DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 195 Titik Terang



Suara Akira mengejutkan semua orang di dalam ruangan perawatan. "Jika masalah uang, kami bukan masalah," tegas Yugai tetua besar klan Baroi tersenyum tipis pada Akira.


"Aku harap kalian menyetujuinya dan jangan tanya alasan kenapa aku meminta penawaran tersebut." Akira menyeringai tajam menunjukan keseriusannya, "Jika kalian menyetujui, aku berjanji akan menyembuhkan mereka. Jika tidak aku undur diri."


Semua anggota klan Baroi sudah patang arang menyembuhkan Rujaku dan kawan-kawannya. Segala macam dilakukan termasuk membawa ke Konohagakure untuk diobati oleh Hokage Sarada. Tetap saja hasilnya nihil.


"Lalu, apa permintaan dokter? Aku yakin aku bisa memenuhinya," tunjuk Azugai pada dadanya sendiri, menunjukan kepercayaan dirinya yang sangat bisa memenuhi permintaan Akira.


"Carikan aku pandai besi terbaik di Kumogakure!" pinta Akira dengan tegas.


Mereka semua mengendurkan nafas, setelah medengar permintaan Akira. Masalahnya mereka tidak mengetahui satu pun informasi tentang pandai besi terbaik.di Kumogakure. Karena mereka biasa memesan senjata dari Organisasi Yon Kingu secara rahasia.


Itu adalah rahasia besar mereka selama 10 tahun ini. Meskipun organisasi Yon Kingu sudah menguasai dunia saat ini.


"Maaf tuan dokter. Kami tidak bisa, karena kami benar-benar tidak tahu." Azuga menundukan wajah lalu menggeleng dengan raut wajah murung.


Kepercayaan dirinya jatuh setelah tidak bisa memenuhi permintaan Akira. Tanpa basa-basi Akira membungkuk hormat lalu keluar dari ruangan perawatan, "Maaf, tuan-tuan."


Baru Akira melangkahkan kakinya 7 langkah langsung di cegat oleh istri Azugai. "Tunggu, tuan dokter! Jangan-jangan anda memang bukan dokter hebat yang dirumorkan dan hanya dokter sampah," cibirnya menatapi sinis Akira untuk memprovokasinya.


"Terserah anda, nyonya. Terima kasih" Akira tersenyum tipis dan menunduk hormat lalu melanjutkan langkahnya.


Iyori berpikir jika Akira diprovokasi, maka Akira terprovokasi dan mau mengobati anggota klan Baroi.


Nyatanya salah, benar-benar salah. Akira hanya menggapai yang ia ingin gapai, dan tak peduli dengan cercaan atau provokasi. Itulah prinsip Akira.


Adik perempuan Rujaku bernama Arami tiba-tiba datang lalu terduduk di depan Akira dan memeluk kaki kanannya. "Aku mohon tuan dokter, sembuhkan kakakku. Aku mohon!" pintanya dengan sedikit menitikan cairan bening di sudut kelopak matanya.


"Nona, aku sudah katakan. Aku hanya butuh informasi tentang pandai besi terbaik di Kumogakure. Jika anda bisa memenuhinya, sekarang juga akan mengobati tuan Rujaku," tegas Akira tersenyum kecut.


"Baiklah, tuan dokter. Aku mohon beri aku waktu satu jam. Jika dalam satu jam aku tak kembali, maka tuan dokter bisa pergi dari sini," kata Arami menyeka air mata di sudut kelopak matanya.


Lalu bangun penuh dengan percaya diri untuk mencari informasi pandai besi terbaik di Kumogakure.


***


1 jam kemudian.


Akira dan para petinggi klan Baroi menunggu di aula mansion Azugai. Selama satu jam semua terdiam termasuk Akira. Tak ada satu pun kata yang terucap dari bibir masing-masing.


Para petinggi klan sangat cemas dan beberapa kali mereka duduk kemudian bangkit lagi menunggu kabar dari Arami.


Akira berdiri dan menatap jam yang terpasang di dinding aula mansion. Sudah satu jam ia menunggu dan Arami belum kembali.


"Mohon maaf, tuan-tuan dan nyonya-nyonya waktunya sudah habis. Aku ada keperluan yang lain." Akira tersenyum tipis lalu membungkuk hormat dan mulai berjalan ke arah pintu keluar mansion Azugai.


