DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 103 Misi Pencarian Gedo Mazo



"Tentu saja." Akira mengambil gulungan kecil dibalik saku bagian dalam bajunya. "Inilah adalah teknik pengaliran chakra pada senjata, tapi hanya senjata yang dibuat oleh paman Shinichi saja yang bisa melakukannya. Karena cukup mengalirkan chakra elemen apapun akan langsung bereaksi."


"Terima kasih." Kazekage Shinki tersenyum puas lalu meneriman gulungan berisi teknik pengaliran chakra pada senjata. "Aku takan mempermasalahkan harganya, dan ini bayaran misi pembersihan monster, menggagalkan kudeta dan juga pembelian semua senjata ini. Malam nanti mampirlah ke kediaman klan Kazekage."


Kazekage Shinki memberikan 3 gulungan, gulungan pertama berwarna merah sebagai bayaran misi rank c lalu berubah menjadi misi rank S berisi uang 10 juta ryo, gulungan kedua berwarna biru sebagai misi rahasia penggagalan kudeta di Sunagakure berisi uang 30 juta ryo, dan gulungan ketiga berwarna kuning sebagai bayaran 1000 senjata berisi 2 jut ryo.


"Terima kasih Kazekage sama atas kerjasamanya," Akira tersenyum puas. "Baiklah, kami akan berkunjung ke kediaman klan Kazekage."


[Ding! Selamat Kazekage Shinki respeknya pada host meningkat 100%]


[Ding! Selamat host menyelesaikan sub misi: >> Naikan tingkat respek Kazekage Shinki pada host]


[Ding! Selamat host menyelesaikan sub misi:>> Ungkap klan yang akan memberontak di Sunagakure dan cegah pemberontakan]


•••


15 menit kemudian.


Akira dan ketujuh anggota organisasi Senso no haijo sedang berada di hotel tempat menginap mereka.


Byakuya kembali ke kediaman klan Masamune, dan melihat keadaan kediaman klan dalam keadaan berkabung.


"Cih, itulah akibatnya jika terlalu sombong. Jika masa berkabung selesai klan Masamune akan menjadi milikku, hahaha."


Semua anggota klan tetap menatap Byakuya dengan tatapan sinis, padahal Byakuyalah dan teman-temannya yang telah membunuh Masamune Aoru, Masamune Omasu, dan Masamune Daikichi.


"Rupanya kalian ingin mati ya bersama ketua klan kalian yang serakah itu, hah!" Byakuya menyeringai geram, raut wajahnya sudah seperti kepiting rebus dipenuhi urat otot yang menonjol, karena selalau dipandang rendah.


"Jangan membuat ulah, Byakuya!" teriak tetua klan Masamune yang kedua bernama Masamune Okichi.


"Membuat ulah atau tidak, itu bukan urusanmu pak tua! Klan Masamune sekarang akan berada dibawah kakiku!" Byakuya menatap dengan sorot mata yang tajam. "Jika kalian tak terima, tantang aku dalam pertarungan satu lawan satu dalam duel kematian! Aku sudah bosan kalian rendahkan! Ditangan kalian, klan Masamune hanya menjadi sampah!"


"Jangan keterlaluan Byakuya!" tetua klan Masamune yang ketiga bernama Masamune Joho, tiba-tiba muncul di belakang Byakuya dan melepaskan pukulan beruntun.


Bam!


Bam!


Bam!


Suna no tate berbentuk bola pelindung pasir melindungi seluruh tubuh Byakuya. Dari lapisan bola pelindung pasir di bagian belakang punggung Byakuya, muncul duri-duri cukup besar terbuat dari pasir besi.


Sriing!


Jleb!


Jleb!


"Aaaakh!" Kedua lengan Joho tertusuk duri pasir besi, dan memekik keras, cairan merah mengalir deras dari kedua lengan yang tertembus duri pasir besi. "Kau benar-benar gila, Bya-byakuya."


"Kamu yang gila pak tua! Dari belakang kau menyerangku!" Byakuya menoleh ke belakang, pelindung pasir otomatis kembali masuk ke dalam sarung tangan kanan Byakuya. "Jika kau ingin mati sekarang, aku akan kirim kau sekarang ke raja neraka. Sabaku soso!"


Zrash!


Byakuya mengangkat tangan kanannya lalu meremas, pasir dari telapak tangan kanannya langsung keluar dan membelenggu seluruh tubuh Joho. "Lepaskan! Aaaaakh!" tubuh Joho hancur menjadi bubur darah setelah dihimpit pasir milik Byakuya.


