DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 101 Menghentikan III



Akira hanya duduk santai melihat teman-temannya bertarung melawan Shukaku.


Bang!


Brug!


Shinichi memukul kepala pasir Shukaku raksasa dengan tangannya, sampai dibelakang lengannya muncul roket pendorong. Tubuh pasir Shukaku raksasa terdorong ke permukaan pasir.


"Sabaku ro!"


Byakuya mendekat ke tubuh dengan awan pasir, lalu merapal segel tangan. Muncul tangan pasir di belakang tubuhnya dengan urat berwarna hitam, lalu menjerat kedua tangan dan kaki pasir raksasa Shukaku.


Groaaar!


Pasir raksasa Shukaku meraung keras, dan tubuhnya berontak, namun tidak bisa bergerak karena 8 tangan Byakuya menguncinya.


"Kongeki kongo fusa!"


Azura melepaskan banyak rantai berwarna emas, dari belakang punggungnya ke tubuh pasir raksasa Shukaku untuk memperkuat kuncian Byakuya.


Shua!


Cricik!


Krak!


"Groaar!" pasir raksasa Shukaku kembali meraung keras, uratnya yang berwarna biru berubah menjadi warna hitam pekat. Tubuhnya berontak dan berhasil memutuskan rantai serta 8 tangan pasir yang membelenggunya.


Prang!


"Apa?! Tidak mungkin?!" Azura membulatkan mata, rantai chakra milik klan Uzumaki yang sangat kuat mampu dihancurkannya.


"Shukaku seharusnya tak mampu menghancurkan rantai chakra itu. Aura chakranya juga berubah."


Akira mengelus dagunya, masih dalam keadaan duduk santai di atas permukaan pasir. Raksasa pasir Shukaku mengecil seperti semula, nampak wajah Masamune Daikichi, pria paruh baya berumur 37 tahun, berkumis tipis, alis tebal dan bermata kuning dengan sklera mata hitam, tubuhnya terbalut armor pasir besi. Di kedua tangannya memegang tombak trisula bertangan Shukaku.


Azura berlari secepat kilat, jaraknya lusinan meter dari Murasame Daikichi yang sudah dikontrol penuh oleh Shinka Shukaku.


Efek dari chakra Enenra yang disegel dalan perut Akira, sebuah hewan buas dan bijuu mengalami evolusi. Untuk bijuu dicirikan bukan hanya memiliki ekor tapi memiliki tanduk, contohnya Shinka Shukaku memiliki ekor satu dan tanduk satu.


Prang!


Azura mengayunkan kedua tanto ke kepala Daikichi, lalu ditangkis olehnya menggunakan tombak trisula tangan Shukaku. Kedua tanto itu patah setelah menghantam senjata Daikichi.


"Shoton: Hasho koryu!"


Reina merapal segel tangan dan melepaskan naga kristal yang cukup besar, lalu melesat menghantam Daikichi. Namun ditahan dengan tombak trisula tangan Shukaku yang diputar secara cepat.


[Ding! Terdeteksi hewan buas bertipe ancient]


[Nama hewan buas: Shinka Shukaku


Level: Tenshi


Tipe level: Ancient


Elemen: Magnet


Chakra level: Ryunin 1]


"Gluk!" Akira menelan salivanya, raut wajahnya agak pucat pasi, melihat layar hologram biru di depannya. "Cepat mundur! Kita takan bisa menang melawannya!"


Denji, Shinichi, Reina, Mishima, Azura, Byakuya, dan Hizuga mundur ke tempat Akira sedang duduk dengan berkedip tubuhnya.


"Ada apa Akira sama? Apakah Shukaku terlalu kuat?" tanya Azura, raut mukanya sangat penasaran.


Akira diam seribu bahasa dan tidak menjawab pertanyaan Azura, tatapan matanya lesu.


"Apa yang harus aku lakukan melawan bijuu yang berevolusi? Harusnya level chakranya di Jinchurikinin 1, tapi kenapa Ryunin 1? Aku harus berbuat sesuatu."


{Hai gaki cepat hisap chakra Shukaku, bodoh! Aku sudah tak sabar ingin memakannya, hahahaha}


Akira tak menghiraukan perintah dari Enenra, malah menteleportasikan Denji, Shinichi, Reina, Mishima, Azura, Byakuya, dan Hizuga ke markas Senso no haijo di Namigakure dengan hiraishin no jutsu.


Cwuszh!


Cwuszh!


Cwuszh!


"Akira sama!" Denji, Shinichi, Reina, Mishima, Azura, Byakuya, dan Hizuga berteriak memanggil Akira lalu hilang dari pandangan.


