
"Bodo amat!" Shinku, Hachibiki, Mizukage Kagura, Mizukage Chojuro, dan Hiyoshi berteriak serentak pada Akira.
Reina sudah masuk ujian tahap akhir, yaitu menyerang 1000 boneka jerami dengan jutsu ciptannya sendiri dan diberi waktu 15 menit. Reina bersiap dan menatap tajam 1000 boneka jerami di depannya yang sudah disiapkan. Reina merapal segel tangan, "Shoton: garuda phoenix!" Reina mengacungkan telapak tangannya ke atas, keluar partikel kristal.
Krak!
Krak!
Muncul kristal burung garuda berwarna jingga cukup besar panjangnya 10 meter, lalu terbang ke arah 1000 boneka jerami dan melesat sangat cepat dan menabrakan diri.
Shua!
Boom!
Begitu menyentuh area tengah boneka jerami, kristal burung garuda hancur dan meledak hingga membakar 1000 boneka jerami yang luas areanya 300 meter.
"Jutsu area yang sangat hebat, tapi jutsu ini tidak bisa diajarkan pastinya, hanya untuk pengguna kekkai genkai," puji Hachibiki membulatkan matanya melihat keindahan dan efektifitas jutsu kristal burung garuda milik Reina.
Mizukage Kagura menatap satu persatu, Mizukage Chojuro, Hachibiki dan Shinku lalu menganggukan kepala. Untuk memutuskan hasil dari ujian khusus genin bagi Reina, "Akiara Reina kamu dinyatakan lulus!" teriak Mizukage Kagura.
Reina membalikan badan dan berjalan perlahan ke arah meja pengawas, lalu membungkuk hormat, cairan bening di sudut kelopak matanya mengalir pelan. "Te-terima kasih, Shinku sensei, Mizukage Chojuro sama, Mizukage Kagura sama dan Hachibiki sama, hiks, hiks, hiks!"
Mizukage Kagura memasangkan ikat kepala Kirigakure di dahi Reina, "Mulai sekarang Akiara Reina adalah shinobi Kirigakure dan akan bergabung dengan tim 9 dibawah bimbingan Hiyoshi Yuga."
"Jadi aku satu tim dengan Akira?" tanya Reina membulatkan mata, lalu menyeka air mata. Mata Reina sangat berbinar ketika mendengar pernyataan Mizukage Kagura, sambil melirik Akira dengan pipi memerah.
"Hei, hei! Kenapa hanya keempat pengawas yang kamu berikan ucapan terima kasih, aku tidak? Bukankah aku yang melatihmu? Hmph! Dasar kucing manja!" ledek Akira. "Ya sudahlah, pahlawan tersingkirkan seperti aku ini mudah dilupakan jasa-jasanya."
Reina langsung memeluk Akira, membuat darah di hidung Akira keluar cukup banyak. "Te-terima kasih Akira, tentu saja aku tidak akan melupakannya. Kamu adalah panutanku, dan selamany akan seperti itu."
"Pffft! Hahahaha!" Shinku, Hachibiki, Mizukage Kagura, Mizukage Chojuro, dan Hiyoshi tertawa serentak melihat Akira mengeluarkan darah mimisan. "Masa pahlawan, baru dipeluk gadis kecil saja sudah begitu, hahahaha!"
"Ah sial, selama hidupku dibumi belum pernah dipeluk wanita bagai dewi kahyangan seperti Reina. Ya wajar saja jika aku seperti ini, tapi ya sudahlah aku mulai betah tinggal di dunia ini. Aku akan berkunjung ke pemakaman ayah dan ibu nanti setelah aku lulus ujian chunin."
"Baiklah, aku mengerti. Lagipula kondisi juga tidak memungkinkan jika aku harus pergi, aku harus membantu Mizukage Kagura memperbaiki desa secepat mungkin dan itu ...," kata Chojuro ucapannya terpotong.
"Dan itu butuh bantuan 4 negara besar lainnya, terutama Konohagakure. Maaf harus terus merepotkan kalian." Mizukage Kagura memberikan 5 gulungan pada Hiyoshi. "Itu adalah gulungan surat permintaan bantuan pada keempat negara besar. Kita membutuhkan sumber daya yang banyak untuk memperbaiki desa, Kirigakure saat ini kondisi sumber daya dan keuangannya sangt kritis. Jika terus seperti ini kita diambang krisis bahan makanan, akibat klan Yuki memberontak kita kehilangan 90% stok makanan di Kirigakure."
