
Akira sudah menarik uang dari Shinobi dan tidak main-main, akun milik Kuiro dikuras habis tak tersisa saldonya menjadi nol.
Akira langsung menyegel uang 40 juta ryo ke dalam gulungan dan diteleportasikan ke Shinichi. Tentu saja seperti orang kesurupan kuda lumping, Shinichi menari jingkrak-jingkrakan setelah mendapatkan uang 40.000.000 ryo dari Akira. Sisanya ia simpan ke dalam gulungan dan dimasukan ke dalam saku bagian dalam jubahnya.
"Dengan begini aku bisa tenang pergi ke Hoshigakure," gumam Akira tersenyum puas penuh dengan ketenangan.
Meskipun Reina sudah banyak mendapatkan uang yang sangat banyak dari bayarannya sebagai anggota organisasi Senso no Haijo, Akira sama sekali tidak mau merepotkan Reina ataupun anggota yang lain dalam masalah keuangan, prinsipnya uang mereka ya untuk mereka, uangku ya milikku dan milik mereka juga.
Akira dan Reina sudah tiba di perbatasan Hoshigakure, lembah iblis. Reina merapal segel tangan lalu menghentakannya ke permukaan tanah," Shoton: Hasho koryu!" dari tanah di bawah telapak tangan Reina muncul kristal yang menjadi naga kristal memanjang hingga 300 meter. Lalu membeku menjadi jembatan kristal yang menjadi penghubung untuk melewati jurang lembah iblis.
"Nampaknya desa ini tetap masih terisolir karena gas beracun yang berada di jurang lembah iblis ini." Akira mengedarkan pandangan byakugan ke arah jurang iblis dan mendapati banyak batu logam bernama Saburi yang lebih keras satu tingkat dari Gakizo dan lebih lunak dari Enenra dua tingkat. Akira juga menemukan tanaman herbal anti racun paling kuat bahkan bisa menjadi racun paling kuat dan mematikan bernama tumbuhan Mikadzuki. "Mungkin hanya Keiko yang bisa menetralkan daerah ini. Paman Hizuga bisa muntah darah jika memaksa menghisap semuanya."
"Kenapa Ryu? Ada apa?" Reina penasaran melihat Akira yang sedang berjalan di atas jembatan kristal tiba-tiba berhenti dan bergumam.
"Tidak apa-apa. Panah racunmu jika disatukan daun Mikadzuki yang berada dibawah jurang iblis ini bisa membunuh hewan bertipe stealth sekalipun, hehehe ...." Akira menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh, membayangkan Reina sudah diinjeksikan ekstraksi daun Mikadzuki ke tubuhnya. "Ah, sudahlah ayo! Kita harus bergegas, aku melihat Yonbi berada di ujung dari lembah ini."
Mereka berdua berjalan perlahan menapaki jalan setapak di samping jurang iblis setelah menyebrangi jembatan kristal, lalu menyusurinya. Mata Akira dan Reina terus berkeliling mengamati situasi dan keadaan, takut tiba-tiba ada sesuatu hal yang terjadi.
"Sayang, menurutku daerah ini jika sudah dibersihkan dari radiasai racun akan lebih baik untuk dijadikan markas penelitian Senso no Haijo. Kita sudah memiliki markas gudang sumber daya di Namigakure, bukan?" usul Reina mencairkan suasana yang agak gelap setelah masuk semakin dalam menuju puncak jurang lembah iblis.
"Kamu sangat jeli, sayang." Akira berhenti berjalan lalu mengelus lembut rambut Reina. "Tapi untuk menetralkan gas beracun seluas dan sebanyak ini, kita butuh Keiko. Hanya dia yang mampu melakukannya, elemen kegelapan yang dimilikinya membuat tubuhnya kebal terhadap racun yang paling mematikan, walaupun jumlahnya sangat banyak."
"Elemen kegelapan?! Aku baru mendengarnya, darimana kamu tahu sayang?" tanya Reina, raut wajahnya sangat penasaran. "Katakanlah cepat!"
