DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 146 Otak Kemasukan Lalat



Kirisaki memegang erat gagang pedangnya, dan mengalirkan chakra ke bilah pedang, aura berwarna biru menyelimuti bilah pedang. Lalu melesat cepat ke arah Akira dan menusukan chokutonya bertubi-tubi, Akira menghindari tusukan bertubi-tubi itu dengan teknik weaving yaitu memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, raut bibirnya tersenyum tipis.


"Shua ...!" Gerakan Kirisaki menusukan pedangnya terus di tingkatkan, Akira hanya menanggapi dengan senyuman santai, gerakan-gerakan itu hanya gerakan lambat di mata Akira, setelah mengaktifkan byaku sharingan.


"Byakugan dengan 7 tomoe putih dan sharingan dengan 7 tomoe hitam?!" Orochimaru berdiri antusias dari tempat duduknya dan matanya membelalak. "Apakah itu Akira?" sambungnya menunjuk ke arah arena.


"Ya, Orochimaru sensei." Denji menganggukan kepala. Kemudian melanjutkan dengan memperlihatkan segel kutukan ten no juin: Gotai Ni, bermotif 5 tomoe di kelilingi bulatan putus-putus di keningnya, "Dia yang menyelamatkanku sewaktu Byakuya diculik oleh organisasi antah berantah. Bukanhanya menyelamatkanku tapi juga Akira membagi kekuatannya padaku dengan meningkatkan segel kutukan teno no juin ke tahap Gotai Ni."


"Bagaimana dia melakukannya?!" tanya Orochimaru dengan raut muka penuh minat, lidahnya yang panjang menyapu semua sudut bibirnya.


"Entahlah, sensei!" Denji menggeleng pelan dan menaikan kedua bahunya. Kemudian melanjutkan dengan menunjuk topeng Sora Kiba, "Dan senjata ini juga pemberiannya. Semua terjadi begitu saja, chakraku juga tidak terkuras habis lagi setelah diberi kekuatan oleh Akira. Meskipun aku sampai ke tahap segel kutukan Ten no Juin: Gotai Ni."


"Baiklah!" Orochimaru membalikan badan dan menepuk pundak Denji, mulutnya di dekatkan ke telinga Denji. Kemudian melanjutkan dengan berbisik, "Mulai sekarang kamu bisa bebas pergi keluar kemana pun kamu mau, asal dengan Akira."


"Te-terima kasih sensei, telah melepas semua tanggung jawabku untuk Otogakure." Denji tersenyum puas, ia menarik nafas dalam-dalam dari mulutnya dan menghembuskan cepat dari hidungnya, serasa semua beban berat di dalam hatinya telah hilang.


Di arena Akira terus mempermainkan Kirisaki dengan terus menghindari semua serangan tebasan dan tusukan Kirisaki dengan mudahnya. "Hei! Ayolah serius! Sedari tadi semua seranganmu itu tak satu pun mengenai seujung bulu sedikit pun!" Akira terus menghindari serangan Kirisaki dengan menunggingkan pantatnya, lalu ditepuk-tepuk pelan, untuk memprovokasi Kirisaki. "Hahahaha ...."


"B4ngsat!" Kirisaki menyeringai geram dan melompat mundur, jaraknya dengan Akira hanya 15 langkah. Kemudian merapal segel tangan, "Raiton: Chidori Nagashi!"


"Zrrrt ...!" Kirisaki membentuk bola petir yang di aliri petir bergemericik di tangan kanannya. Petir-petir itu semakin membesar dan menyambar ke arah Akira.


"Duar ...!" Petir bertegangan 100.000 volt mengenai badan Akira, kepulan asap menghalangi pandangan, debu tebal berhamburan.


"Sayang sekali nasib lelaki tampan itu harus mati tersambar petir. Padahal dia bisa menjadi selingkuhanku."


"Gayanya saja di awal sok keren, akhirnya pingsan juga."


"Alah sok keren kau! Terlalu sombong, orang sombong itu pingsannya tersambar petir, tahu!"


"......."


Berbagai komentar negatif terdengar di berbagai penjuru kursi penonton. Kepulan asap mereda, nampak baju, kulit Akira semulus giok masih baik-baik saja, senyuman khas tipisnya masih terpampang jelas di wajah Akira, kedua tangannya hanya menepuk-nepuk bajunya yang kotor terkena debu. "Rasa serangan elemen petirmu seperti garukan semut, sungguh sangat terasa renyah, hehehe ...." Akira tertawa lirih dengan tatapan sinis.


