DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 157 Pencarian Itsutsuki No Sughosin



Azura bangkit dan menekan tombol di samping kanan topeng. Seragam Ryutsuki langsung membalut tubuh Azura, semua seragam yang diberikan di dalam topeng putih dan hitam semuanya lenyap, bersamaan dengan hancurnya dua topeng yang dimiliki Azura.


Dalam hatinya Azura tersenyum penuh kemenangan, karena berhasil menundukan Akira, walaupun tubuhnya harus ditumbalkan pada si mesum psikopat Arashi dan hampir saja tubuhnya menjadi bulan-bulanan si mesum itu.


"Jika bertemu dengannya nanti, aku pastikan dia akan aku cincang sampai menjadi daging gilim," batin Azura penuh kemarahan.


'Swush ...!' Akira dan Azura keluar dari dimensi kamui. Mereka berdua muncul di markas bawah tanah klan Senju. Ada rona bahagia di hati Akira dan ada rona sedih di hatinya juga. Semua itu tentang memikirkan perasaan Reina.


"Kita akan meningkatkan level disini." Akira menunjuk ke arah ruang rapat.


Untuk saat ini rencana Akira meningkatkan levelnya setinggi mungkin, agar wadah chakranya semakin membesar. Beberapa akhir ini Akira sangat tergantung dengan pil chakra, karena penggunaan chakranya lebih boros dari biasanya.


Bagai kerbau dicocok hidungnya Azura berjalan mengikuti Akira. 23 butir pil Samsara yang tersisa saat ini, harapan Akira semoga saja dirinya naik ke level kagenin 1 dan Azura naik ke level Anbunin 1.


Dalam pikirannya Akira menelaah sangat dalam memikirkan dan menyusun rencana selanjutnya dengan data statistik anggota SNH saat ini.


Level tertinggi adalah Shinichi Kudo level Kagenin 9, Hizuga Baroi di level Kagenin 1, Satoshi Mishima/Kishima di level Sannin 9, Akiara Reina levelnya sama dengan Akira di level Sannin 1, Denji Nagano, Renbu Keiko, dan Masamune Byakuya saat ini levelnya sama di level Anbunin 9, Senju Shin di level Anbunin 1 dan paling lemah hanya Uzumaki Azura seorang di level Jounin 2.


Azura dan Akira mulai bersila. Kemudian menelan 1 butir pil Samsara dan memejamkan mata.


"Aku berjanji akan membuatmu semakin kuat, dan mengalahkan itsutsuki no sugoshin untuk melakukan kontrak pemanggilan." Tegas Akira.


Azura tidak menanggapi karena sudah larut dalam meditasinya, kedua tubuh mereka diselimuti aura emas.


Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam mereka lewati berdua dengan meditasi hingga 24 jam penuh.


'Boof ...!' Wadah chakra Akira dan Azura meledak teredam, bertambah satu danau seluas 5 km di dalam wadah chakranya. Sedangkan Azura bertambah satu danau seluas 1 km. Satu tingkat level mereka berdua naiki bersama.


"Nampaknya butuh waktu sampai 24 jam atau 1 hari untuk menyerap semua molekul pil Samsara." Batin Akira.


10 hari sudah mereka terdiam dalam keadaan bersila dan menghabiskan 10 pil Samsara masing. Wadah chakra Akira menjadi 100 cabang seluas danau 1 km masing-masing.


Azura masih duduk bersila dan bermeditasi, "Akira, apa kau masih mempunyai pil itu?" Azura menyodorkan tangan ke arah Akira yang berada di depannya.


Mereka berdua melakukan meditasi saling berhadapan. Akira yang sudah naik menjadi level kagenin 1 tersenyum puas, 3 pil Samsara yang tersisa diberikan pada tangan Azura yang tersodor.


"Masih, ini." Sahut Akira.


"Apa kau bisa membantu menyerapnya. Aku sudah gatal ingin menghajar-" Tampak Azura menyeringai geram, kedua tangannya dikepalkan, urat otot menonjol di atas alisnya.


