."