
"Nah, bagaimana penampilanku sekarang?" Serena memperlihatkan penampilan barunya dengan rambut yang disemir blonde demi menjalankan misi penyamarannya.
Dion yang lelah menunggui Serena dibuat terpukau atas penampilan baru gadis itu yang dinilai lebih kelihatan fresh dan berani. Serena yang sebelumnya kelihatan seperti anak rumahan yang lemah lembut, tetapi Serena yang sekarang seolah menjelma sebagai gadis berani dan berkharisma.
Dion tak bisa mengelak dari kekagumannya atas kecantikan yang dimiliki Serena.
"Nona ini cantik sekali. Dion, aku nggak tau kalau kau punya kenalan secantik ini!" Hair stylish yang menangani Serena tak henti-hentinya memuji kecantikan alami Serena.
Walaupun Serena tak memakai makeup tebal ataupun merawat rambutnya dengan baik, sama sekali tak menutupi kecantikan gadis itu.
Dion berusaha menutupi rona merah di kedua pipinya. Dia tahu, Serena cukup cantik untuk seorang gadis pemberontak. Tapi dia tak menyangka bahwa kecantikan gadis itu akan melebihi gadis-gadis yang pernah dia jumpai sebelumnya.
"Ekhem!" Dion berdeham guna menetralkan debaran jantungnya yang tak karuan, "Kalau udah selesai, lebih baik kita cepat pergi," ujarnya, mengingatkan.
Masih ada hal yang harus mereka lakukan, termasuk salah satunya mencarikan tempat tinggal sementara untuk Serena.
"Oke, kalau gitu aku bayar du-"
"Semua sudah dilunasi oleh Dion, nona cantik," Hair stylish dengan gaya pakaian yang cukup nyentrik itu memotong perkataan Serena lebih dulu.
Serena berhenti bergerak lalu memandangi Dion yang berpura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Nggak-nggak. Aku nggak mau nyusahin orang. Dion, biar aku ganti uangmu," Serena menghampiri Dion, hendak meminta nomor rekening yang bisa dia kirimi uang ganti.
Tapi tetap saja, Dion menolak mentah-mentah niatan Serena. "Anggap aja kita udah impas. Ini balasan buat bantuanmu di klub tadi," jelasnya dengan muka santai.
Lalu Dion bangkit dari duduknya. Dia bahkan sempat tertidur saking lamanya menunggu make over Serena selesai. Akan tetapi penantian lamanya membuahkan hasil yang maksimal, Dion puas melihat penampilan baru Serena yang bisa menunjang akting mereka nantinya.
Ingat, mereka masih harus berakting sebagai sepasang kekasih untuk menghindari teman-teman Dion yang cerewet.
"Ugh...padahal aku nggak mau punya utang padamu. Aku 'kan minta bantuanmu buat nyariin aku tempat tinggal, bukan buat bayarin hal-hal kayak gini," gerutu Serena kemudian.
Dion tersenyum samar. Serena memang tidak memintanya untuk membiayai keperluan gadis itu, di satu sisi Dion sendiri juga merasa heran pada dirinya sendiri yang melakukan sesuatu di luar kebiasaannya.
"Bukan masalah besar, anggap aja ini bentuk terima kasihku karena kamu udah bantuin aku," balas Dion, yang berjalan di depan Serena.
Tujuan mereka sekarang adalah menuju kawasan apartement kecil atau rusun bertingkat dua yang akan disewa oleh Serena. Berkat koneksinya yang luas, Dion dapat menemukan tempat tinggal buat Serena hanya dalam hitungan menit saja.
Serena sudah siap, bagaimana pun kondisi tempat tinggalnya nanti, dia tetap akan menerima tanpa mengeluh. Demi penghematan biaya, Serena harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.
...🐺...
...🐺...
Siang ini, Leonard dibuat syok dengan cerita dari Elliot mengenai situasi yang terjadi di kediaman Reinhart sampai kaburnya Serena yang sampai detik ini belum berhasil dilacak.
