
"Analisa status Hambo!"
[Ding]
[Nama: Satoshi Mishima/Satoshi Kishima
Respek: 45%
Level: Anbunin 1
Rank: SS
Elemen: tanah, listrik (berpotensi menguasai elemen ledak (bakuton))
Jutsu: ninjutsu elemen tanah rank A, ninjutsu elemen listrik rank A, ninpo: Danketsu, tubuh spesial kebal terhadap racun rank A.
Job: Sutoratejisuto]
Akira diam mengamati layar monitor biru di depannya, dan sedikit menggelengkan kepala dengan raut muka kecewa.
"Ternyata aku tak bisa merekrutnya, cih! Padahal aku sudah menganalisa tubuhnya dan merasakan jiwa kembaran dalam dirinya telah bangkit. Pupil mata itu telah berubah, setelah terakhir kali bertemu dengannya. Apa ada cara meningkatkan presentase respeknya agar Hambo tidak, Mishima dan Mishizu mau menjadi anggota orgnisasi Senso no haijo. Aku membutuhkan kekuatannya."
"Maaf jika harus menunggumu dan kita bertemu di tempat yang sangat jauh ini. Aku ingin ...," kata Akira terpotong.
"Kami ingin merekrutmu menjadi anggota Senso no haijo. Bersedia atau mati?" tegas Hizuga yang sudah memegang siluet berbentuk katana.
"Jadi kalian kesini hanya untuk mengeroyokku? Sungguh memalukan, aku kira Akira sama bukan orang yang suka memaksa. Aku menyetujui ide anda karena aku tertarik dengan pembayaran Yoda sama, senilai 60 juta ryo sebagai bayaran untuk membunuh Akira sama. Jika untuk merekrutku aku tidak tertarik, aku punya jalanku sendiri," kata Mishima menatap sinis mereka berlima. "Silahkan saja jika ingin membunuhku, lebih baik aku mati daripada hidup dalam dendam."
"Berani kau menolak Akira sama!" Shinichi menyeringai geram dan langsung melesat, menghantamkan pukulan tapi kepalan tangan kanannya dihentikan oleh telapak tangan Akira.
Tap!
"Lalu apa yang kau inginkan? Agar mau mengikuti kami, hah?! Uang?! Kekuasaan?! atau kekuatan?! Akira sama bisa memberikannya padamu." Raut wajah Hizuga semerah kepiting rebus, kesabarannya sudah habis dengan orang yang lemah tapi sombong seperti Mishima.
"Yang aku inginkan?" Mishima melirik malas sambil menyunggingkan senyumnya. "Mudah saja, pertama kalahkan aku dalam taijutsu, kedua ...."
"Membantu membunuh kakak paman Mishima yang bernama Satoshi Bujin bukan? Tidak, Shodaime Namikage Satoshi Bujin, lebih tepatnya membantu paman Mishima mendapatkan kekuatan lalu membalaskan dendamnya." Akira langsung memotong permintaan Mishima, karena sudah mendapatkan semua informasi yang berada di dalam pikiran Mishima, sewaktu mengalirkan chakranya untuk mengobati Mishima.
"Darimana anda tahu nama asliku, Akira sama?!" Mishima membulatkan karena hanya dirinya sendiri tahu nama aslinya.
Selama ini ia hidup dibalik nama Hambo untuk melarikan diri dari kejaran kakaknya Satoshi Bujin, yang telah membunuh kekasih Mishima bernama Renbu Yuriko. Satoshi Bujin beralasan Yuriko bersekongkol dengan klan Renbu, untuk menggulingkan kekuasaannya dengan cara menjadikan Mishima sebagai kekasihnya dan mencari informasi darinya. Kenyataannya Yuriko tulus mencintai Mishima dan tak ada niatan buruk sedikit pun ada Mishima.
"Dan bagaimana Akira sama tahu tentang dendamku pada Namikage bedebah itu?" Raut wajah Mishima seperti kepiting rebus, jika sudah mengingat Satoshi Bujin, lalu memukul tanah sangat keras hingga memunculka retakan kawah yang cukup dalam. "Aaaaargh!"
Bam!
Krak!
Boom!
"Itu tidak penting, aku mengetahuinya darimana? Aku bisa mengetahui semua informasi apapun cukup dengan menyentuh kulit orang tersebut. Lihatlah hasil perbuatanku, kamui!"
Swush!