"Apa?!" Sontak semua penonton membulatkan mata, bagaimana tidak? Seharusnya Akira sudah terpanggang dengan serangan petir 100.000 volt, tapi badannya masih utuh sedia kala, bahkan satu helai bulu di kulitnya tak ada satu pun yang jatuh.


"Syat ...!" Lagi-lagi gerakan tebasan Kirisaki yang lebih cepat empat kali dari sebelumnya, hanya mengenai ruang kosong. Tetap saja di mata byaku sharingan Akira, gerakan Kirisaki hanya seperti gerakan lambat. "Akan aku tunjukan perbedaan kekuatan kita, Kagekami: kage no resikikku!" Akira mundur satu langkah dan menendang dengan kaki kanannya secara bertubi-tubi.


"Shua ...!" Awalnya tendangan Akira mudah dihindari oleh Kirisaki dengan teknik weaving yang digunakan Akira sebelumnya. Tapi lama-kelamaan tendangan Akira semakin cepat, tubuh Kirisaki tak mampu lagi menghindar.


"Bam ...!" Akira berhasil menendang semua bagian tubuh Kirisaki, mulai dari kepala, leher, paha, betis, perut sampai tongkat dewa naga miliknya. Akira melakukan tendangan terakhir dengan mengeluarkan 1% chakra miliknya pada dada Kirisaki.


"Boom ...!" Kirisaki terpental menabrak dinding pembatas penonton dan keluar dari arena dalam keadaan pingsan, dari mulutnya memuntahkan secawan darah, "Guhak!"


Sepuluh shinobi dari level jounin 1 sampai level anbunin 1, masuk ke dalam arena untuk menjajal kehebatan Akira. Mereka dari satu perkumpulan klan Abisawa yang mempunyai kekkai elemen api biru atau shakuton, perpaduan elemen api dan elemen angin.


10 shinobi klan Abisawa merapal segel tangan, "Shakuton: Goukakyu no jutsu!" 10 shinobi klan Abisawa mengelilingi Akira dari jarak 20 meter lalu menembakan bola api biru bervariasi besarannya mulai dari diameter 10 meter sampai 5 meter.


"Hehehe ...." Akira hanya tertawa sinis menatap mereka. Kemudian melanjutkan dengan menautkan tangan, "Akan aku tunjukan kekuatan leluhur Ryutsuki yang bisa mengendalikan 5 jenis api. Ryuton: Enton no Yoroi!"


"Boom ...!" Sepuluh bola api biru menabrak Akira, kepulan debu dan asap menghalangi pandangan.


"Mati kau bocah sombong!"


"Jangan berlaga didepan kami, aku Abisawa Kouchi pemimpin klan Abisawa pasti akan menghancurkanmu, b4ngsat!"


"Kamu hanyalah semut di depan kami, jangan pernah meremehkan naga seperti kami."


"......."


Banyak komentar negatif terlontar dari mulut klan Abisawa hingga penonton. Kepulan asap mereda, Denji hanya tersenyum licik dari balik dinding pembatas kaca, mana mungkin tuannya dikalahkan semudah itu. "Mereka semua itu cari mati dengan Akira," kata Denji menatap sinis 10 shinobi klan Abisawa.


Orochimaru sudah mengetahui jika itu adalah Akira, karena hanya satu-satunya shinobi yang memiliki byakugan dan sharingan, hanya Akira seorang. Jadi Denji lebih baik mengatakan yang sebenarnya pada Orochimaru, karena percuma saja menyembunyikan identitas Akira yang terlalu mencolok.


Akira tersenyum lebar dengan tubuh diselimuti kubah pelindung api hitam, tubuhnya masih sehat walafiat, tak ada satu luka pun tergores di kulitnya. "Kalian memang tidak mengerti perbedaan antara bumi dan surga. Biar aku perlihatkan, biar otak kalian yang kemasukan lalat itu waras," cibir Akira menunjuk 10 shinobi klan Abisawa satu persatu.


"Jangan membual! Itu hanya permulaan!" teriak Abisawa Kouchi dengan membusungkan dada. Kemudian melanjutkan sambil melambaikan tangan ke arah Akira, "Serang lagi!"


"Slash ...!" 10 shinobi klan Abisawa mulai merapal segel tangan kembali, tapi sebelum selesai merapal segel tangan, kepala mereka sudah terlepas dari badannya.