
Di sepanjang perjalanan, Aim terus menafsir yang diucapkan Guna kepadanya, benar atau tidak yang difikirkan Guna itu Aim perlu membuktikannya sendiri.
Dan yang terpenting Aim berniat mengenalkan Kinan kepada keluarganya dan mengakhiri Shina.
Memikirkan soal Shina tampaknya memang tidak sesederhana itu. Aim pun sempat dibuat bingung untuk mengambil tindakan.
Apapun yang terjadi nantinya, Aim tidak peduli dia hanya ingin orang lain memahami keinginannya.
Didalam ruang kator perusahaan Lk.
Amira sedang berkeliling di sebuah ruangan yang telah Arman siapkan untuk Amira, tujuannya agar bisa lebih jauh mempelajari tentang perusahaan Lk.
Dalam kata lain sebuah cara agar Amira beradaptasi dengan perusahaan.
Sementara ditempat Kinan, perempuan ini sibuk mengecek dokumen dokumen yang hari ini ditimpa kan kepadanya, tiga hari yang ia lewati dibayar mahal dengan pekerjaan yang menumpuk hari ini.
Kerena merasa gerah Kinan lalu melepas blazer yang sebelumnya Amor bawakan untuknya, kebetulan didalam ruangan ini tak ada karyawan laki laki, jadi setidaknya Kinan bisa leluasa.
Tidak disangka seorang perempuan ter care di devisi tersebut memperhatikan Kinan.
"Dress Magoy Amba, kalau nggak salah dress ini dress limited edition yang dikeluarkan perusahaan Lk bulan ini, dan kalau nggak salah denger dress ini hanya ada dua saja, dibuat khusus menggunakan tangan dan ri rancang sendiri oleh wakil presiden (Aiman)." perempuan yang sedang berbicara ini mendelik penuh tanya, berbicara lantang sambil memindai sekeliling mencari dukungan bicara. Handphone di tangan sebagai tatanan informasi mengenai Magoy Amba ini.
Perempuan itu menunduk sekilas, bertanya sambil mendekatkan wajahnya kepada Kinan, "Apakah ini salah satunya?"
Kinan spontan melotot, dia terkejut bukan main, dalam hati bertanya "Benarkah ini salah satu dressnya? Tapi mana mungkin, nggak mungkin Mas Aim memberikan ini kepadaku?" Tanya Kinan dalam batin. Kinan juga merutuki dirinya, bagai mana bisa seceroboh ini dalam memakai pakaian.
"Kau memakai yang asli 'kan Nan?" Tanyanya kemudian, berniat mengolok olok Kinan. Padahal sebenarnya ia tak yakin Kinan memiliki dress yang asli.
Amor menyelidik pakaian yang di kenakan Kinan, dia pun baru sadar kalau dress yang dikenakan temannya ini milik perusahaan Lk, "Nan?" Sepatah kalimat penuh tanya, Kinan menggeleng bingung, jujur ia tidak tau mengenai dress yang dipakainya ini.
Kinan mendelik meminta Amor agar tidak banyak bertanya kepadanya karena dia sendiri pun tidak tau menau soal dress ini.
Orang orang tau kalau dirinya ini bukan orang kaya yang bisa mendapatkan Magoy Amba, yang harganya hampir 1x mobil mewah kelas tengah.
Tapi Amor tampak penasaran.
"Mor kamu juga tau tentang dress ini?" Kinan bertanya dengan bodohnya.
Amora langsung meng-Iakan "Tentu saja" jawabnya pasti.
Tentu ia tau tentang Dress yang diimpikan banyak perempuan ini, kata mereka dress ini adalah dress bukti kasih sayang yang diluahkan seorang lelaki untuk pasangannya.
"Kau meminta dress ini padanya?" Tanya Amor setengah berbisik, mendekat kepada Kinan.
Kinan tentu menggeleng, karena saat menerima baju itu pun Aim tidak mengatakan apapun terhadapnya.
Kinan meringis bingung dan tak tau harus berbuat apa, baju ini terlanjur ia pakai tapi mengundang perhatian banyak orang, "Mor boleh aku tau harga dress ini?" Bisik Kinan polos, "Dan kenapa perempuan ini tiba tiba heboh, bukannya aku memakai dress sederhana?"
"Kamu mau tau harganya Nan?" tanya Amor, Kinan mengangguk, "Yakin?" Amor kembali untuk meyakinkan, tetapi Kinan kembali mengangguk pasti.
"Jangan pingsan ya"
"Apaan si, emang semahal itu ya?"
