
"Sepertinya akan ada pertunjukan menarik," batin Akira tersenyum jahat.
Reina mendekati Namikage Ouja dan tersenyum ramah sambil menunduk hormat, "Selamat datang Namigake sama."
Wajah Namikage Ouja yang begitu tegang, setelah melihat kecantikan Reina langsung mengendur dan tersenyum ramah, "Terima kasih atas penyambutannya, Masayuki hime. Terima kasih juga telah berkenan melatih para genin klan Renbu."
"Itu adalah bonus ekslusif yang diberikan Yoroi Corporation pada klan Renbu. Akihiko dono sebagai pewaris tunggal secara ekslusif memberikan sedikit ilmu berpedangnya pada anak-anak klan Renbu," Reina tersemyum ramah dan sangat imut membuat Namikage Ouja semakin luluh.
"Maaf, Namikage sama," Keiko tersenyum sambil menunduk hormat. "Jika anda sedang melakukan investigasi terkait beberapa kejadian pembunuhan di Namigakure. Aku bisa menjadi saksi, bahwa Akihiko sama dan Masayuki hime adalah korban. Alasannya pak Renbu Omasuki yang menjadi kusir kereta kuda tewas oleh salah satu jounin elit yang dikirim oleh keempat klan. Jadi aku harap masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi."
"Cih, Keiko juga berada dipihak Akihiko. Jika aku gegabah, Oni chan juga akan membelanya, ditambah lagi si tua bangka Yakumo pasti juga akan ikut campur," batin Namikage Ouja menyeringai kesal karena tak bisa menangkap Akira.
"Hahahaha ...," Mishima yang sudah memakai seragam Ryutsuki dan topeng putih motif naga, terbang melayang di atas kediaman klan Renbu, menaiki naga tanah liat C2. Kishima juga ikut serta memakai seragam yang sama dan membawa gulungan Kyuri no Akuma. "Jika Namikage meminta pertanggung jawaban atas hancurnya klan Kawaki, klan Ozuru, klan Daisuchi, dan klan Omushi serta pembunuhan Namikagr Bujin. Maka kamilah yang bertanggung jawab!"
Akira menyuruh Mishima dan Kishima datang ke kediaman klan Renbu untuk mengalihkan perhatian Namikage Ouja.
Akira melesat cepat ke depan Yakumo, Reina juga melesat cepat ke depan Animisa. Mereka berdua berpura-pura melindungi Yakumo dan Animisa, Keiko segera mengamankan 30 genin klan Renbu ke dalam aula kediaman klan Renbu.
"Anak-anak, cepat masuk! Mereka berdua adalah orang yang berbahaya!" Keiko menggiring 30 genin klan Renbu dengan raut wajah ketakutan.
Naga tanah liat menjatuhkan ratusan laba-laba tanah kecil, dan meledak menjadi kepulan asap.
"Katsu!"
Mishima tangan kirinya membentuk segel pelepasan, kepulan asap menghalangi pandangan dan menutupi semua kediaman klan Renbu.
Animisa sudah mengeluarkan chakra Choumei dengan hanya satu ekor, tubuhnya diselimuti chakra berwarna merah transparan.
Animisa siap melesat tapi dihentikan oleh Akira, "Jangan Animisa hime, mereka terlalu kuat. Mereka juga pemburu bijuu, aku pernah melawan mereka sewaktu memperebutkan Masamune Daikichi yang menjadi Jinchuriki Shukaku mereka berhasil mengeluarkan Shukaku dari tubuh Masamune Daikichi," bisik Akira dengan raut muka serius.
"Kami tidak ingin klan Renbu terlibat, nasibnya akan sama dengan keempat klan yangs sudah mereka musnahkan. Kekuatan mereka di level Ryunin 1, itu pun anggota mereka yang paling lemah. Untung saja kami berdua selamat dari mereka di gurun iblis, karena ditolong oleh seseorang yang mencuri gulungan legendaris Konohagkure, kalau tidak salah namanya Uchiha Ryuki," sergah Reina.
"Uchiha Ryuki?!" Animisa membulatkan mata, chakra bijuu Animisa kembali simpan. "Jadi dia masih hidup?!"
"Aku tak menyangka ada manusia bisa melawati level jinchurikinin?!" Yakumo matanya membelalak, betapa berbahaya dan kuatnya manusia di tahap setengah dewa itu. Bagi mereka seseorang di level Ryunin di anggap setengah dewa, karena Rikudou sennin atau Hagoromo Otsutsuki di tahap Kaminin 1, sedangkan Tenshiryuzaki di tahap Kaminin 5.
