DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 71 - Keributan



"Kenapa kau menatapku seperti itu, hah?!" bentak Yoshino melihat Akira menatapnya dengan sorot mata yang sangat tajam. "Apa kau mau menantangku yang sudah level sannin 1 ini, hah?!"


"Maaf, aku dan temanku sudah memesannya terlebih dahulu. Jika kau ingin makan disini, tunggu aku selesai makan," balas Akira dengan raut muka datar.


Yoshino mencengkram kaos Akira dengan menyeringai geram, "Berani kau denganku, hah?! Memang kamu tak tahu siapa aku ini?! Aku ini calon ketua klan Kamizuru, klan bangsawan nomor satu di Iwagakure, apa kamu paham?!" bentak Yoshino.


"Akira lebih baik kita pindah saja. Aku tak mau berurusan dengan orang-orang ini, mereka ini jonin elite. Kita bukan lawan mereka," bujuk Azura dengan berbisik pada telinga Akira.


Hiyoshi dan Reina masuk ke dalam restoran dan melihat Akira sedang dicengkram kaos bagian depannya, membuat Hiyoshi bergegas ke arah Akira. "Maaf tuan-tuan. Ada masalah apa ini? Kita bisa menyelesaikan ini baik-baik, tanpa kekerasan bukan?" tanya Hiyoshi mendinginkan suasana.


"Siapa kau, tua bangka?! Berani mencampuri urusanku, hah!" bentak Iozoru membuat Hiyoshi naik pitam.


Akira melirik ke arah Hiyoshi untuk meminta persetujuan menghajar jonin elite yang sombong ini. Tapi Hiyoshi yang sudah naik pitam menggelengkan kepala, untuk menahan diri.


Semua pengunjung restoran tak ada yang berani melerai, karena mereka sangat takut terhadap klan Kamizuru yang selalu semena-mena, ditambah Tsucikage Arakuchi dari klan Kamizuru juga. Sehingga kekuasaan klan Kamizuru tambah semena-mena terhadap siapapun, apalagi yang menentang mereka langsung dihapuskan.


"Sensei, lebih baik kita pergi saja. Perasaanku sudah tidak enak, meladeni mereka, percuma hanya lalat yang berdengung saja," Ledek Akira melirik jonin elite klan Kamizuru.


"Apa kau bilang?!" Yoshino dengan menyeringai geram melempar kunai ke arah Akira. "Mampus kau!"


Shua!


Cwiwiw!


Jleb!


Kunai itu menembus tubuh Akira, karena Akira sudah punya pandangan prediksi gerakan 15 detik sebelum Yoshino melempar kunai. Tubuh Akira dipindahkan ke dimensu kamui, dan kunai itu mengenai salah satu meja yang kosong.


Tanpa menoleh Akira terus berjalan keluar, diikuti Reina lalu Azura. Hiyoshi hanya menepuk jidatnya sendiri melihat hal ini, bagaimana pun Yoshino yang terlalu sewenang-wenang.


"Tunggu saja. Malam ini klan kalian akan aku ratakan dengan tanah. Aku sudah menandai kalian semua, kali ini kalian lolos tapi malam nanti habis kalian semua."


Salah satu jonin elite bernama Karoru berbisik pada Yoshino, "Yoshino sama, lebih baik jangan ganggu dia. Apakah Yoshino sama tak melihat kedua matanya? Bukankah itu doujutsu klan Hyuga dan klan Uchiha, serta lihatlah kunai yang dilemparkan Yoshino sama!" terang Karoru sambil menunjuk kunai yang tertancap di atas meja makan.


"Ti-tidak mungin?! Bagaimana bisa?!" Yoshino membulatkan mata, ketiga jonin elite klan Kamizuru.


___


___


___


Akira, Reina, dan Azura sudah sampai di velodrome arena, tempat diadakannya babak penyisihan kedua. Mereka duduk bersebelahan, disamping Akira.


"Reina, apakah kamu sudah memindai semua peserta kemarin?" tanya Akira dengan raut muka datar.


"Sudah, aku sudah memindai dengan mesin ini, lihatlah!" Reina memberikan alat NZ pada Akira.


"Kerja bagus, Reina. Semua datanya aku pelajari terlebih dahulu," balas Akira yang melihats satu persatu layar monitor NZ berisikan informasi peserta yang masuk babak penyisihan kedua.


"Selamat pagi semua! Kembali lagi bertemu dengan Kurogawa yang akan membawakan babak penyisihan kedua ujian chunin khusus," teriak Kurogawa melalui mikrophon. "Peraturannya tetap seperti sebelumnya, dilarang membunuh, jika ada yang melakukannya maka akan didiskuualifikasi! Boleh menggunaka ninjutsu, taijitsu, genjutsu, kinjutsu jenis apapun!"


