
"Silahkan teman-teman membuat senjata sesuai keinginan masing-masing dan memesannya pada paman Shinichi." Akira menekan tombol di bagian kanan topengnya dan mengganti pakaiannya dengan seragam Anbu Kirigakure. "Aku akan kembali ke Kirigakure. Oh ya, Azura kamu yang akan memimpin markas di klan Senju. Byakuya yang akan memimpin markas di klan Masamune! Reina pimpin markas di Otsugakure!"
"Siap Akira sama!" Reina, Byakuya dan Azura menunduk hormat lalu bangkit, tubuh mereka bertiga langsung berkedip, berteleportasi ke markas yang mereka pimpin.
"Denji, kau masih sulit bergerak di Otogakure?" tanya Akira tersenyum kecut, karena pergerakan Denji terus di awasi oleh Orochimaru.
"Paman Hizuga, kembalilah ke klan Daikonji. Cari mitra klan lain di Kumogakure, kita harus mulai bergerak di setiap negara, suntikan dana berapapun mereka mau. Asal kita punya keuntungan dari klan itu," titah Akira dengan sorot mata yang tajam.
"Siap, Akira sama!" Hizuga menunduk hormat lalu bangkit, tubuhnya langsung berkedip, berteleportasi ke kediaman klan Daikonji.
"Akira sama, aku izin pamit!" Shinichi menunduk hormat lalu bangkit, tubuhnya langsung berkedip, berteleportasi ke toko senjata Yoroi di distrik pusat desa Sunagakure milik klan Kazekage.
"Kamu kembalilah! Aku akan menyusulmu ke Otogakure setelah aku melaporkan misiku ke Mizukage Kagura!" titah Akira.
"Siap, Akira sama!" Denji menunduk hormat lalu bangkit, tubuhnya langsung berkedip, berteleportasi ke pintu gerbang Otogakure.
"Persediaan kristal Akagami dan Omyoji sudah habis. Yoru juga sudah habis, saatnya berburu untuk meningkatkan ke tahap Kagenin," gumam Ryuga menopang dagunya dengan punggung tangan kirinya.
***
Di bulan.
Hyuga Yoda tak pernah pantang menyerah untuk menyusun kekuatan, demi membalaskan dendamnya pada Organisasi Senso no Haijo. Dia mulai membaca tablet yang ditinggalkan Hamura Otsutsuki untuk mengaktifkan Tenseigan.
"Hahaha ...." Yoda kedua mengangkat tangannya ke atas dengan tertawa jahat seolah mendapatkan durian runtuh. "Akhirnya aku bisa mengaktifkan tenseigan tanpa perlu segel Sora no Tsuchi milik klan Otsutsuki. Tunggulah kalian bedebah! Aku akan membunuh kalian semua, hahahaha ... dengan chakra kuram maksimal dan Tenseigan. Aku Hyuga Yoda takan terkalahkan, hahahaha ...."
Animisa Renbu, Raiza Hozuki, dan Kuiro Hoshigaki keluar dari portal hitam, lalu berlutut satu kaki pada Yoda dengan menunduk hormat. "Salam ketua!" kata mereka bertiga serentak.
"Bagaimana kondisi luar? Apakah kita masih bisa bergerak? Dan dimana letak Matatabi dan Isobu?" tanya Yoda menelisik.
"Maaf ketua, kacau. Seluruh klanku dibantai oleh organisasi berjubah hitam dan berlogo bulatan kepala naga," jawab Renbu Animisa menyeringai geram.
"Sepertinya kita memang sudah ditargetkan dari awal," timpal Hozuki Raiza menyeringai tajam.
"Tapi kalau klan-klan kita ditargetkan dari awal, seharusnya klan yang berhubungan dengan Yon Kingu akan dihabisi satu persatu. Saat ini kondisi klan Hoshigaki baik-baik saja, berkat Akihiko sama klan Hoshigaki sudah terbuka lebar jalannya di Kirigakure dan tak diremehkan lagi," sergah Hoshigaki Kuiro tersenyum tipis.
"Tentu tidak. Coba kita amati!" tandas Yoda menyeringai tajam. Kemudian melanjutkan dengan menopang dagunya dipunggung tangannya, "Pembantaian klan Kamizuru, pembantaian klan Masamune, hilangnya Ranmaru bersama Gedo Mazo, danpembantaian klan Renbu. Tersisa tiga klan yang menjadi sekutu organisasi YK yaitu klan Hozuki, klan Hoshigaki dan klan Baroi."
