Oh My Boss.

Oh My Boss.
147



"Tampaknya kau sangat menikmati malam mu"


Tiba tiba Kinan mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


Saat menoleh, ternyata Dirga berdiri tak jauh darinya, Kinan terkejut.


"Dirga" ucap Kinan pelan. Berdiri sambil menatap Dirga yang berdiri dan menatap dengan angkuh kepadanya, menatap Dirga seperti ini Kinan jadi ketakutan, teringat semua perlakuan kasar yang pernah dilakukan kepadanya.


Kinan sempat memundur beberapa langkah.


"Mau apa kau di sini?" tiba tiba Kinan mengajukan pertanyaan ini,


"Siapa lelaki yang sedang bersamamu sekarang? Aku dengar kau sudah hamil (menyelidik perut Kinan) dan menikah (Melihat cincin di jari Kinan) apa dia suamimu? Melihat dari penampilannya tampaknya dia sangat buruk, pakaian sembarangan dan terus terus memakai masker apa dia sariawan? atau mukanya sangat jelek?" Selidik Dirga merendahkan penampilan Aim.


Kinan diam tak menjawab, Kinan sangat berharap Aim segera kembali dan menyelamatkan situasinya saat ini.


"Bagai mana kau bisa keluar dari..


"Penjara maksudmu?" Dirga menyambung, menggeleng dengan angkuh seolah jeruji besi bukan masalah besar untuknya, "Itu bukan masalah besar untukku"


Kinan kembali memundur ketakutan ketika Dirga melangkah mendekatinya.


"Sayang aku cari kamu kemana mana, rupanya kamu di sini" seorang perempuan yang manja memanggil dengan sayang.


Kinan beralih ke sumber suara, ternyata yabg datang adalah Hanna.


Ia bergegas dan langsung bergelantung manja di tangan Dirga.


"Kamu di sini sedang apa? Bertemu dia lagi?" Menatap Kinan dengan tidak terima.


"Kamu tenang saja, aku hanya menyapanya (Mengacak rambut Hanna sembarang, mencoba menjelaskan agar Hanna tidak salah paham). Tadi aku lihat dia berjalan dengan seorang lelaki, aku lihat dia dan ingin menyapanya, tetapi dia (Lelaki/Aim) malah pergi" Dirga memberi alasan.


"Lelaki?" Hanna mengernyit sesaat.


"Di sana" Dirga menunjuk satu satunya lelaki yang memakai masker, dengan menciputkan hoodienya yang ketat hingga menyingsat karena memang bukan ukurannya, tampak seperti orang yang tidak memiliki banyak pakaian, dan tidak mampu untuk membeli yang baru.


"Lelaki yang itu? Kenapa penampilannya sangat aneh?" Hanna turut mencela, "Di campakkan kekasih yang di cintai memang sulit dan sakit, tapi kau juga tidak boleh mencari lelaki sembarangan untuk membalas dendam, bagai mana pun Dirga tetap lebih baik dari dia" berkata dengan sangat angkuh.


"Hanna dia bukan lelaki sembarangan," bantah Kinan tak terima Aim di cela.


"Bukan lelaki sembarangan bagai mana, buka mata kamu baik baik Kinan, pakaiannya saja kacau begitu, apa ia masih bisa di bilang lelaki baik baik?"


Kinan mulai kesal dengan mulut Hanna yang tidak bisa di lawan "Sebenarnya apa tujuan kalian datang ke sini?. Kalian datang untuk mengganggu,"


"Kenapa kau merasa terganggu?" Tanya Hanna dan arogan


"Lebih baik kalian pergi sekarang juga!" Usir Kinan, Kinan tidak ingin membuat keributan nantinya, Kinan merasakan mulut Hanna ini seperti serdadu yang menantang perang.


"Kenapa mengusir? Takut kami melihat wajah suami mu yang berantakan itu?. Kami akan tetap menunggu sampai dia datang," Dirga tertawa, mencemooh, begitu juga dengan Hanna.


"Kau khawatir suami mu insekiur sama mantan kamu" Hanna sengaja menekan pada kalimat mantan.


Kinan tersenyum kecut, "Kau salah Han, justru yang aku khawatirin itu kamu, sebelumnya kau mencintai kepunyaan ku, kali ini aku punya barang yang lebih bagus, yakin tidak akan tergiur?" Sindir Kinan, Hanna mulai terpancing dan kesal.


"Kau yakin barang bagus?, lelaki semacam itu, kau beri gratis pun aku tidak mau" -Hanna.


