
Suasana aula mansion Omichi pun kembali kondusif. Semuanya duduk tenang, setelah Akira memberi pernyataan menyanggupi permintaan mereka.
Di Kumogakure ninja medis memang banyak tapi dalam kemampuan meramu pil, tak ada yang secakap Akira dan Azura.
Akira juga sudah punya rencana, demi menaikan derajat klan Mashiro. Akira harus merombak kemampuan klan Mashiro yang hanya bisa berkebun dan bertani saja. Tapi dalam kemampuan ninjutsu sangat payah. Setidaknya mereka memiliki kemampuan salah satu ninjutsu, misalnya ninjutsu medis.
Demi melancarkan misi menaikan ekonomi Namigakure yang sedang diboikot lima negara besar. Akira harus memanfaatkan satu klan di salah satu negara besar untuk mau menjadi bidak caturnya, tanpa mereka sadari. Pastinya solusi tersebut harus win and win solution bagi semuanya.
"Dokter, apakah anda bisa menyiapkan 1000 ton ikan secepat mungkin? Semenjak kami memboikot Namigkare, kami hanya mengandalkan nelayan di pesisir pantai Yuugakure saja. Imbasnya stok ikan di Kumogakure sangat langka. Aku yakin anda orang yang berkompeten dan profesional," celetuk Raikage Y mengungkapkan isi hatinya terkait masalah desa.
Sekelas klan Amenoji yang tersohor saja, tak mampu dalam menyelesaikan masalah tersebut. Karena mereka tak punya mitra dagang yang kompeten dalam pengadaan ikan.
Akira tersenyum licik, "Baiklah, tapi aku ingin klan Amenoji dilibatkan dalam proyek ini. Aku hanya ingin menjual pada klan Amenoji ikannya dan tidak ada satu klan pun yang boleh menjual ikan selain klan Amenoji. Jadi desa membelinya dari klan Amenoji, apakah Omichi sama setuju dengan permintaanku?" pintanya sambil melirik Omichi, Kuzaku, Inoichi, dan Shuichi bergantian.
"Kenapa dia tiba-tiba memberikan proyek ini pada kami? Apa yang dia pikirkan?" batin Kuzaku masih sedikit curiga.
"Tentu saja, aku pribadi pasti menerima kalau untuk kepentingan klan," batin Omichi.
"Padahal dokter bisa saja langsung berhubungan dengan Raikage sama dan mendapatkan keuntungan berlimpah. Tapi kenapa dia melibatkan klan Amenoji?" pikir Inoichi.
"Sungguh, dokter yang sangat berbaik hati. Ada berlian di depan mata, malah memberikannya pada klan kami," batin Shuichi.
"Aku tahu tuan-tuan pasti berpikiran negatif tentangku. Reputasiku sendiri masih kurang dipercayai oleh tuan-tuan. Sebagai rasa terima kasihku pada pemerintah Kumogakure, sudah diizinkan membuka usaha, aku akan menghibahkan 100 ton ikan secara gratis pada klan Amenoji," tegas Akira menunduk hormat.
"Esok hari kami akan kirim," timpal Azura yang mulai paham rencana Akira.
Untuk memancing ikan yang besar butuh umpan yang menarik dan besar juga. Biarkan berkorban cukup besar, usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
Raikage Y sudah tak sabar, langsung mengambil dokumen yang sudah ia persiapkan. Awalnya ingin memberi klan Amenoji proyek pembangunan jalan ke Yuugakure, agar distribusi ikan lancar. Tak disangka-sangka malah Akira datang membawa solusi.
"Cepat tanda tangani proyek pengadaan ini!" titah Raikage Y.
Para warga dan semua klan tahu jika hubungan Raikage Y dan klan Amenoji sangat dekat. Bahkan sering terang-terangan memberikan proyek pada klan Amenoji, meskipun tidak ada suap yang diberikan pada Raikage oleh petinggi klan Amenoji. Alasannya satu klan Amenoji selalu bekerja dengan kualitas terbaik.