Brak!
"Kita akan terus memburu bijuu yang tersisa. Aku yakin mereka juga akan memburu bijuu juga, sama seperti kita. Kita akan merebut kembali patung gedo Mazo." Hyuga Yoda bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja. Kemudian melanjutkan, "Lindungi semua klan yang menjadi aliansi organisasi Yon Kingu!"
***
Ruangan kantor Mizukage.
Tubuh Akira berkedip dan muncul di depan Mizukage Kagura, tatapan mata Mizukage Kagura yang sedang memeriksa beberapa dokumen sangat santai, tidak ada keterkejutan sama sekali pada Akira yang seperti jailangkung.
"Salam hormat Mizukage sama!" Akira menunduk hormat lalu memberikan gulungan berukuran sedang ke meja Mizukage Kagura dan menaruh tempat di depannya dengan sopan.
Tanpa basi-basi dengan tatapan mata datar, Mizukage Kagura membuka gulungan tersebut, bait-perbait kata ia baca secara seksama. Namun ketika di tengah-tengah Mizukage Kagura menaikan alisnya karena dalam gulungan Reina telah tewas dibunuh oleh organisasi Senso no Haijo.
"Akira apakah benar?!" Mizukage Kagura Membelalakan mata, tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Ya, benar Mizukage sama. Seperti yang Mizukage sama sekarang, Reina tewas ditusuk dari belakang. Markas organisasi YK dibombardir oleh mereka dan mayat Reina hangus tak tersisa. Aku juga tertusuk dari belakang, tapi berkat byakugo no jutsu aku selamat. Aku tak sempat menolong Reina karena penyerangannya begitu cepat," jelas Akira berpura-pura sedih. Kemudian melanjutkan dan merasa terpukul dengan kematian Reina, "Aku akan pensiun dari dunia shinobi dan tinggal di Otsugakure. Mohon Mizukage sama mengizinkannya."
"Baiklah, Akira." Mizukage Kagura mengangguk pelan. "Aku sangat mengeri keadaannya. Aku juga tidak memaksa, tapi jika Kirigakure membutuhkanmu, kami akan menghubungimu."
"Siap, Mizukage sama." Akira menunduk hormat lalu melepas topengnya dan menaruhnya di atas meja Mizukage Kagura. "Aku mohon pamit. Katakan pada paman Chojuro tak perlu mengkhawatirkanku! Aku akan menjadi petani di Otsugakure."
"Akira, aku sangat mengerti keadaanmu. Mentalmu langsung turun drastis jika melihat orang yang kamu kasihi dan itu teman seperjuanganmu tewas di depan matamu," batin Mizukage Kagura, raut wajahnya sangat murung.
Akira keluar dari ruangan Mizukage dan segera berteleportasi ke rumah Denji di Otogakure. Rencananya Akira ingin melebarkan sayap bisnisnya di Otogakure, agar Denji tak terlalu ketat di awasi oleh Orochimaru yang mulai curiga dengan gerak-gerik Denji.
Cwuszh!
"Hai bro!" sapa Akira melambaikan tangannya, membuat Denji terkejut setengah mati.
"Ah, copot! Eh, copot!" Denji membelalakan mata dan mengelus-elus dada kirinya dengan sangat cepat. "Akira sama, mengagetkanku saja, huff, huff, huff!"
"Alah begitu saja. Jangan panggil Akira sama di sini, panggil saja Xion!" Akira menepuk pelan pundak Denji, sambil tersenyum tipis. "Ayo, ajak aku berkeliling di Otogakure dan pertemukan aku dengan Otokage Orochimaru!"
"Orochimaru sensei sedang berada di arena bawah tanah, melihat pertandingan kompetisi turnamen shinobi Otogakure." Denji menggeleng pelan, karena sangat malas jika harus melihat Shinobi Otogakure memperebutkan gelar shinobi terkuat di Otogakure.
"Nampaknya sangat seru. Aku juga ingin ikut untuk meregangkan otot-ototku yang sudah lama tidak bertarung." Sudut-sudut bibir Akira menekuk membentuk senyuman lebar. Kemudian melanjutkan dengan menarik lengan Denji, "Ayo kita lihat! Seperti sangat seru."
Denji yang sedang malas terpaksa mengikuti arah kaki Akira berjalan. Jika menyangkut kesenangan tuannya ia tidak bisa menolak karena sangat takut jika Akira marah besar.