"Ini!" Akira menunjuk mata byakugan dengan 7 tomoe putih dan sharingan 7 tomoe hitam. "Mata ini tidak ada yang bisa menghalanginya, apapun itu bahkan jutsu limbo pun bisa terlihat jelas. "Contohnya seperti ini, Ryuton: Rinbo Hengoku!"
Sriing!
Mata rinne sharingan di dahi Akira tiba-tiba muncul dan langsung membelalak, jarak antara Akira dan Son Goku sekitar 500 meter.
Boom!
"Groaaar!" Terdengar suara ledakan dan raungan yang sangat keras, Yonbi mendapatkan dorongan sangat kuat ditubuhnya yang sedang terlelap tidur. Tentu saja itu adalah ulah Akira, membuat tubuhnya bergeser mundur sejauh 500 meter, semua pepohonan yang dilewatinya ambruk.
Reina menutup matanya dengan kacamata scouter, 6 pilar kristal kesho no tate muncul di belakang punggungnya membentuk sayap, 3 di kiri dan 3 di kanan. Dari ujung pilar muncul api putih mendesis yang mendorong Reina terbang melesat cepat ke arah Son Goku.
Swiiing!
"Groaaar!" Son Goku kembali meraung keras dan bangkit, menggetarkan wilayah di sekitarnya dalam radius 200 meter.
Tubuh Akira diselimuti aura berwarna hitam pekat, rambutnya yang berwarna merah menjadi merah kehitaman. Pepohonam dalam radius 50 meter langsung layu, mengering kemudian mati.
Bam!
Dengan dorongan kuat dari api putih di setiap ujung pilar kristal putih, Reina menghantamkan pukulan dengan kepalan tangan kanannya.
Sruug!
Son Goku menyilangkan tangan dalam keadaan terpundur. "Hahaha ... kuat juga kau bocah imut! Rasakan ini!" Son Goku melepaskan bijuudama berbentuk bola lava yang sangat besar.
Swush!
Bijuudama melesat ke arah Reina, dan sudah tak mampu menghindar, Kesho no tate membentuk bola pelindung untuk melindungi tubuh Reina.
Krak!
Bola pelindung kristal transparan berwarna putih yang melindungi Reina retak sedikit, Akira menyadari jika Reina sedang terdesak dan muncul disampingnya dengan jutsu hiraishin lalu menggendongnya. Akira dan Reina berteleportasi menjauh dari bijuudama.
Boom!
Bijuudama menghantam lembah iblis, siluet kubah menyala terang, di susul siluet jamur setinggi 300 meter ke atas langit. Gelombang kejutnya menghempaskan apapun disekitarnya dan terjadi fluktuasi udara.
Son Goku menaikan sudut bibirnya membentuk senyum tipis, dalam prasangkanya Reina sudah tewas bersama meledaknya bijuudama lava yang ia lepaskan.
"Kamu beristirahatlah, biar si kera otot lunak itu menjadi urusanku." Akira mengecup kening Reina yang sudah ia sandarkan tubuhnya di dekat jembatan kristal. Tangan kanan Akira sudah membentuk rasenringu dengan 6 cincin merah, lalu tubuhnya berkedip dan hilang dari pandangan Reina. "Mati kau kera otot lunak!"
Akira melesat sangat cepat dengan taijutsu: Kage no suteppu, secepat kilat ia sudah berada di depan dada Son Goku dan menghantamkan rasenringu.
"Sangat cepat?!" Son Goku menaikan alisnya, matanya membelalak karen tidak percaya bocah seumur jagung mampu bergerak sangat cepat hanya dalam sepermili detik ke arahnya.
Boom!
Rasenringu menyentuh dada Son Goku dan membuatnya terpundur, tapi tak kuat menahan dorongan rasenringu yang dihantamkan Akira hingga membuat tubuhnya tumbang.
Siluet kubah menyala terang di atas dada Son Goku, semakin lama semakin lebar dan menutupi seluruh badan Son Goku. Gelombang kejutnya membuat fluktuasi udara, wilayah dalam radius 400 meter dari Son Goku rata menjadi tanah.
"Groaar!" Son Goku meraung kesakitan setelah mendapatkan hantaman jutsu yang sangat kuat dan menyakitkan baginya, "Groaaaaaaar!"