DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 129 Membangun Reputasi



Azura dan Hizuga sedang membangun reputasi organisasi Senso no Haijo versi putih di Kumogakure. Organisasi Senso no Haijo versi putih ini, Akira menamainya Eneru.


"Echi sama, semua bandit semua kami bereskan dengan mudah," Azura menepuk-nepuk kedua tangan, bahu, dan pinggangnya membersihkan debu akibat pertarungan mereka berdua dengan bandit. "Mari jalan!"


Azura dan Hizuga hilang dari pandangan, mereka berdua mengawasi dari kereta kuda ekspedisi yang membawa banyak sayuran berkhasiat dan Daikonji Echi dari dahan pohon ke dahan pohon yang lain. Sedangkan Daikonji Echi dan istrinya berada di dalam kereta kuda ekspedisi yang menarik gerobak berisi sayuran berkhasiat yang dikemudikan kusir kereta kuda.


Azura dan Hizuga hanya meminta setengah bayaran yaitu 50.000 ryo, tujuannya hanya ingin mendapatkan respek dari klan Daikonji, sekaligus membuktikan bahwa pengawalan dari organisasi Eneru lebih hebat dari pengawalan jounin elit Kumogakure.


•••


5 jam kemudian.


Kereta kuda ekspedisi tiba di pintu gerbang Konohagakure, dari jendela kereta kuda Daikonji Echi dan istrinya bernama Daikonji Yuzu tersenyum puas.


"Ternyata menyewa jasa organisasi Eneru sangat cepat dan ini bisa menaikan reputasi klan Daikonji di Konohagakure," gumam Echi. "Tentu saja bukan hanya reputasi tapi juga bonus pengiriman lebih awal dari klan Senju."


"Kerja kalian sangat bagus," Echi tersenyum puas sambil menoleh ke belakang, dimana Hizuga dan Azura duduk di kursi belakang kereta kuda ekspedisi. "Bayaran kalian memang sangat murah, tapi tidak murahan."


"Terima kasih Yuzu hime," Hizuga tersenyum puas dari balik topengnya dan menunduk hormat.


"Sudah menjadi tanggung jawab kami memberikan pelayanan yang terbaik," timpal Azura tersenyum puas dari balik topengnya dan menunduk hormat. "Kami juga siap membantu klan Daikonji jika membutuhkan dana pengembangan pada sektor pertanian."


Kereta kuda ekspedisi tiba di depan pintu gerbang klan Senju, setelah melewati berbagai pemeriksaan ketat. Klan Daikonji memilih pengiriman tradisional meskipun zaman sudah semakin maju, karena mengutamakan kualitas sayuran berkhasiat dan tanaman herbal yang membutuhkan penanganan khusus dari ketua klan Daikonji sendiri.


"Lalu kenapa kalian memberikan jasa pengawalan kalau memang punya banyak uang untuk mendanai bisnis atau investasi ke perseorangan atau perusahaan lain?" tanya Echi menaikan alisnya, karena tiba-tiba Azura memberikan penawaran investasi.


"Pemimpin kami senang bekerja sama dengan beberapa klan yang potensial dan klan yang ingin meningkatkan reputasi serta kekuatan militernya. Organisasi kami sangat membutuhkan beberapa tanaman herbal dan sayuran berkhasiat untuk membuat pil, serta mendukung penuh klan yang mau bekerja sama dengan kami," jawab Azura tersenyum licik.


"Penawaran yang sangat menarik." Yuzu tersenyum tipis, belum pernah ia mendengar ada organisasi yang mau mendukung penuh dan bekerjasama dengan klan Daikonji. Yang ada hanyalah kerjasama sebagai mitra dagang atau kerjasama yang jelas-jelas membuat klan Daikonji rugi berat.


Kusir kereta kuda dengan raut wajah datar turun dari kursinya, dan membukakan pintu kereta kuda, yang didalamnya terdapat Echi, Yuzu, Azura dan Hizuga. "Silahkan tuan, nyonya dan shinobi sama," ucapnya menunduk hormat.


Echi turun dengan raut wajah serius, lalu memberikan gulungan berisi dokumen pengiriman sayuran berkhasiat dan tanaman herbal. "Kami dari klan Daikonji, ingin mengirimkan pesanan ketua klan Senju Odama," tuturnya.


