Mine

Mine
Berita Sukacita



Bergabungnya Dion di keluarga serta perusahaan Caesar bagaikan membawa keberuntungan baru bagi jalannya bisnis mereka. Caesar masih menyembunyikan identitas asli Dion untuk menghindari munculnya rumor miring terkait diterimanya Dion di perusahaan Caesar melalui orang dalam walaupun itu memang benar faktanya.


Tapi meskipun muncul rumor yang kurang sedap seperti itu juga tak akan berefek apa-apa untuk Dion, sebab Dion ditempatkan di bagian lapangan bukan stay di dalam kantor.


Bergabungnya Dion di perusahaan jelas menguntungkan Caesar. Dengan adanya Dion, Caesar bisa melimpahkan sebagian kecil dari pekerjaannya untuk terjun langsung ke lapangan guna melakukan penyelidikan, pencarian, pengumpulan informasi bahkan sampai pada 'penanganan' langsung ke pihak-pihak yang mencari masalah dengan perusahaannya.


Itu merupakan bagian kecil namun sangat penting untuk dilakukan dan ditinjau secara langsung. Caesar yakin bahwa Dion adalah pilihan yang tepat dan cocok untuk mengambil alih bagian ini.


Selain karena mereka adalah keluarga, juga Caesar yakin sekali kalau Dion tak akan mengkhianatinya secara diam-diam. Secara tak sadar Dion telah menggantungkan hidupnya dan Caesar tahu benar bila Dion akan melakukan apapun demi mempertahankan satu-satunya keluarga yang lelaki itu punya saat ini.


Meski terkesan licik dan memanfaatkan kelemahan seseorang, Caesar tak akan melepaskan kesempatan emas ini. Dion adalah orang dengan potensi dan kemampuan di atas rata-rata, bodoh sekali apa bila Caesar melepaskan 'senjata' seperti Dion begitu saja.


Toh selain itu Dion telah memperlihatkan kesetiaan serta perhatiannya kepada Serena tanpa pamrih dan kepura-puraan, Caesar sangat puas melihat itu. Maka dari itu tak ada alasan lain bagi Caesar untuk membiarkan Dion pergi dan lepas dari genggamannya.


.......


.......


Sementara itu, di lain tempat, Serena merasa dunianya jadi sedikit hampa setelah ditinggal Dion merantau ke negara Caesar.


Memang bagus sih Dion nekat pergi merantau demi mencari pekerjaan dan mengasah skillnya dengan mengikuti Caesar. Tapi sisi buruknya, Serena jadi sedikit kesepian karena tak ada lagi sosok yang akan menemaninya di kala semua orang bahkan suaminya sedang sibuk.


Julian memang melarang Serena mengambil pekerjaan di suatu perusahaan. Oleh karena itu Serena jadi lebih banyak tinggal di rumah dan tidak pergi ke mana-mana.


Keputusan ini bukan atas keegoisan Julian semata, melainkan saran dari dokter, khususnya dokter kandungan yang mana ditemui Serena dan Julian ketika memeriksakan kandungan bulan lalu.


Serena sudah membahas soal memiliki anak dengan Julian, dan respon suaminya itu terkesan biasa, tidak menolak ataupun antusias ingin segera mewujudkan impian Serena dalam waktu dekat. Julian memasrahkan segala keputusan pada Serena, apa yang istrinya inginkan maka itu yang akan Julian pilih.


Karena Serena ingin bertemu dengan buah hati mereka secepatnya, jadi Serena dan Julian memutuskan pergi ke dokter kandungan untuk konsultasi. Dokter bilang tak ada salahnya mencoba selagi masih muda dan sehat. Toh keduanya juga sudah sah dan bisa bertanggung jawab atas buah hati mereka kelak.


Akan tetapi Serena disarankan untuk lebih banyak beristirahat dan tidak boleh melakukan aktivitas berat mengingat kondisi tubuhnya yang cukup lemah. Demi menjaga kesehatan rahim, Serena harus banyak makan makanan sehat serta olahraga yang teratur.


Alhasil kini Serena rutin berolahraga di pagi hari dan mengonsumsi makanan serta minuman sehat sesuai anjuran dokter. Semua Serena lakukan demi buah hatinya di masa mendatang. Tak cuma Serena saja yang berusaha keras, Julian pun tak mau kalah dari istrinya. Pria itu menyempatkan waktu di pagi hari untuk berolahraga sejenak, misalnya jogging atau bersepeda berdua mengelilingi kompleks rumah. Mungkin memang simple namun kenyataanya sedikit sulit dilakukan mengingat jam kerja Julian yang cukup padat.