Groaar!


Shua!


Daikichi meraung keras, lalu melesat sangat cepat, secepat kilat dan menusuk Akira. Dengan reflek yang sangat cepat, Akira menarik gagang Ryutaiga yang ditaruh pada punggungnya, untuk menangkis tusukan tombak trisula Daikichi.


Daikichi dan Akira beradu tusukan serta tebasan. Ratusan gerakan jurus, mereka tampilkan satu sama lain, namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah.


Shua!


Shua!


Shua!


Daikichi menusuk Akira, tapi hanya ruang kosong ujung tombak itu kenai, Akira mampu menghindari tusukan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Daikichi.


Bang!


Bang!


Akira menendang kepala Daikichi dengan tendangan memutar menggunakan kaki kanannya, Daikichi membalas juga tendangan memutar dengan kaki kirinya. Dua-duanya berputar tubuhnya di udara, lalu terjun ke permukaan tanah dengan berlutut satu kaki.


Cwuszh!


"Jangan kau pikir aku tak bisa menggunakannya siluman sialan!"


{Berani kau gaki, mencuri kekuatanku, sialan!"}


"Enryu kyu fujin!"


Akira yang sudah menempelkan tangannya pada punggung Daikichi tersenyum licik, lalu menyerap chakra Enenra yang membuat Shukaku berevolusi menjadi Shinka Shukaku.


Slurp!


Groaar!


Chakra Enenra yang berwarna hitam terhisap masuk ke dalam rinnegan merah di telapak tangan kanan Akira. Urat di seluruh tubuh Akira menonjol dan berwarna merah.


[Ding! Selamat host berhasil naik ke level jounin 7]


[Ding! Selamat host berhasil naik ke level jounin 8]


[Ding! Selamat host berhasil naik ke level jounin 9]


[Ding! Selamat host berhasil naik ke level anbunin 1]


"Groaaar!" Daikichi meraung kesakitan, armor pasir besi yang menyelimutinya perlahan terhisap ke dalam rinnegan merah di telapak tangan Akira. "Berani kau gaki! Menghisapku, hah! Aku akan cabik-cabikku tubuhmu, aaaaaargh! Groaaar!"


"Kuchiyose no jutsu: Enenra mazou!"


Boof!


Akira menggigit jempolnya, lalu merapal segel tangan pemanggilan dengan tangan kirinya saja, sedangkan tangan kanannya masih ditempelkan ke punggung Daikichi.


Dari kepulan asap di belakang Akira, muncul patung hitam naga berkepala 7. Chakra hitam Enenra keluar dari tubuh Akira dan masuk ke dalam salah satu patung kepala naga yang terbuka lebar.


Slurp!


Slurp!


Slurp!


•••


Dua dupa kemudian.


"Sepertinya sudah selesai." Akira tersenyum puas, tubuh Daikichi juga sudah tak bernyawa lagi. Shukaku berhasil di ekstraksi dari dalam tubuh Daikichi, bola berukuran bola voli melayang di atas telapak tangan Akira, di dalamnya ada Shukaku yang sudah pingsan.


Boof!


Patung Enenra mazou menjadi kepulan asap dan hilang dari pandangan. "Aku harus bagaimana? Satu bijuu sudah berhasil aku tangkap, tapi aku tidak tahu cara menyimpannya?" gumam Akira sambil mengelus dagunya.


[Ding! Misi tersembunyi terpicu]


[Misi tersembunyi: Temukan keberadaan patung gedou mazuo.


Hadiah: segel kontrak dengan gedou mazou, ektraksi bijuu hanya dibutuhkan waktu satu jam.


Hadiah: Kartu poin pengalaman 3 kali lipat dan efeknya permanen]


[Misi tidak dapat ditolak dan otomatis diterima]


[Ding! Host terlalu banyak menggunakan kinjutsu, tubuh host akan berubah menjadi anak remaja berumur 17 tahun dan permanen]


Krak!


Tulang belulang Akira bertambah tinggi, setinggi 160 cm, perut ototnya eight pack, dadanya berotot, kulitnya putih pucat, dan rambutnya harajuku style tapi lebih panjang 5 cm dari sebelumnya serta berwarna merah terang. Seragam Ryutsukinya juga ikut menyesuaikan dengan tubuh Akira.


"Sekarang levelku di Anbunin 1 dan tubuhku jauh lebih tinggi. Mungkin aku bertambah tampan, hahahaha. Reina pasti akan jatuh cinta padaku, hahahaha." Akira tertawa terbahak-bahak sambil mengelus-elus kedua pipinya yang sangat licin dan berkilau bagai batu giok.