Salah satu penjaga bernama Senju Arama menerima gulungan dokumen dan membukanya, lalu mengangguk pelan," "Silahkan masuk!" seru Arama menunduk hormat.


Echi menggandeng tangan Yuzu masuk ke dalam, lalu diikuti Azura dan Hizuga. Senju Arama dan Senju Ozuma menatap heran, Hizuga dan Azura, terakhir kali klan Daikonji mengirimkan paket sayuran berkhasiat dan tanaman herbal tidak membawa pengawal sama sekali.


***


Training field klan Hoshigaki.


Akira sedang mendemonstrasikan kemampuannya dalam menggunakan senjata. Kali ini Akira memgambil senjata tombak bermata tiga, dari ranjang besi yang disediakan oleh klan Hoshigaki sebagai latihan menggunakan senjata bagi genin dan chunin klan Hoshigaki.


Akira mengalirkan chakra elemen api ke tombak bermata tiga atau trisula, lalu melemparnya kuat-kuat ke arah batu besar untuk menguji seberapa kuat, tahan lama, dan ketahanan senjata biasa yang dialiri chakra.


Shua!


Tombak beraura jingga dengan api yang berkobar-kobar itu melesat sangat cepat menuju batu besar yang jaraknya lusinan Akira dari tempatny berdiri, lalu menghantam batu besar itu menjadi luluh lantak.


Boom!


Akira tersenyum puas setelah melihat hasilnya, dan matanya berkeliling melihat 100 anak-anak klan Hoshigaki serta Kuiro yang sedang menjatuhkan rahangnya karena berdecak kagum melihat demonstrasi permainan tombak Akira. "Sepertinya berhasil," gumamnya.


Akira melakukan ini untuk mengulur waktu, agar Shinichi menyelesaikan pesanan 1000 tombak, 1000 ninjato, 1000 chokuto, 1000 katana, 10.000 shuriken, 5.000 kunai, dan 2.000 belati chakra bisa cepat diselesaikan secepat mungkin. Tentu saja dengan segel karma Ryuko no juin Shinichi akan sangat mudah membuat senjata sebanyak itu.


Prok!


Kuiro bertepuk tangan dengan tersenyum puas, matanya penuh kekaguman, "Luar biasa Akihiko sama. Tapi bagaimana dengan metode latihannya apakah terlalu sulit," tanya Kuiro agak bimbang dengan jutsu kombinasi yang diperagakan oleh Akira. Bagi seorang shinobi mengkombinasikan senjata dengan chakra itu sangat sulit membutuhkan konsentrasi yang tinggi.


"Sulit,"Akira menggeleng pelan lalu tersenyum lebar. "Jika menggunakan senjata dengan batu logam biasa, seperti senjata tombak itu."


Akira menunjuk ke arah tombak, lama kelamaan tombak yang tergeletak di permukaan tanah itu hancur menjadi beberapa bagian seperti gelas terjatuh dari ketinggian 1000 meter di atas permukaan tanah.


Prang!


"Jika senjata menggunakan batu logam biasa, membutuhkan mental yang cukup dan itu rata-rata di level jounin1. Tapi jika menggunakan senjata buatan Yoroi Corporation, paling lama 3 hari sudah menguasinya dengan maksimal dan senjatanya memiliki ketahanan yang sangat tinggi," imbuh Akira dengan raut muka serius agar Kuiro dengan bualan Akira meskipun itu adalah kenyataan yang sebenarnya.


Bualan karena Akira hanya ingin memanfaatkan klan Hoshigaki saja dan faktanya senjata buatan Shinichi memang terbaik di kelasnya.


Akira mulai memberikan arahan untuk mengetahui jenis elemen chakra yang dimiliki 100 anak klan Hoshigaki. Setelah mendapatkan hasil dari latihan mengalirkan chakra di sebuah potongan kertas kecil, hasil latihan menunjukan 50 chunin berelemen air, 10 memiliki elemen ap,i 30 elemen tanah, 6 elemen angin dan 4 elemen petir.


Latihan selanjutnya Akira menyuruh 100 anak-anak klan Hoshigaki untuk mengalirkan ke senjata yang lebih kecil bentuknya yaitu shuriken.