"Lalu jalur pengiriman apa yang akan anda tempuh, tuan dokter, untuk mengirimkan ikan sebanyak itu? Maaf, tuan dokter kami tidak bisa membantu masalah tersebut. Bukan apa, 10 mobil kami juga sudah rusak akibat serangan bandit beberapa hari kemarin," tanya Kuzaku menelisik, ingin tahu saja respon Akira.
Tidak mungkin juga Akira memberitahukan semua jutsu yang dimilikinya. Itu bisa membongkar semua penyamarannya.
"Baiklah, jika memang tuan dokter sanggup. Apakah barangnya bisa dikirim esok hari?" tantang Kuzaku, dia ingin menguji kecakapan dalam menerima proyek ini.
Klan Amenoji adalah klan yang sangat ketat dalam menyeleksi mitra dagangnya. Meskipun mereka tahu tentang kualitas ikan Akira yang bukan kaleng-kaleng, mereka tidak mau tersendat masalah pengiriman di kemudian hari.
"Begini saja, Kuzaku sama. Bagaimana kalau aku menyiapkan 10.000 ton dan aku jamin esok hari siap? Tenang saja, jika ikannya datang dan sudah diproses baru pembayaran," tegas Akira.
"Setuju!" Raikage Y mengacungkan jempol.
"Aku pasti sangat setuju." Omichi sangat berapi-api.
"Tunggu, masalah harganya bagaimana?" sergah Inoichi.
Shuichi, Omichi, dan Kuzaku serta Raikage Y menepuk jidatnya sendiri.
"Aku akan menekan harga para bos ikan di Namigakure sementara ini. Untung kecil pun tak masalah. Ini semua demi keberlangsungan hajat hidup orang banyak di Namigakure, aku yakin mereka setuju," batin Akira mengelus dagunya. Lalu berbisik pada Azura yang sudah berada disampingnya, "Sayang, maafkan aku melibatkan kamu dalam masalah ini. Untuk pil aku harap bisa menyelesaikan 10.000 pil chakra. Tenang pasti aku bantu."
"Tentu, sayang. Aku pasti bantu, asal kamu berikan seperti yang Reina sudah dapatkan," balas Azura berbisik.
"Dasar mesum." Akira berbisik pada telinga Azura lalu menepuk jidatnya, karena Azura menginginkan bermantap-mantap dengannya. Mendengar itu Azura hanya tertawa sambil menutup mulutnya.
"550 ryo/kg. Itu harga yang aku tawarkan pada klan Amenoji. Jika setuju aku akan menandatangani kontrak ini, dan langsung pergi saat ini juga untuk mencari ikan ke semua desa di pesisir selain Namigakure dan Otsugakure," tegas Akira.
"Apa?! 550 ryo?! Sangat murah sekali!" Semua orang melebarkan mata termasuk Azura. Ya, karena Azura tahu, harga ikan di Konohagakure 7 tahun lalu saja sudah 3200 ryo/kg.
Omichi langsung gerak cepat menandatangani proyek tersebut. Raikage Y pun ikut menandatangani. Ada dua dokumen, dan satu kesepakatan dokumen. Dokumen pertama antara Akira dan klan Amenoji, dokumen kedua, antara klan Amenoji dengan Kumogakure, dokumen ketiga kesepakatan ketiga pihak agar menaati semua peraturan dalam transaksi tersebut.
Akira meminta izin untuk bergegas menghubungi semua mitra dagangnya. Karena esok hari harus mengirimkan ikan sebanyak 10.000 ton. Tidak mudah, karena ia harus mengumpulkan semua bandar ikan di Namigakure untuk membuat kesepakatan.
Azura ditinggalkan di aula mansion Omichi, untuk melanjutkan negosisasi pil chakra. Tentu saja semua masalah selesai karena dalam masalah lidah manis, semua anggota inti Senso No Haijo mempunyai sensei mulut boros, yait Hizuga Baroi.
Dalam sekejap Azura melancarkan jurus mulut boros dari Hizuga, dan benar saja. Kumogakure memesan 10.000 pil chakra dan klan Amenoji 5.000 pil chakra. Tentu saja bisnis pil ini sangat menjanjikan, mereka bisa menjual lagi ke desa atau negara lain yang mampu membeli pil sehebat itu. Mereka menyetujui dengan harga 35.000/pil chakra.