"Aku mengerti Mizukage sama, kami akan berusah sekuat mungkin meminta bantuan pada Konohagakure. Karena dari lima negara besar negara apilah yang mempunyai kekuatan dan sumber daya, serta keuangan yang paling kuat." Hiyoshi menerima 5 gulungan, 4 gulungan surat bantuan dan satu gulungan rekomendasi ujian chunin khusus.
Akira sangat mengenal satu gulungan surat yang diberikan oleh Mizukage Kagura, dalam dua minggu terakhir Akira juga membantu di bagian administrasi desa. "Maaf Mizukage sama, bukankah surat itu surat rekomendasi ujiam chunin? Tapi seharusnya dalam ujian chunin kita butuh satu orang lagi?" tanya Akira.
"Kamu sangat jeli Akira. Ya benar, kalian akan diberi misi minta bantuan 4 negara besar, sekaligus menemui anggota tim 9 yang terakhir," jawab Chojuro lalu menepuk pundak Hiyoshi. "Aku harap kamu, bisa menjaganya dengan baik Hiyoshi."
"Maksud Rokudaime Mizukage, anak kecil perempuan itu?!" Hiyoshi membulatkan mata, mengingat kejadian 5,5 tahun lalu menunduk hormat dengan raut muka lesu. "Ba-baik, Rokudaime Mizukage sama."
"Kenapa tim 9 berisikan para jinchuriki tanpa bijuu? Benar-benar membuatku resah, terakhir aku melatih anak kecil itu, hampir mati aku dibuatnya. Benar-benar anak iblis, semoga saja di Konohagakure dia sudah berubah."
"Ah, menyebalkan! Misi lagi misi lagi, tak bisakah kita merayakan dahulu keberhasilan Reina dengan makan-makan. Hiyoshi sensei traktir donk, masa aku yang traktir, sensei kok pelit sama muridnya. Masa aku juga yang traktir, hmph!" Akira mengerucutkan bibirnya sambil mendengus kesal.
Selama 14 hari selain melatih Reina ia juga terus menyelesaikan misi baik misi rank D, C, B, bahkan rank A. Tapi tak ada satu pun misi itu dibayar oleh Kirigakure, karena kondisi Kirigakure benar-benar kritis dan hampir krisis. Jalur keuangan Akira hanya bersumber dari toko senjata Yurui, itu pun tersendat pengiriman akibat jalur laut, jalur udara dan jalur darat sementara ditutup. Tegangan listrik hanya bisa dioperasikan lagi satu bulan kemudian, benar-benar dalam kondisi parah Kirigakure saat ini.
Untuk melewati laut menuju desa terdekat, hanya bisa berlari di atas air, dan itu hanya bisa dilakukan shinobi genin 5 ke atas.
Hiyoshi hanya melirik tajam Akira, akhir-akhir ini Hiyoshi selalu dibuat kesal Akira karena sering menjahilinya. "Sensei hutangmu restoran sudah aku lunasi, dasar sensei miskin. Makanya jangan suka berjudi, gak punya sering berjudi," ledek Akira.
Mulut Akira langsung dibekap oleh tangan Hiyoshi, "Bohong Mizukage sama. Akira hanya membual, sudah lebih baik kita langsung berangkat. Kita akan berlari melewati laut, tidak ada sampan, perahu atau apapun yang bisa kita gunakan saat ini untuk menyebrang ke Konohagakure," jelas Hiyoshi.
"Jika meminta Otsugakure rasanya tidak mungkin. Tapi klan Hyuga mengunjungi Otsugakure pasti ada dermaga di Otsugakure, yang digunakan untuk memarkirkan kapal-kapal mereka."
Bletak!
Hiyoshi memukul kepala Akira, "Jangan bilang kau akan ke Otsugakure untuk meminjam sampan atau perahu. Klan Hyuga tidak pernah meninggalkan kapal mereka disana, atau memberikan salah satu kapal mereka pada Otsugakure. Aku sudah menyelidiki itu, jika kita memberikan informasi klan Hyuga bersekutu dengan Otsugakure, Konohagakure akan perang saudara."