"Ke-kenapa semua jadi semakin kacau begini sih?! Siapa yang duluan memicu kekacauan ini?!" Leonard memegangi rambutnya yang nyaris rontok saking frustasinya dia. Otaknya tak bisa memproses hal lain dengan benar, kini fokusnya hanya tertuju pada Serena yang hilang bak ditelan bumi.
Ah, tidak. Pasti Serena sedang bersembunyi di suatu tempat, sehingga keberadaannya sulit dilacak oleh orang-orang yang diutus oleh keluarga Collin dan Reinhart.
"Ini gila. Dalam sehari udah muncul masalah sebesar ini. Pantes aja mood Julian bener-bener jelek," Tadi ketika Leonard datang mengunjungi rumah Julian, sahabatnya itu sama sekali tidak menggubris sapaan serta pertanyaannya, Julian hanya melamun seraya berpikir keras dengan ekspresi muka tak bersahabat.
Ternyata selama dirinya tidak ada di sisi Julian, hal buruk terjadi tanpa bisa dia cegah. Leonard merasa buruk tak bisa membantu banyak.
"Jangan khawatir. Mungkin Serena pengen cari suasana baru buat nenangin hati dan pikirannya. Tapi bakal ruyam situasinya kalau rahasia ini sampai bocor ke awak media, bisa menjadi skandal paling menghebohkan di dunia perbisnisan dan entertainment pastinya," Leonard memikirkan segala kemungkinan buruk yang bisa teradi, seperti munculnya skandal baru. Terlebih lagi nama Serena sudah dikenal banyak orang sebagai kekasih dari Julian dan digadang-gadang sebagai calon menantu kesayangan keluarga Collin.
Terlepas dari skandal apapun, Leonard paling mencemaskan keselamatan Serena. Di luar sana banyak sekali orang jahat yang bisa sewaktu-waktu mengincar Serena, atau orang hidung belang yang bisa saja berbuat yang tidak-tidak pada Serena. Serena bahkan pergi tanpa membawa satupun alat perlindungan diri.
"Aku khawatir banget sama Serena.." Selama hidupnya, baru kali ini Leonard berdoa dengan sungguh-sungguh agar Serena segera dapat ditemukan.
Kabar terkait kaburnya Serena belum sempat Leonard sampaikan ke keluarga Alfrod karena dia masih harus menenangkan Julian yang secara batin pasti sedang tersiksa dan bersedih. Daripada Julian melakukan hal yang menyimpang, ada baiknya Leonard menemani sahabatnya itu 24 jam. Mental Julian sedang tidak stabil saat ini, Leonard dapat mengetahuinya hanya dengan melihat sorot mata Julian yang menggelap, kehilangan sinarnya.
"Tapi kayaknya Serena belum pergi terlalu jauh," kata Elliot tiba-tiba, lelaki itu sedari tadi memfokuskan pandangannya menatap layar tablet yang ada di pangkuannya.
"Ada saksi mata yang melihat seorang gadis berdiri lama di tengah jembatan xx, gerak geriknya agak mencurigakan, tapi nggak lama setelah itu saksi mata bilang ada seorang laki-laki yang menghampiri gadis itu," ungkap Elliot setelah membaca salinan text dari seorang saksi mata yang ditanyai oleh anggotanya.
"Ada kemungkinan besar itu Serena. Karena saksi mata itu melihat lebam di sisi wajahnya. Aku sudah menyuruh orang melacak sekitar sana, kita hanya menunggu kabar selanjutnya dulu," imbuh Elliot, yang sedikit meredakan kecemasan Leonard.
Setidaknya mereka mendapatkan satu informasi mengenai keberadaan Serena. Benar atau tidaknya itu belakangan, yang penting dilacak dulu lalu diselidiki lebih lanjut.
'Bila memang Serena ikut pergi bersama seorang laki-laki asing, tentu ini bukan informasi bagus yang ingin Julian dengar. Aku harus bisa melaporkan hal ini dengan baik, tanpa melukai perasaan Julian lebih banyak lagi.' Elliot harus melaporkan segala informasi terkait jejak gadis yang disinyalir adalah Serena pada Julian, tapi tidak dengan memberitahukan adiknya, soal lelaki lain yang kini ikut terlibat dengan Serena.
Dunia bisa berguncang kalau sampai Julian mengetahui informasi ini.