Azura mendengus kasar, bayangan orang yang pernah menjadi gurunya itu terpampang jelas dalam pikirannya. Semakin dia membenci bayangan wajahnya itu, semakin jelas pula muncul.


"Cepat, bantu aku!" seru Azura.


Tanpa pikir panjang Akira langsung menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Azura dan menyalurkan chakranya.


Ketiga pil itu langsung ditelan tak tersisa dengan penuh amarah. Urat otot di seluruh tubuh Azura menonjol dan tampak sangat-sangat jelas dari kulitnya yang sangat putih dan mulus.


Akira beberapa kali meneguk air liurnya karena melihat kemolekan tubuh Azura dan bau tubuhnya yang sangat wangi.


"Kenapa? Kau bernafsu denganku juga?"


Kata-kata itu tiba-tiba terlontar dari mulut Azura yang telah mendengar tegukan air liur Akira. Dengan sengaja Azura menarik nafas dalam-dalam lalu membuka resleting jubah yang menutupi bagian depan tubuhnya.


"Tentu." Akira mengangguk pelan, tentu saja Akira mengatakannya tanpa ia sadari, karena sudah kehilangan akal warasnya. "Eh, tidak. maksudku-"


"Lakukan saja jika kamu mau." Potong Azura, lalu menanggalkan jubahnya dalam keadaan memejamkan mata dan duduk bersila.


"Jangan. Aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama pada Reina."


Akira segera membalut tubuh Azura dengan jubah hitamnya kembali. Setiap kali ia ingin melakukan pada orang lain, wajah cantik Reina selalu nampak jelas di kedua bola matanya. Benar, perasaan cintanya yang mendalam bisa menghentikan nafsu birahinya yang hanya sesaat.


Tangan Akira kembali di taruh ke punggung Azura dan dengan aliran chakra maksimal, Akira membantu penyerapan 3 butir pil Samsara pada tubuh Azura.


'Boof ...!' Azura naik level ke level Anbunin 4, total ada 4 danau seluas 5 km berada di dalam wadah chakra Azura. Dalam 30 menit, 3 butir pil Samsara, semua molekulnya terserap habis.


'Groaaar ...!' Bunyi raungan keras terdengar jelas di dalam pikiran Azura. Dan itu adalah suara 5 hewan kuchiyose Azura yang mulai memberontak. Semakin lama, suara raungan keras itu semakin sayup dan hilang.


"Gawat! Mereka mulai berontak pada perintahku." Mata Azura yang terpejam langsung melebar jelas. Lalu merapal segel pemanggilan terbalik, "Kuchiyose no jutsu!"


Akira langsung bangkit dan begitu pula Azura merapal segel tangan dalam keadaan bangkit dari berdiri. Akira yang sangat paham akan gerakan tangan itu, segera memeluk pinggang Azura.


'Boof ...!' Mereka berdua menjadi kepulan asap dan tiba di pulau seluas 15 km persegi, di apit oleh laut yang menjadi perbatasan pulau Kamijin dengan wilayah gunung Myoboku, hutan Shikotsu, dan gua Ryuchi serta pulau Sukaitawa yang saat ini terbang tepat di atas pulau Kamijin.


Pulau Kamijin terdiri atas 4 wilayah, di sebelah utara hutan dengan cuaca angin yang sangat ekstrim, sebelah timur wilayah kutub, sebelah barat pegunungan berapi, sebelah selatan bukit batu dengan cuaca sambaran petir yang sangat ekstrim, serta tempat dimana Azura dan berdiri adalah bagian tengah yang terhampar danau serta aie terjun yang sangat luas.


"Kita akan kemana?" tanya Akira, karena belum pernah melihat wilayah yang sangat ekstrim cuaca dan udaranya tapi pemandangannya sangat indah. "Kita harus menghemat stamina, meskipun aku membawa pil chakra yang sangat banyak. Tapi karena kamu terlalu terburu-buru, aku tidak sempat membawa beberapa lembar daun Puranasaoru."