
Akira dan Reina duduk di sofa, Kuiro secara khusus menghidangkan dua cangkir teh. "Silahkan Akihiko sama, Masayuki hime," Kuiro tersenyum ramah menyodorkan tangannya.
"Jangan terlalu formal, Kuiro sama," Akira tersenyum ramah, secangkir tehnya ia seruput pelan. "Kami ingin menawarkan senjata pada klan Hoshigaki."
"Tidak perlu," Kuiro menggeleng pelan, bibirnya melengkung membentuk senyuman, "Yakumo sudah menceritakan semuanya. Bagaimana kalau kalian berdua masuk ke organisasi Yon Kingu?"
"Bagus kata-kata ajaib itu muncul. Yakumo menyampaikan ceritanya sungguh hebat, sehingga hanya dengan cerita dan sandiwara bodoh ini, membuat Kuiro percaya."
[Ding! Selamat berhasil meningkat respek Hoshigaki Kuiro menjadi 75% pada host]
"Apa tidak terkesan terburu-buru?" Reina tersenyum tipis mencoba seberapa besar kepercayaan mereka pada Akira dan Reina saat ini, mereka hanya membual atau memang sedang memberikan harapan palsu mereka berdua. "Kami ini hanya pedagang senjata, memang bisa apa kami ini?"
"Jangan terlalu merendah, aku sudah cukup merasakan kemampuan anda, Masayuki hime. Buktinya tangan ini masih sakit, hehehe," Kuiro terkekeh sambil mengelus pelan tangan kanannya yang masih sakit setelah memukul dinding kristal transparan yang dibuat oleh Reina.
"Itu hanya jutsu rendahan, mana mungkin tangan Kuiro sama lecet dengan jutsu seperti itu, hehehe," Reina tertawa sambil menutuo mulutnya. "Rumor mengatakan jika organisasi YK sedang mengumpulkan bijuu, apa itu benar?"
"Masayuki hime memang mempunyai telinga yang sangat akurat," Kuiro tersenyum tipis, lima jarinya ia ketukan ke meja di depannya. Dalam hatinya Kuiro ingin segera merekrut Akira dan Reina untuk masuk ke organisasi YK. "Aku ingin kalian menangkap Matatabi yaitu biju Ninbi, apakah kalian tidak keberatan?"
"Tentu tidak, tapi jika kami berhasil menangkapnya, aku punya satu permintaan," jawab Akira tersenyum licik, Anggap saja itu adalah syarat agar kami memantaskan diri, masuk organisasi YK."
Akira sudah memiliki berbagai rencana dari A sampai Z. Rencana itu ia rancang dan mulai dilaksanakan satu persatu, tujuannya tentu saja merebut patung gedo mazo dari tangan organisasi YK.
"Baiklah, anggap saja seperti itu. Aku yakin Akihiko sama dan Masayuki hime mampu melakukannya," Kuiro tersenyum puas lalu memberikan gulungan berisi informasi dari mata-mata organisasi YK berisi keberadaan Matatabi yang berada di Hoshigakure. "Ini adalah rinciannya. Tapi sebelum kalian pergi, aku ada satu permintaan!"
"Tentu saja. Apa yang ingin anda minta Kuiro sama? Kami siap memenuhinya selama kita mampu," jawab Akira tersenyum licik, tentu saja semakin banyak permintaan Kuiro semakin besar rasa respeknya pada Akira.
"Kita lanjutkan transaksi pembelian senjata dan berikan bonus eksklusif seperti klan Renbu, bagaimana Akihiko sama?" pinta Kuiro.
Kuiro berencana merebut kekuasaan Mizukage Kagura, dengan kekuatan militer klan Hoshigaki sendiri. Tapi kekuatan militer mereka saat ini hanya seumur jagung, setelah proyek sel Kitana digagalkan oleh Akira.
"Ah, sial! Gara-gara semua menu sistem terkunci aku harus menghubungi paman Shinichi," batin Akira menyeringai kesal.
"Kenapa Akihiko sama? Apa ada masalah?" tanya Kuiro.
"Tidak apa-apa, Kuiro sama. Mungkin senjatanya akan mengalami keterlambatan. Tapi aku akan memberikan bonus eksklusifnya lebih awal dengan melatih genin klan Hoshigaki," jawab Akira tersenyum licik agar ia tak mengecewakan Kuiro.
