Oh My Boss.

Oh My Boss.
115



Konflik Magoy Amba.


Kinan duduk di kursi kerja, menghabiskan sisa waktu istirahat yang tinggal sebentar lagi.


Sambil duduk santai Kinan meraih handphone Amor yang sengaja ditinggalkan Amor pergi ke toilet.


Saat membuka handphone, Kinan dibuat berkerut dahi yang cukup lama.


Sebuah notif grup mengejutkan Kinan, dan hampir membuatnya serangan jantung.


Kinan menatap dirinya dari atas hingga bawah, percakapan tersebut membuat Kinan menyadari arti dress yang dipakainya.


Seketika Kinan merasa gelisah.


Pantas saja orang orang banyak memperhatikannya hingga membuat Kinan sempat terheran namun Kinan mengira hal itu terjadi karena dirinya berpakaian sedikit berbeda, hari ini.


Amor pun telah kembali dari toilet dan mendapati Kinan termenung menatap kosong tanpa tujuan.


"Nan," panggil Amor, Kinan memejam sambil menggerakkan kepala mencoba mengembalikan fikirannya dari spekulasi yang berhamburan dan membuatnya khawatir.


"Mor" Kinan menunjukan pesan grup kepada Amor, "Apa hubungan ku dengan Mas Aim akan terungkap?"


Amor membaca dengan cermat pesan grup yang di tunjukkan Kinan, Magoy Amba memang penuh misteri, bahkan bagi seorang perempuan yang memakainya, hal ini tentu akan langsung menjadi pusat perhatian.


Amor mematung untuk membaca pesan pesan yang tidak ia sadari itu.


"Menurut mu apa Mas Aim sengaja melakukan ini?" Tanya Kinan, menunggu pendapat Amor.


Melihat reaksi orang orang terhadap dress yang dipakainya Kinan berfikir tidak mungkin Aim tidak sengaja melakukan ini.


Apalagi saat mendengar sekilas kisah Magoy Amba dari Amor, semakin tidak mungkin Aim sembarang memberikan Magoy Amba kepadanya.


Amor menggeleng, "Dia pasti punya alasan mengapa memberikan dress ini kepadamu, Nan" menjatuhkan bokongnya ke kursi dengan sedikit kasar, Amor pun ikut menyadari mengapa saat berjalan keluar tadi banyak sekali orang yang ber kasak kusuk, dress Kinan lah penyebabnya.


"Sekarang aku harus bagai mana?" Tanya Kinan bingung, dress ini sungguh membuatnya tidak nyaman, dan risih. Pasalnya sejak tadi mata orang orang terus tertuju kepadanya.


"Ada apa dengan suami mu Nan?. Dia, nggak mungkin sengaja menciptakan keriuhan 'kan?" Fikir Amor menebak.


Kinan menggeleng otaknya langsung buntu saat memikirkan Magoy Amba yang tidak diketahuinya ini.


"Baiklah" Kinan menarik nafas panjang, meremas rambut di kepalanya, "Aku hanya perlu menyelesaikan hari ini, lalu pulang, dan mengembalikan dress ini ketempat seharusnya, dan kembali menjadi aku yang terbiasa menggunakan pakaian sederhana. Dan keributan ini pun selesai"


"Dan keributan ini selesai?" Amor mengulangi kalimat Kinan dengan tidak yakin akan terjadi seperti keinginan Kinan, "Menurutmu akan sesederhana itu?. Lihat ini!" Amor menunjukkan chat grup, "Seseorang berasumsi kalau kamu mungkin telah simpanan Bos Mu Nan," Amor berkata dengan sedikit berteriak, "Apa menurut mu ini sederhana?" Amor pun mulai khawatir.


"Ah" Kinan baru menyadari hal ini, Kinan baru sadar kalau ternyata dirinya bukanlah perempuan pertama yang di nikahi Aim.


Bahkan sampai kapan pun hanya satu nama Shina lah yang akan dikenal sebagai istri Aiman Kraditaputra.


Seketika wajah Kinan menjadi muram, Amor melihat perubahan itu dengan jelas.


"Tapi aku bukan simpanan Mor" suara Kinan lemah.


"Nan" sebut Amor, sambil mengusap bahu Kinan, "Kamu baik baik saja?" Tanyanya khawatir, Amor telah merutuki dirinya yang terburu buru memberi tahu Kinan tentang chat tersebut.


Kinan menyunggingkan senyum hampa, "Tidak apa apa Mor, semoga kekacauan ini cepat mereda" harap Kinan dengan nada berat.


