Mine

Mine
Bintang Dadakan



Tanpa terasa liburan bulan madu berjalan begitu cepat. Kini Serena dan Julian telah kembali ke kediaman Collin dan memulai aktivitas masing-masing seperti sedia kala.


Bila ditengok ke belakang, masa-masa honeymoon kemarin terasa bagaikan mimpi yang sekedar lewat sekilas. Begitu sampai di rumah, mereka langsung disambut dengan setumpuk pekerjaan serta urusan kuliah yang tak lama lagi akan selesai.


Ya, Serena dan Julian akan menjalani ujian sebagai penentu kelulusan mereka. Hal ini tentu membuat kesibukan pasutri baru itu makin bertambah dua kali lipat, terutama Julian yang juga bekerja sambil belajar.


Namun sesibuk apapun mereka berdua, pasti salah satu di antara mereka akan ada yang mengalah dan berinisiatif untuk mengambil jeda istirahat sejenak sembari melepas rindu.


Elliot dan Tuan Joseph juga aktif membantu Julian dalam mengerjakan esainya, hal itu sengaja mereka lakukan demi mengurangi tingkat stress Julian. Mau bagaimana lagi, sekarang status Julian adalah seorang kepala rumah tangga yang berkewajiban mencari nafkah untuk istri tercintanya, jadi Julian harus pandai-pandai membagi waktu antara bekerja, belajar dan berinteraksi dengan Serena supaya hubungan suami istri mereka tetap harmonis.


Walaupun Serena tak sesibuk suaminya, Serena juga ikut membantu menangani beberapa urusan kecil, misalnya mengecek sepenjuru mansion Collin dan mengatur menu makanan yang sehat untuk setiap anggota keluarga. Sebagai satu-satunya Nyonya yang ada di kediaman Collin, Serena memegang peranan yang cukup penting, seperti menggantikan si Tuan rumah bila tak ada di rumah.


Jadi wajar bila Serena sangat dihormati dan disegani di kediaman Collin.


...🦋...


...🦋...


"Lihat si pengantin baru ini. Udah lama nggak kelihatan, datang-datang gayanya udah kayak artis papan atas aja. Huhuhu. Aku bener-bener kangen banget tau sama kamu!" Helena memeluk erat Serena yang menyempatkan diri datang ke fakultas suaminya.


Gara-gara kedatangan Serena, cafetaria fakultas menjadi sangat ramai oleh orang-orang yang penasaran ingin melihat istri dari si Anak Sultan kita, Julian.


Berita pernikahan Serena dan Julian sendiri sempat menghebohkan jagat maya. Banyak reporter yang ingin mengabadikan momen sakral pernikahan mereka, namun tidak diberi izin oleh Tuan Joseph yang ingin melangsungkan acara secara tertutup.


Setelah dua minggu absen untuk liburan honeymoon, Serena dan Julian akhirnya muncul ke publik. Tentu saja banyak orang yang penasaran, ingin melihat secara langsung dua orang yang sedang menjadi buah bibir di kalangan anak muda itu.


Belum lagi sekarang penampilan Serena sudah dirombak sedemikian rupa sehingga kecantikan wanita itu makin terpancar kuat.


Memang benar, makin hari Serena semakin kelihatan cantik dan fresh bak seorang selebriti sungguhan.


"Hmmmm. Palingan mereka cuma mau lihat wajahmu doang. Siapa yang nggak penasaran sama wanita yang namanya tiba-tiba jadi trending di media sosial?" Leonard mengangkat bahunya acuh. Dia hanya menyampaikan sebuah fakta, bukan sindiran.


Perkataan Leonard mungkin terdengar sedikit pedas, tapi yang terjadi memang seperti itu. Berkat berita pernikahan Serena dengan Julian, nama Serena langsung menjadi topik panas di mana-mana, khususnya di beberapa platform media sosial.


Kecantikan alami, keanggunan bak seorang Putri Kerajaan, sikap rendah hati dan yang perlu digaris bawahi yaitu, si Cantik yang berhasil memenangkan hati si Pangeran Dingin dari keluarga Collin.


