DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 113 Misi Dari Mizukage



***


Ruangan kantor Mizukage.


Akira dan Reina sudah kembali ke Kirigakure. Mereka berdua sudah memakai seragam ANBU Kirigakure, "Selamat Akira. Selamat Reina," Mizukage Kagura tersenyum puas dan menjabat tangan mereka berdua satu persatu. "Akhirnya kamu pulang Akira. Kirigakure membutuhkan kekuatanmu."


"Siap, Mizukage sama!" Akira dan Reina meunduk hormat.


Tinggi badan Reina ikut berubah, semenjak meneteskan darah ke senjata yang dibuat oleh Shinichi bernama Raito Hoshi. Tinggi badan Reina menjadi 155 cm, dengan ukuran dada D cup, rambut putihnya terurai panjang sepinggang, berpupil mata merah muda, kulit putih berkilau semulus giok, dan bibirnya merah merekah serta bentuk badan yang langsing sintal.


Akira yang melihat Reina sangat cantik tak pernah mau menjauh dengannya meskipun sifat Reina masih kekanak-kanakan. Tapi sifat itu justru membuat Akira sangat senang dan untung besar, apalagi kalau Reina sudah minta gendong-menggendong.


"Tugas kalian berdua mengawasi klan Hoshigaki dan klan Hozuki. Cari bukti keterikatan mereka dengan organisasi Yon Kingu. Ada kabar entah darimana jika organisasi YK sedang mengumpulkan bijuu dan mempunyai patung gedo mazo," titah Mizukage Kagura.


"Ini informasi yang sangat bagus. Akira pasti senang dengan misi ini, sekali dayung 100 pulau terlampaui."


"Itu sudah jelas, Mizukage Kagura," Akira menaruh gulungan kecil di meja Mizukage Kagura dari tas pinggang di paha kanannya yang memang sudah Akira persiapkan sebelumnya. "Itu adalah bukti kejahatan klan Hozuki, klan Baroi, klan Kamizuru, klan Renbu dan klan Hoshigaki mengembangkan sel Kitana di markas ANBU root yang dipimpin Karaguchi."


"Sel Kitana?!" Mizukage Kagura menaikan alisnya, lalu membuka gulungan kecil yang diberikan Akira dan membacanya perlahan. Tatapan matanya begitu nanar karena Mizukage Kagura merasa lalai, Kirigakure dijadikan tempat penelitian dan ia tidak tahu sama sekali. "Benar-benar memuakan!"


Bang!


Mizukage menghantamkan telapak tangan kanannya ke meja, raut mukanya menyeringai geram.


"Apakah perlu melakukan pemusnahan, Mizukage sama?" tanya Reina tersenyum licik. "Kami berdua saja sudah cukup."


"Itu tidak perlu dilakukan!" teriak Chojuro baru saja membuka pintu ruangan kantor Mizukage. "Cukup awasi saja, aku tak ingin kalian terluka berurusan dengan kedua klan di Kirigakure yang terkenal haus darah. Bagaimana kondisi Hiyoshi, Akira?"


"Baik, paman Mizukage. Sekarang masih dirawat di rumah sakit Sunagakure, kondisinya membaik dan paman Shinichi yang menemani," jawab Akira dengan raut wajah datar. "Tapi maaf, paman. Aku belum bisa menyembuhkan Hiyoshi sensei. Aku takut setelah ia sembuh dia masih salah paham padaku."


"Sebenarnya kamu bisa menyembuhkannya bukan?" raut wajah Chojuro menyeringai tajam, "jika itu yang kamu khawatirkan. Aku berani menjamin Hiyoshi takan salah paham padamu. Aku yang akan menjelaskannya padamu."


"Phew ...," Akira menghela nafas panjang. "Baiklah, jika itu yang paman inginkan. Jika diantara aku dan sensei ada sesuatu, aku harap paman tidak menyesal."


"Tidak," tegas Chojuro. "Sebagai seorang shinobi, Hiyoshi harus menerima kenyataan. Apa yang kamu lakukan itu sudah benar."


"Kagura! Kita harus mengambil langkah yang panjang, agar masalah dikemudian hari tidak bertambah buruk," Chojuro menyeringai tajam lalu menepuk pundak Mizukage Kagura.


"Baik, sensei!" Mizukage Kagura Menunduk hormat. "Akira dan Reina, ini adalah misi rank SSS. Kalian harus bisa masuk ke organisasi YK, dan menjadi anggota mereka . Lalu cari informasi sebanyak mungkin, ini rincian informasinya."