"Eh udah masuk jam kantor nih, gimana kalau kamu bantu meninjau diagram perusahaan bulan ini, aku takut membuat kesalahan" pinta Kinan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, tapi kamu jangan menyesal ya, kerena kamu telah meminta kepada orang yang salah," ucap Amor sambil menyeret kursinya ke dekat Kinan, Kinan terkekeh saat Amor mengakui hal ini di hadapannya.


Mereka berdua terlihat fokus mencermati diagram laporan bulanan perusahaan dengan teliti.


Tanpa mereka berdua sadari, seseorang berdiri memperhatikan dari kejauhan, ia tampak menyimpan kemarahan yang besar di hatinya.


"Jadi benar, dialah perempuan yang selama ini Aim cari?.


Kau, Aku tidak akan membiarkan seorang pun masuk dan mengusik keluarga ku" batin Rania waspada.


Didalam keluarga Dheo.


Liza (Istri Dheo) terkekeh senang saat mengatur undangan yang hampir selesai dikirim kepada kerabat dekat tersebut, tinggal beberapa lagi tersisa dan belum sempat di kirim.


"Di setiap kali ada acara seperti ini Mama selalu tak bisa sabar, Mama senang dan sangat bahagia, tamu tamu akan datang, keluarga berkumpul serta orang orang ternama mengelilingi kita, juga Aim dan Shina, mereka berdua lah yang membuat hidup Mama sempurna. Ah, Mama hampir lupa untuk mengundang mereka. Mereka harus datang, karena merekalah yang akan menjadi pusat perhatian mengalahkan si pemilik ulangtahun" Liza terkekeh lagi. Liza belum mengetahui bagai mana keadaan hubungan Aim dengan Shina sekarang ini.


Sementara Liza mengatur undangan, Dheo duduk tak jauh darinya. Dheo tampak hanya sedang bermain handphone, namun wajahnya tampak memunculkan rona gusar.


"Mah, kalau salah satu dari mereka mengatakan tidak bisa hadir, Ayah minta Mama jangan memaksa mereka ya!" Pinta Dheo.


Spontan Liza menoleh ke arahnya dengan penuh pertanyaan.


"Kenapa Pah?"


"Ya. Karena," Dheo menutup layar handphonenya, "Sekarang mereka sudah memiliki kehidupan mereka masing masing," Dheo baru saja melihat unggahan seseorang, gadis ini mengatakan kalau dirinya melihat seseorang yang memakai dress Magoy Amba, gadis ini juga menambahkan Magoy Amba telah menemukan Tuannya Yang akhirnya membuat Dheo sadar akan sesuatu.


"Tetapi dalam acara seperti ini, tidak mungkin anak anak tidak hadir, pokoknya Mamah bakal meminta mereka hadir!" Liza bersikeras.


Mengerti dengan ketegangan yang terjadi antara Shina dengan Aim, Dheo terus membujuk Liza agar tidak memaksa Aim dengan Shina untuk datang bersama.


Namun Liza masih bersikeras,


"Tapi bagai mana dengan reaksi publik Pah? Bagai mana kita menjawab mereka? Papa tau kan kalau publik lebih peka dari pada pemikiran orang orang. Jika Aim dan Shina tidak hadir, publik akan berfikir kalau dalam keluarga kita sedang terjadi ketegangan"


Dheo berfikir sesaat, yang dikatakan Liza masuk akal, terlebih saat ini publik sedang diramaikan dengan gadis pemakai Magoy Amba yang dirancang Aim sebagai bagian hatinya.


Saat pertama kali melihat Magoy Amba dalam unggahan temannya Dheo pun langsung berfikir dan menanyakan posisi gadis tersebut untuk sang perancang (Aim).


Hal ini sangat tidak sederhana, banyak pemikiran turut mengganggu benak Dheo.


Namun, apapun hubungan yang dilakukan Aim saat ini tentunya Dheo tidak berhak ikut campur, Dheo telah memasrahkan segala keputusan pernikahan Aim dengan Shina di tangan Aim.


Dheo telah kalap, Shina memang keterlaluan.


Setelah sempat melihat Shina membawa kekasihnya kedalam tempat tinggal Aim, Dheo memilih pasrah dengan keputusan Aim waktu itu, Dheo juga menerima jika Aim saat itu telah menjatuhkan talak satu untuk Shina.


Namun Dheo belum sempat memberi tahukan semua ini kepada orang lain terutama Liza, Dheo sungguh sangat malu untuk mengatakan ini apalagi kepada Arman, selama ini dirinya terlalu meng elu-elukan Shina, bahkan menganggap dirinyalah yang terbaik untuk menemani Aim.


Dheo pasrah kepada takdir yang tak pernah sesuai harapan.


Namun Dheo telah hilang muka atas kejadian Shina saat itu.