"Baiklah, tidak apa-apa," Kuiro tersenyum tipis, "Dengan senang hati kami menerimanya."
"Lalu jenis senjata apa saja yang dipesan dan jumlahnya berapa?" tanya Akira serius.
"Apa Yoroi Corporation punya senjata khusus?" tanya balik Kuiro serius.
"Tidak ada. Tapi dengan kombinasi elemen, senjata biasa bisa menjadi luar biasa. Apakah aku boleh mendemonstrasikannya?" Akira menyunggingkan senyumnya.
"Baiklah, mari kita ke lapangan tempat para genin dan chunin klan Hoshigaki berlatih!" seru Hoshigaki.
Akira, Reina dan Kuiro keluar dari ruangan lantai 3, menuju training field klan Hoshigaki, ada 25 genin dan 75 chunin yang dimiliki klan Hoshigaki.
Kuiro juga menyembunyikan fakta pada klan bahwa dirinya adalah seorang jinchuriki hachibi, Gyuki dari semua anggota klannya, tujuannya tentu agar tidak terendus oleh petinggi Kirigkure.
Akira, Reina, dan Kuiro tiba di training field klan Hoshigaki, ada 100 anak-anak dari klan Hoshigaki sedang berlatih. Semua genin dan chunin klan Hoshigaki terpinggirkan setelah keterkaitan mereka dengan sel Kitana. Genin dan chunin klan Hoshigaki sudah jarang mendapatkan misi dari Kirigakure, karena kepercayaan Kirigakure pada klan Hoshigaki mulai memudar.
***
Kumogakure.
Azura dan Hizuga sedang bertarung dengan bandit yang menghadang mereka. untuk mengirimkan wortel kyuryuu dari Kumogakure ke Konohagkure.
Mereka berdua sedang mengawal klan Daikonji, klan yang memiliki perkebunan sayur-sayuran berkhasiat dan tanaman herbal terbesar di Kumogakure. Kereta kuda ekspedisi di hadang oleh bandit di Yugakure, tentu saja mengincar isi di dalam kereta kuda ekspedisi.
Trang!
Hizuga yang sudah menggunakan jutsu andalannya yaitu hesse heki no jutsu, membentuk siluet pedang chakra berwarna biru menangkis serangan gada besi berduri yang dilancarkan salah satu bandit yany bertubuh besar dan kekar.
Krak!
Azura menggigit jempolnya, lalu merapal segel tangan pemanggilan dan menghentakannya ke permukaan tanah, "Kuchiyose no jutsu: Itsutsu no Sughosin!" di bawah kedua telapak kaki Azura, muncul formasi segel pemanggilan berdiameter 10 meter.
Boof!
Dari balik kepulan asap nampak Seiryu, Suzaku, Genbu, Byako, dan Qirin. Kereta kuda ekspedisi yang membawa beberapa sayuran berkhasiat dan ketua klan Daikonji bernama Daikonji Echi, dikepung 50 bandit.
Seiryu, Byako. Suzaku, dan Qirin langsung melesat dengan tatapan mata tajam siap membantai para bandit, sedangkan Genbu membentuk kubah transparan berwarna transparan untuk melindungi kereta kuda ekspedisi.
10 bandit berlari cepat ke arah Azura yang berada di depan kereta kuda ekspedisi, kedua tangannya merapal segel tangan, "Katon:Zukokku!" Azura menembakan api yang sangat besar dari mulutnya dan bertekanan tinggi.
Swush!
10 bandit coba menghindar dengan melompat ke samping, tapi sayang sekali semburan api yang dilesatkan oleh Azura sangat cepat dan terlambat menghindar, 10 bandit terbakar gosong.
Hizuga meminkan pedangnya sangat cepat, shuriken dan kunai yang dilempar ke arah semuanya berhasil di belah dua.
Slash!
Siluet pedang chakra dirubah menjadi sileut tombak tombak naginata dengan bilah lengkung yang sangat besar.
Boom!
Tubuh Hizuga berkedip dan mengayunkan naginata ke arah bandit yang sedang berkumpul, 20 bandit terpental terkena hantaman naginata Hizuga dan pingsan dengan darah termuntah dari mulutnya.
Brak!
Seiryu, Suzaku, Byako dan Qirin membabi buta menyerang bandit yang tersisa, cakar-cakar besar mereka menebas satu persatu tubuh bandit hingga menjadi dua.
Slash!