Elliot dan Tuan Joseph juga terkadang ikut bersepeda atau jogging berempat bersama Serena dan Julian. Pokoknya kedua orang itu tak mau ketinggalan juga.


Melalui kesempatan yang ada, Elliot dan Tuan Joseph ingin hidup sehat seperti Serena dan Julian. Memiliki Serena di rumah yang hanya berisikan para lelaki itu tentu membawa angin segar dalam keluarga Collin. Para pelayan yang sebelumnya mengkhawatirkan kondisi ketiga majikan mereka kini bisa bernafas lega karena sudah ada Serena yang tak ragu memberi nasehat terutama yang ada kaitannya dengan kesehatan.


Selama ini ketiganya sibuk dalam dunianya sendiri-sendiri bahkan nyaris tak pernah bertegur sapa bila tidak kebetulan bertemu di sekitar rumah. Tetapi kedatangan Serena di tengah keluarga yang dingin itu berhasil menghangatkan suasana serta memperbaiki hubungan di antara ketiga lelaki itu.


Sungguh, kehadiran Serena menjadi berkah tersendiri bagi orang-orang yang sebelumnya mengkhawatirkan situasi dalam keluarga Collin.


Dan kini setelah mendengar kabar bahwa Nyonya Besar kesayangan mereka sedang dalam misi memiliki keturunan, semua pekerja di kediaman Collin turut bersukacita dan tak ragu menawarkan bantuan meski tak bisa membantu banyak.


Serena makin dimanja dan diperhatikan secara detail baik oleh para pelayan maupun pekerja lainnya.


Serena senang dan berterima kasih sebanyak-banyaknya pada semua orang yang telah mendukung serta memperhatikan dirinya dengan sangat baik, dia juga tak menyangka sekali jika ibu yang selama ini acuh dan selalu memarahinya jadi begitu perhatian juga kepadanya.


Ya, Nyonya Esther telah mengalami banyak perubahan dan hari ke-hari, Serena bisa merasakan sekali perbedaannya. Begitu pula dengan Tuan Philip serta Jasmine yang berusaha memulai obrolan ringan lebih dulu demi menjaga serta memperbaiki komunikasi di antara mereka dan Serena.


Awalnya Serena ragu dan sulit percaya, namun lambat laun Serena berusaha membuka diri dan menyambut hangat perkembangan sikap dari ayah serta adik kembarnya. Mereka juga kerap mengirimkan berbagai vitamin serta makanan mentah untuk dikonsumsi Serena dan Julian.


Semua usaha keras Serena dan Julian pada akhirnya membuahkan hasil juga. Tepat lima bulan kemudian, Serena positif hamil setelah mengeceknya menggunakan test pack sebanyak 5x.


Sebuah kabar yang sangat membahagiakan tentunya, bahkan Tuan Joseph dan Elliot sampai cuti sehari demi ikut mengantarkan Serena periksa lebih lanjut ke rumah sakit yang lebih canggih.


Hasil yang Serena terima juga sama seperti yang di harapkan semua orang. Serena benar-benar mengandung buah cintanya dengan Julian, Julian bahkan tak bisa menyembunyikan perasaan haru yang menguasai hatinya.


Kabar gembira yang hari itu dipenuhi tangis kebahagiaan. Akhirnya setelah sekian lama, Tuan Joseph bisa memamerkan cucu pertamanya pada semua rekan dan kerabat terdekatnya.


Julian tak berhenti menangis lantaran terlalu bahagia dan tak percaya. Namun dokter yang menangani Serena memberikan banyak nasehat serta larangan apa yang boleh dilakukan dan tidak, khususnya pada trimester kedua dan ketiga demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan.


Karena ini adalah kehamilan pertama Serena, jadi ada banyak hal yang harus diperhatikan dan dijaga dengan baik. Termasuk di antaranya larangan untuk berhubungan suami istri sampai waktu yang tak ditentukan.


Mulanya Julian hendak protes, tetapi setelah berpikir secara rasional, kesehatan dan keselamatan Serena serta calon jabang bayi mereka lah yang lebih utama dibanding hawa nafsunya.


Memang perjalanan mereka menjadi calon ibu dan ayah tak mungkin berjalan mulus dan mudah. Tetapi semua rintangan serta cobaan yang ada menjadi pengalaman baru serta pelajaran dalam hidup yang akan mereka kenang untuk seumur hidup. Susah dan bahagia harus dilalui bersama, itu adalah prinsip yang dipegang oleh Serena maupun Julian.


"Aku harap anak kita dapat bertumbuh kembang dengan baik di dalam sana. Mama dan papa akan mengusahakan yang terbaik untukmu, sayang. Jadi ayo kita berjuang dengan baik sampai kita bertemu nanti!"