DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 64 - Ujian Babak Penyisihan Bagian 1



"Tepat sekali. Itu cara dia menutupi kekurangannya, dia ninja yang sangat cerdas dan seimbang," kata Akira.


Tringtingting!


Tringtingting!


Tringtingting!


Layar monitor mulai mengacak lagi nama peserta, "Uchiha Sashiki melawan Byakuya!" teriak Aichi mengumumkan hasil undian acak layar monitor. "Mulai!"


Sashiki dan Byakuya turun dari tanggga menuju arena yang berada di bawah. Mereka berdua meninju telapak tanganya, lalu masing-masing menunduk hormat.


Sashiki memakai baju biru gelap dengan celana warna coklat sebetis, lalu mengaktifkan sharingan 1 tomoe. Tangan kanannya memakai panah crossbow kecil yang bisa berubah menjadi pedang pendek berwarna biru keputihan, dengan garis merah disepanjang lengkungan busurnya. Anak panahnya diisi dengan chakra secara otomatis, selama chakranya ada maka senjata crossbow ini bisa digunakan. "Katon: Renzoku shita hiya!" teriak Sashiki sambil merapal segel tangan lalu mengarahkan senjata croasbownya ke arah Byakuya.


Shua!


Shua!


Shua!


Trang!


Sashiki terus menembaki Byakuya dengan anak panah chakra yang dikombinasikan dengan atribut api. Byakuya dari Sunagakure menarik gagang pedang ninjato miliknya, "Fuuton: Kaze no yaiba!" bilah ninjato milik Byakuya di aliri chakra angin mendesis lalu menebas anak panah api itu, untuk membelokannya.


Boom!


Boom!


Shua!


Brak!


Bukannya panah-panah api sepanjang 50 cm itu membelok malah meledak. "Dasar bodoh! Apa kamu tidak belajar di akademi, tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing elemen, hahahaha," ejek Sashiki tertawa terbahak-bahak, melihat Byakuya terpental dan menabrak dinding arena, serta mengalami luka bakar yang cukup serius.


Kazekage Shinki menepuk jidatnya sendiri, melihat genin Sunagakure berbuat bodoh, "Sial-sial! Kenapa genin yang minim pengetahuan malah diikutkan ujian chunin, memalukan," gumam Kazekage Shinki.


"Oi, oi! Shinki! Kocak sekali salah satu genin asuhanmu, hahahaha!" ejek Hokage Sarada sambil tertawa terbahak-bahak.


Tap!


Shua!


Akira yang melihat Byakuya mengalami luka yang serius segera melompat dan melesat cepat, karena api masih membakar tubuhnya. "Tolong-tolong! Selamatkan aku!" teriak Byakuya sambil berguling-guling di permukaan arena.


Sluurp!


Akira menyerap api yang membakar bagian kanan tubuh Byakuya. "Tenanglah, aku sudah menghilangkan api yang membakar tubuhmu!" Akira merapal segel tangan, "Saibo no kasseijutsu!"


Swuung!


Wush!


Luka bakar di bagian kanan tubuhnya, perlahan sembuh, sel-sel dalam tubuh Byakuya meregenerasi dengan cepat. Kulitnya yang melepuh merah, perlahan kembali seperti semula bahkan lebih berkilau. "Te-terima kasih Akira," ucap Byakuya yang sedang duduk bersandar pada dinding arena yang retak, menunduk hormat.


"Tidak usah sungkan, kamu hanya perlu beristirahat satu hari. Ini tugasku sebagai shinobi medis nomor satu di dunia, hahahaha." Akira tertawa sambil menepuk-nepuk dadanya dengan penuh kebanggaan.


"Jutsu itu?!" Para kage membulatkan mata dan berdiri kecuali Mizukage Kagura yang sudah mengetahui perihal kejeniusan Akira.


Hanabi yang sudah mengetahui jika Akira adalah cucuya, juga ikut melihat pertandingan babak akhir ujian chunin di Iwagakure. Hanabi duduk di belakang Hokage Sarada yang dikawal oleh Mitsuki, "Akira juga menyembuhkan penyakitku yang sudah lama menjangkiti tubuhku. Kemampuannya sebagai shinobi medis dan dokter memang benar-benar tidak diragukan lagi," puji Hanabi dengan tersenyum tipis.


"Kalian tidak tahu saja, kalau Akira bisa menghidupkan orang yang telah mati, tapi bukan memakai jutsu edo tensei," batin Mizukage Kagura.