Kepulan asap sudah mereda dan jarak pandang kembali normal, tapi Namikage Ouja dan kedua jounin elit Namigakure sudah tidak ada.
Mereka bertiga mengejar Mishima dan Kishima yang terbang ke arah hutan perbatasan antara Konohagakure dan Namigakure, tepatnya tempat dimana Satoshi Bujin dihabisi oleh Mishima.
"Gawat!"Akira berpura-pura berakting serius, membulatkan matanya dengan raut muka penuh khawatir. "Sayang, kamu disini saja, jaga Animisa hime, Yakumo sama dan semua anggota klan Renbu. Aku akan mengejar Namigake sama."
Cup!
"Hati-hati sayang!" Reina mencium bibir Akira, "Kembalilah sayang."
"Ya, sayang." Akira berlari ke arah pintu gerbang kediaman klan Renbu lalu melompat ke dinding pembatas, kakinya menumpu kuat-kuat untuk melompati setiap atap bangunan di klan Namigakure dan tujuannya adalah hutan perbatasan Konohagakure dan Namigakure.
•••
Namikage Ouja dan kedua jounin elit pengawalnya sudah tiba di hutan perbatasan. 100 jounin elit Namigakure juga menyusul untuk menangkap Mishima dan Kishima.
Mata mereka berkeliling mengamati keadaan hutan sekitar, terdengar suara burung berkicauan tapi tanda-tanda pergerakan Mishima dan Kishima hilang bak ditelan bumi.
"Sial, kemana mereka berdua terbang pergi!" Namikage Ouja menyeringai kesal hingga memukul pohon disampingnya hingga tercetak bekas pukulan tangannya.
Brak!
Akira berlutut satu kaki di atas pohon besar, jarak Namikage Ouja dan Akira 2 km, ia melihat hanya dari persepsi mata byakugannya saja.
102 jounin elite Namigakure sudah mengepung hutan perbatasan dalam radius 500 meter. Karena mereka melihat Mishima dan Kishima turun perlahan ke hutan perbatasan, jarak pandang mereka ketika melihat Mishima dan Kishima hanya 50 meter.
Mishima dan Kishima sengaja terbang pelan untuk memancing Namikage Ouja dan 102 jounin elit. Mereka ingin merentangkan otot-otot mereka setelah 3 hari penuh hanya bergumul dengan sebotol minuman dan wanita cantik.
Akira yang memindahkan Mishima dan Kishima ke dimensi kamui, rencananya mereka ingin menyergap 103 jounin elit dan Namikage Ouja setelah mereka sudah berkumpul.
Di ketinggian 100 meter dari permukaan tanah, dibawah Namigake Ouja berdiri, muncul pusaran angin yang merupakan portal kamui. Dari dalam portal dimensi kamui muncul naga tanah liat yang membawa Mishima dan Kishima.
"Katsu!"
Swiiing!
Naga tanah liat menembakan naga tanah liat kecil bersayap empat, sasarannya Namikage Ouja.
"Raiton no Yoroi!" Kishima mengaktifkan baju armor petir, seluruh tubuhnya diselimuti chakra petir yang menyambar-nyambar. "Kai! Hachiryuu!"
Boof!
Senjata Naginata dengan bilah lengkung besar sudah berdiri tegak dan dipegan oleh tangan kanan Kishima.
Boom!
Naga tanah liat bersayap empat menghantam permukaan tanah, 5 jounin elite terkena ledakan, kedua kaki mereka dan tangan kanan mereka hancur.
"Aaakh!" 5 jounin elite yang terkena ledakan memekik keras, sejurus kemudian Kishima melompat dari ketinggian 100 meter, mengayunkan Hachiryuu dan menebas kepala mereka.
Zrash!
Cairan merah menyembur deras, dan mengotori seragam Kishima, "Hahahah ... sangat nikmat!" Kishima tertawa jahat dari balik topengnya dan menyapu kedua bibirnya dengan lidah yang menjulur panjang.
10 jounin elit Namigakure mengepung Kishima dan melemparkan kawat tajam ke satu sama lain membentuk shuriken 5 bilah.
Krieeet!
Kawat tajam direntangkan untuk memotong Kishima, seringai licik dari balik topengnya terpampang jelas dengan tatapan sinis.