
"Tidak perlu sungkan, tuan Shuichi. Aku akan tetap membayarnya, peraturan tetaplah peraturan. Mohon berikan aku tenggat waktu 3 hari," tegas Akira.
Dari penjualan ikan hari ini, Ikku menjual semua jenis ikannya sama rata 800 ryo/kg. Dengan teknik pemasaran yang Akira buat, pada pembukaan pertama berhasil menjual 100 kg ludes habis. Total pendapatan ikannya 91 kg, karena 9 kg-nya dijadikan bonus. Totalnya 72.800 ryo.
Harga jual ikan di Kumogakure sangat mahal karena daerah pegunungan agak gersang, sulit membudidayakan ikan. Rata-rata perkilo gramnya minimal 2500 ryo. Tentu saja Akira yang menjual ikan semurah itu diserbu pelanggan.
"Jadi anda Dokter Shinji yang telah menyelamatkan Amoki?" Tiba-tiba patriark klan Amenoji, Omichi Amenoji, ayah dari Shuichi Amenoji muncul dengan tatapan agak sinis.
"Ya, aku Shinji Tatsuo, tuan. Apakah ada yang bisa dibantu?" tanya Akira mengangguk pelan.
Klan Amenoji selalu senang menindas, bahkan Raikage sendiri tak berani melawannya. Karena didukung penuh Yon Kingu.
"Tidak perlu basa-basi. Cepat berikan upeti 300.000 ryo sekarang, anda sudah mengatakan peraturan tetap peraturan bukan. Dan maaf, tidak ada tempo ataupun tenggat waktu, jika anda tidak bisa memberi sekarang juga. Jangan harap esok hari bisa membuka lagi toko anda," tegas Omichi menyeringai garang dengan berkacak pinggang.
"Tapi ayah-"
"Diam, kau!" bentak Omichi pada Shuichi, "Lebih baik kau pulang!"
"Baiklah, jika tuan memaksa. Beri aku waktu 1 jam," tegas Akira menyeringai tajam. "Nona Ikku dan nona Shiina, tolong siapkan daun Puranasaoru dan daun Ashitaba!"
"Baik, tuan dokter." Shiina dan Ikku serentak menunudk hormat lalu pergi ke gudang penyimpanan di belakanh ruko.
"Selalu saja ada orang yang membuatku kesal, air susu dibalas dengan air tuba. Kalau diriku yang dahulu, sudah aku bunuh dan ratakan. Tapi tetap saja tidak menyelesaikan masalah, malah menambah masalah," batin Akira menyeringai dingin.
Rouja baru saja mengirimkan satu gulungan kecil dari ladang kebunnya berisi 1000 daun Ashitaba dan 1000 daun Puranasaru.
Dengan kecepatan kilat dan presisi, Akira mulai meramu pil di depan Omichi, Inoichi, dan Shuichi.
Awal-awal Omichi masih tetap merendahkan kemampuan medis Akira. Apalagi teknik meramu pilnya, sangat jauh berbeda dengan ninja medis atau dokter pada umumnya.
Shiina dan Ikku juga sebagai calon ninja medis mulai menulis satu persatu bagian untuk mempermudah dalam mencerna cara meramu pil versi Akira.
Pil chakra dan pil Hiringu buat sebelumnya masih tersimpan rapi di inventori sistem. Dalam 1 jam kurang 1000 pil chakra dan 1000 pil hiringu telah Akira ramu dengan efektifitas 100%.
Pertunjukan Akira mengundang warga untuk berhenti di depan kliniknya, sementara toko ikannya sudah ditutup karena sudah habis 2 jam yang lalu.
Jalanan pusat desa Kumo ramai, dan riuh. Apalagi ketika 1000 pil Hiringu dan 1000 pil chakra harum wanginya menyebar.
Dengan meneteskan air liur dan tatapan penuh minat, para warga dan shinobi Kumogakure berteriak histeris.
"Dokter, jual pilnya kepadaku!"
"Aku juga mau tuan dokter!"
"Satu saja, tolong tuan dokter!"
"......"
"Tuan dokter, aku punya ide. Apakah pil chakra itu bisa meningkatkan level?" bisik Ikku pada telinga kiri Akira.