Satu nafas kemudian, Arami tiba di dalam aula dengan berlari, nafasnya tak beraturan. "Huff-huff-huff ... tu-tuan dokter, a-aku mendapatkan in-informasinya. Namanya Kurogane Tsubasa, tapi di negara Be-besi. Huff-huff-huff ...."


"Ta-tapi, Tsubasa sama, orang yang sangat susah ditemui, huff-huff-huff ..." imbuh Arami, lalu mencoba menenangkan nafasnya.


Setelah tenang, Arami memberikan peta pegunungan es yang berada di Kogakure dan bersebelahan dengan Yukigakure. Tempat Tsubasa saat ini berada.


"Sungguh wanita yang kuat dan puny tekad," batin Akira menyeringai licik.


Akira sebenarnya hanya sedang menguji klan Baroi, seberapa besar ingin menyembuhkan Rujaku dan menyesal atas perbuatannya dahulu. Sekali dayung dua, tiga pulau terlampaui.


Akira menerima peta tersebut dan menyimpannya pada saku bagian dalam bajunya. "Terima kasih." Akira tersenyum puas.


Tanpa diminta para petinggi klan Baroi, Akira langsung berjalan cepat dan masuk kamar perawatan 10 anggota klan Baroi yang telah ia lukasi sendiri dengan genjutsu tsukuyomi.


Langkah pertama, Akira menotok titik tenketsu bagian wadah chakra agar lancar dengan teknik juuken klan Hyuga dan sangat cepat. Satu persatu titik tenketsu 10 anggota klan Baroi ia lancarkan.


"Aku baru tahu jika teknik taijutsu juuken milik klan Hyuga bisa digunakan untuk pengobatan," batin Azugai melebarkan mata.


Tidak hanya Azugai tapi seluruh petinggi klan Baroi yang berada di ruangan perawatan ikut terkejut.


"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, aku minta daun ashitaba. Kebetulan aku tidak membawa satu butir pun pil hiringu. Mohon kerjasamanya, aku akan meramu pil Hiringu," titah Akira yang masih berfokus mengobati anggota klan Baroi, satu persatu.


10 anggota klan Baroi jari-jemarinya sedikit bergerak. Akira menempelkan kedua jarinya ke dahi Rujaku dan membentuk segel tangan pelepasan untuk melepaskan genjutsu tsukuyomi yang ia buat, sementara pelayan mengambilkan 10 lembar daun Ashitaba. "Kai!"


Akira melakukannya 9 kali ulangan pada 9 anggota klan Baroi yang lain. Tentu saja Akira berhasil melepaskannya, karena Akira sendiri yang menyerang mereka dengan genjutsu Tsukuyomi.


Tidak ada rasa lelah sedikit pun di wajah Akira. Arami mencoba mencatat semua metode pengobatan Akira.


"Percuma, nona Arami mencatatnya. Pengobatanku ini agak nyleneh dan hanya ada satu orang yang bisa melakukannya persis sama seperti diriku. Karena dibutuhkan chakra senjutsu asli buatan tiruan seperti sel Kitana," celetuk Akira.


Mendengar celetukan Akira tentang sel Kitana, semua petinggi klan Baroi, kembali melebarkan mata. Darimana ia tahu tentang chakra senjutsu dari sel Kitana? Karena itu rahasia besar Kumogakure dan hanya petinggi desa, klan Amenoji serta klan Baro saja yang tahu.


Semua petinggi klan menghunuskan katana, ninjato, dan kunai pada Akira serta siap menebasnya. "Anda harus mati dokter," teriak Azugai.


"Silahkan, dalam satu jentikan jari mereka semua akan mati."


Tanpa menoleh Akira mengancam mereka dan tetap santai serta fokus mengobati mereka.


Semua petinggi klan mundur mendengar ancaman Akira, tapi tetap menghunuskan senjata masing-masing pada Akira.


"Seharusnya kalian bertanya bagaimana aku bisa mengetahui hal tersebut. Bukan malah ingin membunuhku. Sel Kitana yang dibuat sekarang itu lebih berbahaya, aku punya obatnya dan aku juga yang berhasil menyembuhkan Mashiro Shiina yang terkena radiasi sel Kitana. Bukannya kalian sudah tahu?" Akira melirik dengan lirikan tajam.


Mereka terkejut, jadi benar rumor bahwa Akira bisa menetralkan radiasi sel Kitana dengan metode kedokterannya dan punya vaksin.