"Pemenangnya Uchiha Sashiki!" teriak Aichi mengumumkan hasil pertandingan kedua babak penyisihan.


Tringtingting!


Tringtingting!


Tringtingting!


Layar monitor mulai mengacak lagi nama peserta, "Azura melawan Renji !" teriak Aichi mengumumkan hasil undian acak layar monitor.


Akira memapah Byakuya dan menuntunnya ke ruang rawat shinobi, lalu menidurkannya di ranjang tidur perawatan. "Akira, sekali lagi terima kasih!" kata Byakuya dengan tulus. "Aku harap kitab bisa berteman di masa depan."


Akira kembali ke tempat duduk peserta, Azura yang siap bertanding melawan Renji dari tim Iwagakure mengarahkan alat NG pada Renji.


[Glombrang]


[Nama shinobi: Renji


Kekuatan: 45


Kecepatan: 19


Pertahanan: 55


Chakra: 780


Atribut chakra elemen: tanah


Level: Chunin 4


Jutsu: Doton: Douryuheki, gansetsukon, doton no jutsu, Moguragakure no jutsu, ganchuusou, Yochi no douyou, gagankon. Taijutsu: Rakanken]


"Kuat tapi lambat, baiklah," kata Azura menyunggingkan senyumnya lalu memberikan alat NZ pada Reina. "Gunakan dengan baik alat itu, agar kamu bisa menentukan strategi untuk melawan lawan-lawanmu!"


"Hmm!" Reina menganggukan kepala. "Terima kasih Azura, semoga kita bisa selalu berteman."


Azura yang hidupnya merasa sendiri merasa tersanjung, ketika Reina mengatakan kata teman. Di Konohagakure Azura hanya seorang diri dan tak punya teman bahkan sering dikucilkan karena memiliki mata sharingan bukan pada umumnya. Hanya Arashi tempat keluh kesah Azura ketika bersedih, meskipun tinggal di kediaman wilayah klan Uchiha, para anggota klan Uchiha kurang menyukai kehadiran Azura termasuk Sashiki.


Azura turun ke arena agak terlambat daripada Renji, "Alah, monster kutu! Kau pasti kalah, kau ini hanya sampah, hahahaha!" ejek Uchiha Sashiki.


Azura hanya diam mendengar teriakan ejekan Sashiki, bagi Azura yang sudah mendengarnya setiap hari, ia anggap hanya suara lalat yang berdengung di telinganya.


"Mulai!"


Aichi berteriak, Azura dan Renji meninju telapak tangan lalu masing-masing membungkuk hormat.


"Rakanken!" Renji yang berbadan tegap, kekar dan penuh otot memukul ke arah kepala Azura. Mata sharingan 4 tomoe Azura sudah aktif dan sudah melihat prediksi gerakan Renji, sehingga ia bisa menghindari pukulan itu dengan mudah, hanya menggunakan teknik weaving.


Shua!


Shua!


Shua!


Pukulan beruntun Renji di mata Azura hanya seperti gerakan lambat. Azura langsug merapal segel tangan, "Katon: Goukakyu no jutsu!" lalu menyemburkan bola api cukup besar dengan jarak yang sangat dekat ke arah Renji, sambil terpundur.


Swush!


"Sial!" Renji menyeringai kesal, dan masih sempat merapal segel tangan lalu menghentakan pada permukaan arena. "Doton: Doryuuheki!"


Grag!


Boom!


Dinding tanah setinggi 10 meter, setebal 2 meter dan sepanjang 10 meter, muncul di hadapan Renji. Kemudian dihantam bola api yang dilesatkan oleh Azura dan meledak, hanya menyisakan lubang berdiameter 8 meter dan menyisakan hanya 50 cm ketebalan dinding tanah.


Boof!


Boof!


Azura melempar bom asap, lalu merapal segel tangan, "Kage bunshin no jutsu!" dari kepulan asap muncul 10 bunshin Azura. "Terima kasih Akira. Berkatmu Aku bisa melewati batas keraguan dalam hatiku, kongo fusa!"


Cring!


Cring!


Shua!


Shua!


Tap!


10 bunshin Azura berlari cepat mengelilingi Renji, lalu melepaskan 6 rantai abu-abu baja beraura emas di setiap bunshinnya. Rantai-rantai itu melesat cepat ke arah Renji dan mulai mengikatnya kuat-kuat.