"Tentu. Kalau level genin bisa menaikan 20 level sekaligus malah." Akira mengangguk tegas dan raut wajah sangat serius.
"Benarkah?!" bisik Ikku membulatkan mata, "Aku boleh mencoba satu pil. Sebagai promosi, he-he-he-he ...."
"Ide bagus." Akira mengacungkan jempol.
Sebelum acara demonstrasi pil, Shiina bercerita bahwa dirinya sembuh dari penyakit parah yang dinamakan oleh Akira, virus Kitana. Kepercayaan warga semakin meningkat, apalagi yang tahu kondisi Shiina sebelumnya memang parah dan bisa disembuhkan oleh Akira.
Para warga ada yang mengendurkan keinginannya untuk meminang pil, tapi masih penasaran. Tapi ada juga yang tak sabar meminangnya walaupun harganya tak masuk akal.
Akira menyimpan semua pil ke dalam inventori sistem, dan memberikan 1 pil chakra pada Ikku.
"Gluk!" Ikku yang sangat menawan dan cantik tentunya, menelan pil chakra tersebut. Bagi para lelaki yang memandangnya tentu saja membuat darahnya berdesir ke ubun-ubun ingin segera memeluk Ikku. Dan ....
'Boof! Boof! Boof!'
Ada suara ledakan teredam di dalam wadaj chakra Ikku. Dalam 10 hembusan nafas, Ikku naik drastis 20 level, dari level 0 ke level jounin 2.
Semua warga, apalagi para shinobi tercengang dan menjatuhkan rahang. Bagaimana tidak, mereka untuk naik ke level chunin saja membutuhkan latihan 5 tahun. Mereka rasanya ingin muntah darah melihat Ikku naik level gila-gilaan.
Mereka yang tadinya mengendur kalap, melihat Ikku naik level, dan bersiap berbaris mengantri. Benar, ekonomi Kumogakure sudah setara Konohagakure saat ini, bahkan lebih sedikit. Tapi tetap saja yang kaya makin kaya, yang miskin makin melarat.
Dalam 30 menit antrian, 1000 pil chakra habis terjual dan pil hiringu juga habis terjual. Banyak orang merasakan manfaatnya. Tapi untuk penyakit ganas, Akira menyarankan tetap berobat padanya, untuk dilakukan operasi khusus.
Akira mendapatkan durian runtuh, yaitu 1 juta ryo dan 2 juta ryo dari hasil penjualan kedua pil.
"Huff ... huff ... huff ...tuan dokter kami kelelahan, huff ... huff ...." Nafas Shiina dan Ikku tersengal-sengal.
Inoichi, Shuichi, Omichi yang sedari tadi memperhatikan, hanya menjatuhkan rahangnya. Mereka bertiga menyesal telah memperlakukan Akira secara tidak hormat.
"Tenang, aku akan memberikan kalian bonus dan gaji pertamamu untuk nona Shiina." Akira memberikan 5.000 ryo untuk Shiina dan 2.000 ryo untuk bonus masing-masing. Kemudian melanjutkan memberikan 500.000 ryo pada Omichi, agar mereka tidak mengganggu lagi, melebihi ekpsektasi mereka, "Dan ini untuk upeti klan Amenoji. Aku harap tidak ada lagi yang menggangu toko ikan dan klinikku. Jika ada lagi yang menggangu, aku tidak bisa menjamin."
Akira menyeringai tajam dan melepaskan aura membunuh, serta aura Enenra pada Shuichi, Inoichi, juga Omichi.
Badan mereka bertiga gemetar, dadanya sesak, dan raut wajah mereka pucat pasi, seperti ruhnya siap tercabut.
"Ba-ba-baik, tu-tutuan dokter," balas serentak Shuichi, Inoichi, dan Omichi dengan nada terbata-bata.
"Aura apa itu? Aku merasakan aura membunuh dan aura yang sangat mengerikan dibalik wajah tampan dan imutnya," batin Inoichi.
"Lebih baik, aku akan memerintahkan semua klan untuk tidak menyinggung tuan dokter," batin Omichi, "Aku telah salah menilai orang."
"Sungguh, aku telah bersalah. Aku takan berani lagi menyinggungnya," batin Shuichi.