Mizukage Kagura memberikan gulungan berisi rencana agar Akira dan Reina bisa masuk ke dalam organisasi YK.


Di dalam gulungan tertera Yakumo Hoshigaki wakil ketua klan Hoshigaki akan digerebek 5 hari lagi oleh jounin elit Kirigakure atas tuduhan kerjasama dalam penelitian sel Kitana.


Mereka akan menggrebek ketika Yakumo akan pulan ke Kirigakure, tepatnya dermaga Namigakure. Tugas Akira dan Reina menyelamatkan Yakumo lalu menjadi pengawal pribadi Yakumo.


Akira keluar dari ruangan kantor Mizukage dan langsung menggandeng lengan Reina. "Akhirnya kita bisa berduaan menjalani misi, hehehe," Akira terkekeh tangan kirinya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Alah, bilang saja kau kangen padaku kan?" Reina bergelayut manja, "Kemarin-kemarin kamu cuek, sekarang tubuhku sudah berubah dan jauh lebih cantik nempel-nempel terus, dasar!"


"Ya, tentu saja. Lagipula aku kan tampan," Akira menepuk-nepuk dada kirinya. "Jadi aku pantas mendapatkanmu, apakah kamu tak menyukaiku?"


"Ehem ... ehem ...," Chojuro yang sedari mengikuti mereka berdua berdehem keras. "Woy, jangan pacaran terus. Waktunya menjalakan misi! Mau aku pisahkan kalian berdua!"


"Jangan paman, jangan!" Akira dan Reina membalikan badan, keduanya menaikan alis karena terkejut. "Paman Mizukage tak mengerti dengan dua sejoli yang sedang kasmaran saja."


"Ya sudah lakukan apapun yang kalian mau. Tapi ingat, misi ini harus berhasil," tegas Chojuro.


"Siap, paman Mizukage sama, bye!" Akira dan Reina tubuhnya berkedip lalu berpindah tempat ke depan penginapan nenek Gezo di Namigakure.


Cwuszh!


"Dasar, muda-mudi yang darahnya sedang berggejolak. Aku harap, aku secepatnya menimang cucu," gumam Chojuro lalu menepuk jidatnya sendiri. "Goblok! Akira dan Reina kan masih umur 5 tahun."


•••


30 detik kemudian.


"Ohayooo! Nenek! Kami kembali!" teriak Akira dari luar penginapan.


Yumiko bergegas menyambut Akira, karena Akira dan teman-temannya adalah tamu super VVIP di penginapan nenek Gezo.


"Eh, Akira chan. Selamat datang!" Yumiko tersenyum ramah, "Silahkan masuk!"


"Oni chan, ada informasi apa satu minggu ini?" tanya Akira tersenyum ramah.


"Jangan terlalu terburu-buru. Mari makan dahulu, aku akan persiapkan jamuannya," Yumiko tersenyum dan mendorong punggung Akira untuk masuk ke dalam. "Mishima sama juga semalam habis minum-minum disini, dan membawa seorang wanita cantik sepertinya itu kekasih Mishima sama."


"Hahahah ...," Akira tertawa terbahak-bahak," Akhirnya bujang lapuk itu laku juga."


Akira duduk seiza, meletakkan lututnya diatas lantai, telapak kaki menghadap ke bawah dengan pantat yang diistirahatkan atau ditopang oleh tumit dan telapak kaki. Akira duduk berdampingan dengan Reina, tangan kirinya memegang tangan kanan Reina.


"Kalian seperti pengantin baru saja, lengket terus," ledek Yumiko tersenyum sambil menghidangkan makanan. "Nampaknya klan Renbu akan bertemu petinggi klan Hoshigaki malam ini. Aku mendengar infomasi ini dari salah satu anggota klan Renbu yang makan tadi siang disini."


"Terima kasih, Oni chan," Akira tersenyum puas dan memberikan uang 100.000 ryo pada Yumiko. "Itu untuk hadiah untuk Oni chan."


"Jangan Akira!" Yumiko mendorong tangan kanan Akira yang memberikan uang. "Itu terlalu banyak."


"Sudah, Oni chan terima saja. Oni chan sudah banyak membantu kami selama ini memberikan informasi," Reina mendorong kembali tangan Akira ke arah Yumiko, membuat Yumiko tak enak hati.