Oh My Boss.

Oh My Boss.
60



"Apapun perasaan yang kamu rasakan, kamu tetap tidak bisa menceraikan Shina, camkan itu Im"


Selepas memberi peringatan Arman melenggang pergi meninggalkan Aim yang masih mengatur deru nafas disebabkan kemarahan dijiwanya.


"Ayah salah, aku bisa melakukan apapun untuk menceraikan Shina, dengan atau tanpa restu dari Ayah Aim tetap akan bercerai" Aim berteriak.


Mendengar itu Arman spontan menghentikan langkahnya, menoleh dengan ekor matanya "Jika itu yang akan kamu lakukan, perhatikan ini Im! Jika bukan Shina makan perempuan manapun ayah tidak akan mau menerimanya ayah tidak sudi menganggap dia sebagai menantu, dan satu hal lagi .. Aku bukan ayahmu lagi Im, kau pergi dan tinggalkan semua yang ayah beri untuk kamu, fasilitas dan kehidupan mewah kamu!"


"Ini tidak adil Yah, Ayah mengambil hak ku, ayah tidak bisa melakukan itu"


"Ayah tidak peduli." Arman kembali melanjutkan langkahnya.


"Ooo" Arman kembali menoleh, "Jika terjadi sesuatu lagi pada Dheo, Ayah bersumpah tidak akan mengampunimu Im"


Aim tak lagi menjawab. Bicara pun tidak akan berguna, hanya mengatur nafas dan emosi yang hampir meledak didadanya.


Pagi hari sebelum Aim memutuskan kerumah sakit.


Aim sedang duduk santai lalu melakukan panggilan kepada Guna, "Halo Gun"


"Halo, selamat pagi Bos" sahutnya.


"Gun,"


"Ya. Apa Shina mengundangku ke acara peluncuran perhiasan terbarunya?"


"Tidak ada kiriman apapun akhir akhir ini, nanti saya coba hubungi Chia (Sekertaris Guna) barangkali dia lupa memberikan undangan itu" jelas Guna.


"Oh tidak usah Gun. Gue cuma mau mastiin aja, lagian gue sudah tau apa yang akan Shina lakukan"


"Tapi Bos, dengar dengar peluncuran ini akan dilangsungkan secara live, sebagai pungkas acara Shina akan melakukan jumpa pers, nggak mungkin'kan kalau Shina nggak ngundang Bos, ini acara resmi loh, lagi pula semua orang tau Shina bisa berkembang berkat perusahaan LK. Sebagai pemilik perysahaan LK dan sebagai suami sudah selayaknya Bos berdiri disamping Shina dan secara bangga Shina mengenalkan Bos kepada dunia"


"Nyindir aja Loe Gun. Ya sudah kita lihat saja apa yang akan terjadi"


Aim lalu menutup telponnya.


Melempar handphone ke sisi kursi dengan sembarangan Aim lalu kembali fokus ke layar notebook yang akan menyiarkan acara peluncuran secara Live.


Acara akan dilaksanakan 10menit lagi dan Aim masih menunggu dengan penasaran.


Live dimulai. Dibuka dengan cover kebanggan. Kemudian Shina mulai menyiarkan produk terbaru brand kebanggan beratas nama dirinya.


Dengan bangga Shina menunjukkan sejumlah karya unggulan, seperti biasa Shina memang olah pandai di bidang yang dicintainya ini, didukung dengan payung perusahaan LK brand Shina yang fokus pada fashion itu dengan cepat berkembang dan diakui dunia.


Acara yang disiarkan secara langsung itu berakhir di menit ke enam puluh, Shina menutupnya dengan lelang perhiasan limitied edition yang khusus dibuat dengan tangannya sendiri tentu dengan ketelitian penuh.


Perhiasan berupa cincin itu dilelang dengan harga cukup tinggi, seorang lelaki pengusaha muda yang mendapatkannya.


Acara pun berakhir.


Seperti rencana sebelumnya di acara ini akan dihegelar pula jumpa pers.


Sesi tanya jawab adalah sesi terpenting yang Aim tunggu.


Banyak pewarta siap menanyai, pertanyaan kali ini diolah seputar kehidupan Shina, perempuan yang dikenal dengan kesuksesannya.


Mengambil tema dibalik kesuksesan ada dukungan.


Tanya jawab dimulai dengan,


"Sebagai pengusaha wanita sukses orang orang tentu penasaran akan kehidupan Anda. Berkenankah Anda menjawab beberapa pertanyaan yang mewakili hati berjuta juta penggemar Anda?"