Muncul portal pusaran kamui dan terlihat Iwagakure yang sudah hancur luluh lantak. Kegiatan babak penyisihan ujian chunin dihentikan sementara. Semua shinobi lima negara sedang bahu-membahu mengevakuasi warga yang masih selamat dalam keadaan terluka, karena tertimpa reruntuhan bangunan.
"Aku memberimu satu kesempatan, dan bisa memberimu kekuatan. Tapi aku tidak memaksamu untuk masuk menjadi anggota organisasi Senso no haijo. Setelah aku membantumu balas dendam, kau bisa memutuskan ikut atau tidak," tegas Akira.
Mishima duduk di bawah pohon dan menyandarkan badannya di batang pohon memikirkan kesepakatan yang Akira tawarkan.
"Paman Hizuga dan pama Shinichi, pergilah ke Sunagakure dan tukarkan mayat ini!" Akira mengeluarkan mayat Jugo Yui dari rinnegan merah di telapak tangan kirinya, lalu mengeluarkan portal kamui yang menuju Sunagakure. "Cari genin yang bernama Byakuya! Aku rasa dia sudah kembali dari ujian chunin, dan seret bawa ke hadapanku!"
"Siap, Akira sama!" Hizuga dan Shinichi serentak menunduk hormat lalu memakai topeng putih bermotif naga. Mayat Jugo Yui ditarik bagian belakang kerah bajunya seperti pemulung mengangkat karung berisi botol bekas.
Slurp!
Mereka memasuki portal kamui yang menuju bagian depan Sunagakure. Portal Kamui lalu tertutup rapat dan hilang dari pandangan, "Reina dan Azura. Tugas kalian pergi ke Kumogakure untuk menukarkan lima kepala hantu bayangan dan curi gulungan elemen petir legendaris!" titah Akira dengan sorot mata yang tajam, lalu mengeluarkan 5 kepala nukenin Kumogakure dari rinnegan merah di telapak tangan kirinya.
Swush!
Bruk!
Azura mengeluarkan gulungan berwarna hijau dan berukuran sedang, lalu menghamparkannya. Kemudia merapal segel tangan, "Funyu no jutsu!" teriak Azura lalu menghentakan kedua tangannya ke atas hamparan gulungan putih. "Fuin!"
Boof!
Muncul formasi segel di atas hamparan gulungan dan kepulan asap, lima kepala nukenin Kumogakure masuk ke dalam gulungan, ditandai formasi segel yang tercetak pada hamparan gulungan. Kemudian hamparan gulungan menutup sendiri dan menjadi kepulan asap.
Boof!
"Jika terdesak, hubungi aku segera!" tegas Akira dengan raut wajah datar dan terkesan dingin.
"Siap, Akira sama!" Reina dan Azura serentak menunduk hormat lalu memakai topeng putih bermotif naga.
Akira membukakan portal kamui, nampak pegunungan yang tinggi di selimuti awan, dan pintu gerbang Kumogakure setinggi 20 meter dan lebar 50 meter dengan ketebalan 2 meter, nampak jelas di dalam portal.
Slurp!
Azura dan Reina memasuki portal, lalu hilang dari pandangan disertai tertutupnya portal kamui.
Mishima masih menyandarkan tubuhnya di batang pohon besar, sambil merenung, kepalanya menengadah ke atas langit. Akira mendekati Mishima, "Bagaimana, sudah diputuskan?" tanya Akira yang menyimpan topeng serta jubah hitam Ryutsuki ke dalam inventori sistem. Akira hanya bertelanjang dada, dan memakai sarung tangan hitam yang dikelilingi tali kulit merah selengan. "Ayo bertarung!"
Mishima langsung bangkit dari duduknya, wajahnya sumringah penuh semangat, belum pernah ia merasakan perasaan sebahagia ini, ditantang bertarung oleh orang lain.
Mishima langsung memukul Akira dengan pukulan beruntun, Akira menghindarinya dengan teknik weaving yaitu dengan memiringkan kepala ke kanan dan ke kiri dengan posisi kaki diam di tempat.
Shua!
Shua!
Shua!
Tap!
Akira menangkap tangan kanan Mishima dan melemparnya ke udara. Mishima yang melayang di ketinggian 10 meter, melakukan gerakan roller ball di udara, untuk menyeimbangkan tubuhnya. Begitu turun ke permukaan tanah, Mishima langsung menghujamkan side kick, front kick, dan back kick secara bergantian serta cepat.
Bam!