Semua anggota klan Masamune yang melihatnya, bergetar tubuhnya, ada yang terduduk lemas, bahkan pingsan dengan raut muka pucat pasi.


Mereka hanya mengenal Byakuya yang mempunyai kepribadian ceria, selalu tersenyum dan mengalah jika direndahkan. Kink Byakuya yang mereka lihat sekarang sangat sombong dan kejam.


"Jo-joho?! Ti-tidak mung-mungkin?!"Okichi berlutut lemas, matanya membulat, mukanya pucat pasi. "Ke-kenapa semudah itu dikalahkan oleh Byakuya? Da-darimana ia me-mendapatkan elemen magnet itu? Aku hanya mengetahui Bya-byakuya cuma genin biasa?!"


"Ayo! Siapa lagi yang berani menangtangku!" teriak Byakuya, jari jemarinya tangan kanannya digerak-gerakan, untuk memprovokasi semua anggota klan Masamune. "Pilihan kalian cuma dua tunduk padaku, atau mati!"


"Kami yang akan menantangmu! Tapi tidak di duel kematian, kami akan menantangmu di ujian ANBU khusus esok hari." Serizawa menyeringai geram dan menggertakan gigi, tatapan matanya sangat tajam, aura membunuhnya keluar, tapi tak berakibat apa-apa bagi Byakuya.


"Syaratnya mudah, jika salah satu diantara kami lulus, maka kau harus pergi dari klan Masamune. Tapi jika kau lulus, kami yang akan pergi dari klan Masamune dan menyerahkannya padamu," timpal Koji sorot matanya tajam.


"Cuih!" Byakuya meludah ke tanah dengan tatapan sinis. "Hanya itu saja, baiklah. Siapkan kemasi barang-barang kalian, esok hari menjadi hari terakhir kalian berada di klan Masamune!"


"Terlalu banyak omong kosong, hyaaa!" Ayuki melesat sangat cepat tapi dihentikan oleh Serizawa.


Sraaak!


Kedua kakinya bergesekan dengan permukaan tanah, "Jangan gegabah, Ayuki. Kita bisa mengalahkannya di ujian ANBU esok hari, dan aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri," bisik Serizawa menyeringai licik.


***


Hotel Komu.


Akira sedang duduk di meja makan besar, anggota Senso no haijo yang lain sedang istirahat di kamarnya, setelah makan kenyang ditraktir oleh Akira. Jam sudah menunjukan pukul 18.30, "Kondisi saat ini sulit untuk mencari bijuu ditambah misi menemukan patung gedo mazou. Tapi kenapa mencari patung gedo mazo?" gumam Akira sambil mengelus dagunya.


[Ding! Gedo Mazo adalah wadah kosong jyubi atau bijuu ekor sepuluh, kumpulan dari 9 bijuu. Untuk membangkitkan Jyuubi dan pohon shinju dibutuhkan 9 ekor bijuu yang diekstrak chakranya ke dalam patung gedo mazo]


"Kamu Ryujin?! Mengagetkanku saja. Tapi kemana aku harus mencari patung gedo mazo?"


[Ding]


[Maaf, host. Ryujin tidak tahu]


"Kalau tidak ada informasi sedikit pun. Aku harus mencari kemana ya? Ah, sudahlah. Lebih baik aku meningkatkan levelku, tapi dengan poin pengalaman yang semakin banyak, untuk naik ke level sanin 2 saja begitu sulit. Lebih baik aku meningkat level mereka dan level senjata mereka saja, serta para siluman kuchiyose milik Denji dan Azura."


Akira mengeluarkan bola kristal yoru genbu dan memotongnya hanya 1 cm dan mengeluarkan 1 pil chakra. Kedua bahan untuk membuat pil Shinka itu melayang di atas tangan kiri Akira.


Swuung!


Slurp!


Akira menyerapnya ke dalam rinnegan merah dan terbentuk menjadi pil seukuran kelereng berwarna emas.


"Ternyata, menggunakan bola yoru genbu dari tipe level hewan buas, stealth pilnya jauh lebih besar. Aku harus mencobanya kemungkinan efek kenaikan pada siluman kuchiyose bisa meningkat tajam," gumam Akira memandangi pil Shinka yang sangat berkilau, siapapun yang memandangnya pasti akan penuh minat ingin memiliki.