Amor berdecak bingung bagai mana menghadapi sahabatnya ini.
Amor lalu menunjukkan speak harga dress yang di kenakan Kinan, harga yang hampir mencapai setengah M.
Kinan tecengang saat melihat harga asli derss yang dipakainnya saat ini, Kinan tidak pernah membayangkan akan memakai baju semahal ini. Melongo ragu tapi Amor tidak mungkin berbohong.
"Yang kamu pakai asli 'kan Nan?" Amor ikut menimpali dengan sedikit tidak yakin.
"Aku tidak tau," Bisik Kinan, "Dia memberikannya begitu saja jadi aku pakai tanpa kecurigaan apapun" masih dengan berbisik.
"Kalau begitu aku pastikan dress ini asli" Timpal Amor.
Kinan menoleh dan meringis, perempuan ini tampaknya tau banyak hal tentang dress yang di pakainya ini, Kinan pun merasa kesulitan untuk berbohong.
"Kata orang dress ini asli" jawab Kinan, mendongak ke atas menoleh perempuan yang berdiri tak jauh dari dirinya.
Perempuan itu tertawa tak percaya, dan menganggap Kinan sedang membohonginya.
"Hhahahahah asli katamu? Punya duit dari mana kamu Nan? Bahkan untuk mendapatkannya pun walau kau harus berpuasa seumur hidupmu, dress ini juga belum tentu bisa kau dapatKan" decaknya menghina.
"Tapi Amor bilang baju ini asli" Kinan mencubit pakaiannya dan meringis, berkata polos "Kenapa aku harus memakai baju semewah ini?" Menatap Amor sambil mengernyit tanya.
Perempuan tadi berpangku tangan, dengan angkuh berkata, "Asli? Duitnya dari mana jangan banyak mimpi deh" menyentil kepala Kinan.
"Emang kalau dia memakai yang asli kenapa heh? Masalah? Atau jangan jangan loe ngiri ya?" Sentak Amor, kesal dibuatnya. Tak terima Kinan di olok olok. Selalu Kinan yang diremehkan.
Semua orang di ruangan itu kini ikut menilik Kinan sambil berkasak kusuk, membandingkan baju yang dikenak'kan Kinan dengan gambar Magoy Amba di laman perusahaan LK.
Orang orang pun berfikir bagai mana mungkin sebuah dress Magoy Amba bisa di kena'kan oleh seorang karyawan biasa.
Dress yang biasanya dipakai untuk bertemu dengan orang orang tertentu, bukan dikenakan untuk bekerja di devisi administrasi seperti ini.
"Gue ngomong sama dia! Kenapa loe yang nyolot?!" Bentak perempuan itu sambil menunjuk nunjuk.
"Tapi yang loe maksud itu temen gue, gue nggak terima!" Sentak Amor tak mau kalah, seperti biasa dia adalah yang paling heboh dalam membela Kinan.
"Kau lihatlah! Di forum sebelah yang menjual replika Magoy Amba ini masih mematok dengan harga 50 jta, menurutmu apa dia akan mampu membeli baju ini, tanpa ada orang lain yang membelikan untuknya?. Baju ini terlihat sangat nyata Magoy Amba, apa ia ada perusaahan yang bisa menirunya? " Yang lain berbisik bisik saling menerka nerka.
"Kau benar, tapi melihat dari detile dan designnya sepertinya baju ini memang Magoy Amba. Tapi tunggu, dia punya duit sebanyak itu dari mana? apa dia punya Crazy Rich? Atau mungkin jadi simpanan Sugar Dady?" Terka yang lainnya ikut menimpali.
"Ya! Gue cuma mau ngingetin kalau hidup itu sesuai budget lah minimal, jangan sampe temen lu jual harga diri demi gaya hidup yang nggak mempuni ini, dih menjijikan" deliknya.
Kinan hanya bisa menarik ulur nafasnya, serta itu menyalahkan Aim, tak seharusnya memberikan baju semahal ini kepadanya.
"Kau, bicaramu! Mau ku comot" mencomot bibir perempuan itu "Bibir monyong mu dan aku pindahkan ke lutut?"
"Kau" mengusap bibir yang terkena jari Amor dengan jijik, "Jauhkan tangan busuk mu dari bibirku!" Bentak ya tak terima.
"Tapi mulutmu lebih busuk, seharusnya kau jaga bibirmu sebelum lalat merong-rongi baunya"
"Kau benar benar kurang ajar," menyingkap lengan bajunya siap berkelahi.
Amor pun tak ingin kalah, mengikat rambutnya untuk ikut menerima tantangan