Pewarta bertanya, "Anda bisa sesukses sekarang siapa orang yang paling mendukung anda? Selain keluarga siapa yang paling anda posisikan penting selama Anda berkarya"


"Yang pertama tentunya keluarga ya, sebab seberapa besar pun kesuksesan yang saya dapatkan, orang orang menganggap saya perempuan, berhasil, perempuan berkemampuan, dan lain sebagainya, bagi orang tua saya saya tetap anak manja yang perlu di bimbing, perlu diarahkan dan saat saya putus asa saya membutuhkan pangkuan untuk saya menangis, dan itu semua hanya disediakan keluarga saya terutama Ayah dan ibu.,"


Dirumah sakit, Dheo dan Liza yang kebetulan menyaksikan tayangan langsung Shina, terlihat sangat bangga dengan pencapaian yang didapatkan Shina.


Begitu juga dengan Arman dan Rania, jadwal yang padat akhirnya mereka memutuskan untuk menontonnya even tersebut secara live.


Shina menyambung, "Yang kedua, tentunya diri saya sendiri saya sangat bangga dengan kemampuan yang saya miliki, saya bangga dengan diri saya yang sekarang, dan saya bangga karena jiwa saya tidak pernah menyerah dalam bidang ini"


Begitulah Shina membanggakan dirinya didepan publik.


Pada prakata selanjutnya Dheo berharap Shina akan menyebut nama Aim.


Tentunya Dheo sadar semua ini terjadi atas bimbingan besar perusahaan LK, Shina bisa fly seperti saat ini tentu berkat dukungan keluarga Aim.


"Ada yang mau ditambahkan?" tanya Seorang reporter ketika Shina telah berhenti bicara.


Reporter berfikir Shina akan menambahkan pasangan atau orang spesial yang ada didekatnya.


Tapi Shina malah menggeleng sambil tersenyum kecil, itu berarti dirinya tidak perlu menambahkan jawaban lain.


"Kenapa kamu tidak menyebut Aim ShinaY?"


Keluh Dheo.


Awalnya Dheo menonton acara Shina penuh semangat tapi, karena Shina membuat kesalahan dengan tidak menyebut nama Aim Dheo langsung tidak bersemangat, menutup notebooknya lalu kembali beristirahat, penuh kecewa.


"Baiklah" ucap reporter.


Tanya jawab dilanjutkan.


"Pertanyaan kedua. Selama berkarir siapa yang bisa memberikan Anda dukungan paling besar dan siapa motivator anda dalam hidup? pilihannya ada dua Suami atau keluarga"


Shina terlihat berfikir sejenak.


"Dukungan dan motivator saya bukanlah dari suami atau pun keluarga, tetapi orang yang saya cintai, terlepas dari Keluarga ataupun Suami kalau tidak saya cintai tidak dapat memberi saya motivasi atau pun dukungan apapun. Karena, segala hal yang ada di diri kita akan berjalan semestinya kalau kita bersama orang yang tepat"


Sang reporter jadi garuk-garuk sendiri mendengar jawaban Shina, kurang srek, kurang pas.


"Pertanyaan berikutnya. Selama acara berlangsung dan live berjalan orang orang banyak yang bertanya, kemana Aim?


dimana Suami. Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan penting yang harus Anda jawab 'Kenapa Aiman Kraditaputra tidak dimunculkan dalam acara. Dan apa alasannya?" Sang reporter menambahkan, "Bukankah Aim akan memberi dampak luar biasa dalam acara ini"


Shina tertawa kecil menanggapi pertanyaan itu, keputusan Shina tidak mengundang Aim tentu akan mengundang pertanyaan publik untuk itu Shina sudah menyediakan jawaban atas pertanyaan ini.


Shina menjawab seolah tidak terjadi apa apa antara dirinya dan Aim.


"Alasannya adalah, karena Bos perusahaan LK tidak mau saya bergantung kepada Beliau, dalam acada ini Beliau sepenuhnya yakin dan mengandalkan kemampuan saya, jadi Beliau memutuskan untuk tidak menghadiri acara ini" jelas Shina.


Penjelasan luar biasa yang dipenuhi dengan tameng kepura-puraan.


"Jawaban yang sangat diluar dugaan" imbuh Sang Reporter, "Pertanyaan terakhir, Kalimat apa yang akan diberikan Anda kepada para penggemar di seluruh dunia"


Dengan yakin Shina menjawab, "live with people you love and love you, believe that you can make a big change in the world"


/hiduplah bersama orang yang kamu cintai dan mencintai kamu, percayalah dengan itu kamu bisa memberikan perubahan besar pada dunia.


Diakhir acara Shina tersenyum sangat menawan, dengan cekatan poto geraper mengambil beberapa gambar dalam satu adegan sekalugus