"Baguslah, lagi pula aku sedikit pun tidak berniat memberikannya kepada mu." -Kinan.


"Jelek? Yakin?. Mau lihat nggak?, Oo ia aku lupa mengingatkan saat aku tunjukkan dia kepada mu kamu jangan ada niat merebutnya ok"


"Merebut?." Hanna tertawa lucu, "Barang rijekan saja bangga. Setelah merebut Dirga dari tanga mu, aku tidak pernah kepikiran ada yang lebih baik dari suami ku (Tangan menyetuh, memamerkan), kamu sadar juga akan hal ini 'kan?"


"Lebih baik?" Kinan tertawa miris, "Maaf orang baik tidak suka menyimpan barang busuk (Simpanan)" Sindir Kinan sengaja menekan kan kalimat kalimatnya.


"Kau!" Hanna emosi dibuatnya dengan ucapan Kinan.


"Sudah sudah Sayang, jangan emosi lagi, tidak baik untuk kandungan kamu" mengusap lembut perut Hanna, sengaja pamer kemesraan.


Hanna membalas dengan mendekap Dirga, "Suami ku memang pengertian" Dirga tersenyum menyambut.


Perilaku ini membuat Kinan jijik melihatnya.


"Oh maaf, apa kau terganggu mantan ku?" Tanya Dirga.


Kinan tersenyum jijik yang di paksa suka, "Aku baik baik saja, lakukan sesuka hati mu!" Dalam hati menghela jengah.


"Mas kenapa lama?" Tanya Kinan dalam pesan singkat, Kinan mulai gerah dan tak nyaman dengan tingkah Hanna dan Dirga.


"Sabar sayang, aku masih menunggu" balas Aim dengan emoji mencium, melihat ke arah Kinan sebentar.


"Mas, bisa lihat orang yang berdiri di samping ku!?" Tanya Kinan kembali memberi balasan.


Aim kembali mendongak dan memerhati penuh teliti, cahaya remang remang menyulitkan Aim untuk melihat wajah orang yang di tunjukkan Kinan dengan benar.


Dari kejauhan Aim hanya melihat sepasang suami istri yang harmonis.


"Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas sayang" setelah beberapa saat Aim membalas, dengan cepat Kinan membuka dan membalasnya.


"Kamu cepat ya, aku pegal menunggu kamu" memberi emot bosan dan sedikit kesal â˜šī¸.


"Aku akan cepat kok Hunny 😘 sabar sebentar ya Manis ku" Aim coba membujuk.


Melihat emoji yang di kirim Aim Kinan meras geli, hingga tertawa kecil saat membaca pesan tersebut.


"Masih berapa lama?" tanya Kinan kemudian.


"Mm, lima menit. Atau perlu aku jemput ke sana? supaya kita bisa sama sama menunggu di sini, tapi di sini cukup ramai, aku khawatir kamu tidak nyaman" -Aim.


"Tidak apa apa, aku di sini saja, tapi jangan lama ya, nanti aku ada yang nyulik loh" -Kinan.


"Tidak sayang ku. Hus ngobrolnya jangan gitu deh," Aim tampak tidak suka dengan perkataan Kinan ini, "Tapi tenang saja, aku terus memantu kamu Kok" -Aim.


Sementara Dirga dan Hanna asik memamerkan kemesraannya di depan Kinan untuk menarik perhatian, Kinan sendiri malah asik berbalas pesan dengan Aim hingga tidak memperhatikan Hanna dan Dirga dengan baik, padahal mau apapun yang mereka lakukan Kinan sudah tidak perduli lagi.


"Eh Nan, sekali lagi maaf, aku membuat kamu tidak nyaman, kami terbiasa mesra di mana pun" kata Hanna.


"Tidak apa apa, sungguh, lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Bukannya bagus, sekarang kan bisa terang terangan seperti ini, maaf loh dulu kalian pasti sangat kesusahan untuk bermesraan di belakang ku 'kan, sekarang menunjukkannya seperti ini dihadapan ku, aku tidak ada masalah karena memang kita sudah bukan siapa siapa kalian, bukan pacar bukan sahabat, teman pun bukan, bahkan kalian berdua sudah aku anggap tidak ada"


Kali ini Dirga yang terpancing tidak senang oleh ucapan Kinan, Dirga tampak tidak rela Kinan telah menganggapnya tidak ada.


Pada awalnya Dirga hanya ingin membuat Kinan cemburu namun ternyata triknya malah tidak mempan sama sekali.