"Haaaa!" semua penonton berteriak ramai.


"Baik, tanpa berlama lagi kita saksikan pertandingan pertama. Monitor acak undiannya!" teriak Kurogawa melalui mikrophon.


Tringtingting!


Tringtingting!


Tringtingting!


Senju Maru dan Shinami gadis berambut panjang berwarna ungu gelap, memasuki arena "Mulai!" teriak Kurogawa sambil mengangkat tangannya.


Senju Maru dan Shinami meninju telapak tangannya, lalu masing-masing saling membungkuk hormat.


Shinami melompat tinggi sambil merapal segel tangan, "Sabaku fuuyuu!" di bawah telapak kaki Shinami muncuk pasir yang bisa dipijak seperti awan. Pasir terbang berbentuk awan itu, membawa Shinami melayang di atas ketinggian 10 meter dan kembali merapal segel shuriken, "Shuna shuriken!"


Shua!


Shua!


Shua!


Trang!


Maru membelokan arah shuriken pasir dengan kunai miliknya. Tapi Maru sedikit kewalahan karena dihujani shuriken pasir, "Sial! Shuriken pasir ini sangat menyebalkan," gumam Maru menyeringai kesal lalu merapal segel tangan. "Suiton: Mizu no tatsumaki!"


Swush!


Putaran gelombang air setinggi 20 meter mengelilingi tubuh Maru dan menelan shuriken-shuriken pasir yang dilesatkan oleh Shinami. Untuk memperbesar pusaran airnya, Maru melakukan tendangan memutar 360 derajat yang sangat cepat, "Konoha daisenpu!"


Swush!


Shua!


Brak!


Pusaran air menghempaska Shinami yang sedang terbang di atas awan pasir dan menabrak dinding pembatas arena. "Guhak!" Shinami bangkit dari retakan dinding pembatas arena, tangan kanannya memegangi bagian dada lalu memuntahkan darah. "A-aku menyerah."


Bruk!


Shinami tak kuat lagi menahan rasa sakitnya lalu pingsan. Tim medis langsung menghampiri Shinami dan membawanya ke ruang perawatan menggunakan ranjang beroda. "Pemenangnya Senju Maru!" teriak Kurogawa mengumumkan hasil pertandingan pertama.


"Haaaa!" penonton berteriak riuh, ramai menikmati pertandingannya.


Hiyoshi yang suka berjudi, mulai berkeliling di tempat duduk velodrome arena mencari lawan judinya.


Tringtingting!


Tringtingting!


Tringtingting!


Layar monitor mulai mengacak lagi nama peserta, "Uzumaki Aruna melawan Saboi!" teriak Kurogawa mengumumkan hasil undian acak layar monitor.


Uzumaki Aruna gadis berambut merah dengan mata byakugan karena merupakan cucu dari Himawari dan Saboi gadis berambut pendek dengan warna hitam, memasuki arena "Mulai!" teriak Kurogawa sambil mengangkat tangannya.


Uzumaki Aruna dan Saboi meninju telapak tangannya, lalu masing-masing saling membungkuk hormat.


"Hei, pak tua! Mau bertaruh denganku?" pinta Hiyoshi pada kakek tua berambut putih di depannya. "10.000 ryo saja, aku pilih Saboi, bagaimana?"


"Tak kusangka jonin elite seperti Hiyoshi sama yang sudah terkenal mendunia suka berjudi ya, hehehe." Rui, teman wanita Hiyoshi dan satu angkatan dengannya terkekeh sambil menarik telinga Hiyoshi dari belakang.


Hiyoshi menoleh ke belakang, "Sial kau kutu buku lajang. Kau mengganggu saja waktu senang-senangku, hmph! Pergi sana!" Hiyoshi menepis tangan Rui. "Kenapa kau tiba-tiba ada disini?"


Rui membisikan sesuatu pada telinga Hiyoshi dan membuatnya membulatkan mata. Lalu pergi bersama Rui meninggalkan velodrome arena, Akira yang terus memperhatikan Hiyoshi sedari tadi mengaktifkan byaku sharingannya.


"Kenapa sensei terburu-buru pergi dengan wanita itu? Apa sebenaranya yang terjadi?" pikir Akira sambil bergumam, pandangan mata byakugan di mata kirinya memperlihatkan Rui membawa Hiyoshi bertemu dengan Shinichi serta Hizuga yang terluka cukup parah di rumah sakit Iwagakure.