Karena julukan itu sangat populer, khususnya di kalangan putra-puteri para pengusaha dan pejabat yang kenal dengan Julian.


Selama ini media hanya menyoroti beberapa orang perempuan yang mencoba mendekati Julian maupun Elliot dengan berbagai cara, kadang ada yang sedikit nyeleneh dan juga sedikit ekstrem. Namun tak ada satupun di antara para perempuan itu berhasil menarik perhatian dari kedua bujang The Collins.


Sejauh ini cuma Serena seorang, perempuan yang berhasil tampil di depan publik dan menggenggam tangan seorang Julian Collin bahkan menjadi menantu dari keluarga konglomerat itu.


Serena bak hidup dalam impian banyak kaum hawa di sepenjuru dunia ini. Jadi bagaimana mungkin dia tidak membuat iri banyak orang?


Bahkan Helena yang notabenenya merupakan sahabat baik Serena pun juga ikut merasa iri atas keberhasilan Serena membawa hubungan asmaranya sampai ke jenjang yang lebih serius. Bersanding dengan seorang lelaki tampan dan kaya adalah dambaan hampir semua perempuan di muka bumi ini, termasuk di antaranya adalah Helena. Jadi ini bisa dibilang hal yang wajar bagi seorang Helena yang juga mendambakan nasib baik terjadi atas asmaranya di masa mendatang.


Akan tetapi, bahwasanya semua kebahagiaan yang baru saja Serena rasakan, tidak serta merta membuat wanita muda itu besar kepala dan tinggi hati. Serena masih mempunyai banyak kekurangan yang harus dia benahi, baik dari dalam maupun luar.


Menjadi bagian dari keluarga terpandang sebenarnya adalah beban yang cukup berat. Tapi karena Serena sudah cukup terbiasa dengan kehidupan elite tapi juga keras, jadi Serena tak kaget lagi dan bisa membiasakan diri dengan cepat.


Semua hal yang ada dalam diri Serena akan mencerminkan keluarga Collin di depan banyak orang. Jadi mau tak mau Serena harus berbenah diri dan tak lupa pula memperbaiki penampilannya agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain. Meski Serena masih suka tampil apa adanya, tetap dia harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.


Demi menjaga reputasi keluarga Collin yang sekarang juga menjadi keluarganya, Serena rela melakukan apa saja meskipun harus keluar dari zona nyamannya.


Asalkan tak ada skandal dan masalah pelik, Serena dapat percaya diri menyandang nama Collin di belakang namanya.


Perubahan dalam diri Serena memang mengejutkan banyak pihak, terlebih bagi orang-orang yang sebelumnya selalu memandang Serena sebelah mata. Di awali dengan berita pernikahan Serena dan Julian saja bisa membuat orang-orang berhati iblis itu tak lagi berani mengganggu dan meremehkan Serena.


Mereka bahkan langsung menjaga jarak dari Serena dan sebisa mungkin tak bersinggungan dengan wanita itu lantaran takut menerima konsekuensi yang lebih berat. Lawan mereka sekarang bukan hanya Serena seorang, tetapi juga Julian beserta keluarga dari suami Serena itu.


Di satu sisi, perubahan yang terjadi di sekitarnya membuat Serena lebih bebas dan percaya diri. Tak ada lagi orang yang mencibirnya dan berani menertawakannya secara terang-terangan dengan maksud merendahkannya.


Sekarang hanya tinggal dua langkah lagi sebelum Serena dan Julian bisa menjadi seorang suami istri sungguhan. Yaitu menunggu hari kelulusan mereka serta dimulainya fase mencari pekerjaan.


Baik Julian maupun Serena sama-sama masih merasa belum sepenuhnya dewasa dan matang sebelum mereka bisa menyelesaikan studi S1 mereka dan memulai lembaran baru sebagai seorang pekerja.


Sebab Serena memiliki sebuah keinginan terpendam yang belum berani dia utarakan pada sang suami, yakni keinginan merasakan kerasnya kerja sebagai seorang karyawan biasa sebelum fokus merawat anak.