Oh My Boss.

Oh My Boss.
142



22 tahun silam.


Aku dipanggil bekerja di kediaman Harimaja sebagai baby sitter, waktu itu yang aku tau istri Harimaja telah meninggal seminggu sebelum aku bekerja, tepat satu jam setelah melahirkan bayi mungil yang mereka beri nama Amira.


Aku mulai mengasuhnya dengan kasih sayang.


Namun tidak di sangka, satu minggu setelah aku bekerja Harimaja membawa bayi lain, waktu itu aku tidak berani bertanya apapun kepadanya, aku tidak ingin lancang dengan mempertanyakan bayi perempuan yang dibawa Harimaja tengah malam itu, apalagi aku baru seminggu dipekerjakan.


Walau sebenarnya malam itu aku sangat penasaran ingin mengetahui dari mana Hari mendapatkan bayi perempuan itu dan siapa ibunya.


Aku masih tidak berani bertanya apapun, karena ku fikir malam itu Harimaja akan membawa serta ibu kandung bayi yang menangis tiada henti.


Anak itu terus menangis, aku berupaya menenangkannya sambil dalam hati ingin sekali menanyakan kemana ibunya, namun aku masih tidak tidak berani khawatir Harimaja akan tersinggung dan merasa tidak nyaman dengan pertanyaan ku.


Dan yang paling aku khawatirkan adalah Harimaja akan memecat ku karena terlalu lancang bertanya, sementara saat itu aku sangat memerlukan pekerjaan untuk membantu perekonomian keluargaku di kampung.


Satu minggu kemudian Harimaja menyerahkan dua surat tanda lahir kepadaku, satu atas nama Kinan Anatasya dan yang lain atas nama Amira Adinoro. Namun terdapat hal janggal pada surat lahir tersebut, dimana kedua gadis ini diakui sebagai anak Harimaja dan Istrinya Nayla Zia, pada kedua surat lahir terdapat nama orang tua yang sama.


Hingga sekarang aku tidak tau alasan Harimaja memberikan namanya di atas nama Kinan, dia juga telah memakai nama Nayla Zia sebagai seseorang yang telah melahirkan Kinan, padahal aku tau betul Nayla Zia hanya melahirkan satu anak saja.


Setelah kejadian itu aku juga tidak pernah mencoba mencari tau siapa orang tua Kinan yang sebenarnya, dan apa hubungan dia dengan Harimaja dengannya sampai saat ini masih tidak jelas. Jelas Mina, mencoba meyakinkan semua orang., "Bolehkan aku berfikir kalau Kinan ini anak hasil hubungan gelap Harimaja dengan perempuan lain?" Tambah Mina kemudian.


Namun Arman menggeleng tidak setuju dengan pernyataan ini.


"Tidak!. Penjelasan itu sungguh tidak benar" sangkal Kinan, "Ayah selalu menceritakan semua tentang ibu ku, ibuku bernama Nayla Zia dia adalah seorang putri dari Anna dan Royan, mereka jelas orang tua ku, aku punya orang tua bukan anak tidak jelas seperti yang kau katakan!" Pekik Kinan tak terima.


"Apalagi yang kau bisa selain menipu?" Teriak Mina dengan lirih namun mengandung kekecewaan yang dalam, "Aku jelas lebih tau segalanya dari pada kamu! Karena aku yang mengurus kalian sejak kecil. Malam disaat hujan deras kau menangis di gendongan Harimaja, mana tau kalau kau anak dari hubungan gelap ayah mu dengan simpanannya, kau tidak tau karena Harimaja menutupinya dengan baik"


Arman dan Rania semakin kebingungan dengan mereka berdua, Arman kalut untuk membedakan mana yang sesungguhnya anak Harimaja.


"Tidak!" Bantah Kinan, "Ayah ku orang baik baik dan ibuku juga perempuan terhormat, tapi kau! Kau perempuan yang datang merebut semuanya, mengendalikan semuanya. Aku adalah Amira, gadis yang kau tukar namanya menjadi Kinan, lima tahun, lima tahun Ayahku memanggil dengan nama itu, tapi kau tiba tiba memmanggil ku dengan nama dia (Menunjuk Amira) aku selalu bertanya alasan kenapa kau menukar nama kami, dan sekarang aku tau alasannya"


Plaakkkk..


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kinan.


"Lancang kau Kinan! Inikah balasan puluhan taun aku mengurus mu? Aku yang mengurus mu, memperlakukan kamu, dan menyayangi kamu seperti anak kandungku sendiri tapi apa balasan yang aku terima? Kau menuduhku sebagai penipu, mengatakan itu seolah olah aku sengaja mengelabui semua orang! padahal aku hanya menginginkan kebenaran, aku sedang memberikan hak Amira! berhentilah Nan, Berhenti untuk terus iri kepada Amira, kau harus sadar siapa dirimu!" Mina berkata dengan nada yang tinggi.


"Apa yang Mama sembunyikan tentang kami Mah. Aku tidak keberatan, tolong Mama jujur!" mohon Kinan.


"Kau! kau itu bukan anak Harimaja, kau hanya gadis tukang cari muka dihadapan semua orang. Kau selalu menginginkan barang barang yang di miliki Amira, itu sebabnya kau bisa memakai gaun yang di belikan Nayla, kau juga yang meminta Hari untuk memanggilmu dengan nama Amira, kau iri karena Hari selalu memperhatikan Amira. Kau tau 'kan alasan Hari memanggil mu dengan nama Amira, kau tidak mungkin lupa dengan permintaan konyol itu 'kan?" tanya Mina dengan nada emosi.


"Tidak, aku tidak pernah meminta itu!" bantah Kinan.


"Diam semuanya diam!" Arman melerai. Menghela nafasnya dengan gundah pertengkaran ini mungkin tak akan ada ujungnya.


"Tandatangan saham akan aku undur!" putus Arman, "Carilah bukti yang kuat, maka setelah itu aku akan memutuskan siapa yang akan menerima saham Harimaja" setelah mengatakan itu Arman lalu pergi meninggalkan mereka dengan wajah kecewa. Sekilas menoleh ke arah Kinan dan Amira. Entah apa yang di fikirkan Arman tentang mereka berdua, tampaknya ada keputusan yang hati kecilnya katakan.