
Lelaki itu sengaja menggantungkan ucapannya menunggu Aim sendiri yang menjelaskan.
Kinan berdiri dengan perasaan takut, rahasianya akan terbongkar "Oh. Hai, perkenalkan saya Kinan karyawan perusahaan LK....
Aim tiba tiba memotong ucapan Kinan, dengan senyum sungguh mengatakan, "Perkenalkan, dia istri saya, Kinan"
Kinan melongo kaku terhadap pengakuan terasebut, begitu juga dengan lelaki yang mereka temui di tempat itu, dia pun tampak meragu 'kannya.
Kinan menoleh dan menatap wajah Aim.
Wajah itu tanpa keragu-raguan.
Hal ini membuat Kinan sadar tentang hubungannya, tentang permintaannya kepada Aim untuk menyembunyikan status pernikahan.
"Oh, ibu" lelaki itu dengan canggung mengasong'kan tangan untuk bersalaman.
Kinan berulur untuk menerimanya, namun Aim terlebih dahulu menggenggam tangan lelaki tersebut.
Sambil tersenyum berkata, "Maaf, istri saya tidak terbiasa menyambut tangan orang lain."
Sebegitu cemburunya Aim kepada Kinan, sehingga dia tidak akan membiarkan orang lain menyentuhnya.
Lelaki itu pun paham akan sikap yang Aim tunjukkan.
Dengan canggung lelaki itu pamit pulang terlebih dahulu, ia pergi setelah Aim meng ia kannya.
Di perjalanan pulang, lelaki tadi tampak berfikir sambil mengingat ingat wajah istri Bosnya, salah lihat atau memang tidak terlalu mengenali Shina (Istri Aim) atau memang ada yang keliru, fikirnya kala itu.
Kinan kembali duduk "Mas, kamu melakukan ini, apa akan baik baik saja?" Kinan meringis, wajah penuh khawatir. Kinan takut dirinya akan membawa dampak buruk untuk kelangsungan hidup Aim.
"Sayang"menggenggam jemari Kinan, "Sebenarnya, Mas mau meminta maaf, karena Mas tidak bisa menyetujui permintaan mu untuk menyembunyikan pernikahan kita. Setelah bertemu dengan Shina tadi Mas jadi berfikir, tidak mungkin selamanya menyembunyikan kamu dan berpura pura baik baik saja dengan Shina (Pernikahan), itu semua sangat bertentangan dengan hati Mas, Nan. Mas ingin memperkenalkan kamu kepada semua orang, Mas ingin memamerkan kamu, Mas mau jalan jalan seperti ini tanpa harus membohongi orang orang yang melihat kita. Kamu ngerti 'kan sayang?"
"Tapi bagai mana jika pernikahan kita akan berpengaruh buruk terhadap sosial kamu. Bahkan saat ini pun orang orang masih mengira Shina adalah istri kamu, jika aku muncul sekarang orang orang akan mengira kalau kamu memiliki selingkuhan, dan aku adalah simpanan mu, orang orang akan mengkritik buruk terhadap mu Mas, apa kamu sanggup? Kamu juga akan di cerca, atau bahkan di maki"
Tetapi kalau kamu takut (dikatain) orang orang, Mas akan berusaha menyembunyikan kamu sampai kamu bersedia menerima semuanya, tetapi kamu juga harus tau, jika kita tetap menyembunyikan pernikahan kita sampai kapan pun orang orang tidak akan tau kebenarannya, dan orang orang akan terus menganggap kalau antara aku dengan Shina itu tetap baik baik saja.
Sayang, tak jarang di setiap kali ada even perusahaan akan mengundang kami datang dengan pasangan masing masing, dan pastinya orang orang akan menunggu aku datang bersama Shina. Apa kamu tidak keberatan?" tanya Aim. Menatap mata Kinan untuk menemukan kejujuran hatinya.
Kinan diam beberapa saat, ada rasa tidak rela yang menggunung di hatinya. Yang Aim katakan memang benar.
Selama orang lain tidak tau tentang dirinya, orang orang akan tetap berfikir kalau Shina masih istri Aim yang sah.
"Semua ini tergantung kamu Nan,"
"Menurutmu Mas?"
"Yang aku katakan sudah jelas, apapun yang akan terjadi nantinya aku siap, aku siap menanggung apapun demi kamu, demi kita"
Kinan kembali berfikir sesaat.
"Aku lelah terus terusan berusaha menutupi hubungan ku dengan Shina, dengan hadirnya kamu semua lelah itu hilang. Dan sekarang aku juga bisa memaafkan Shina, bahkan aku sekarang berterimakasih kepadanya, karena dia aku bisa bertemu dan menemukan kebahagiaanku." -Aim.
"Tapi bagai mana kalau,"
"Sayang" Aim memotong, " Aku mencintai kamu, aku sayang kamu, pokoknya itu yang harus kamu tau, yang harus kamu perduli'kan,"
"Aku hanya takut, seseorang akan membenciku, dan membuat mu pergi dari ku" -Kinan.
"Siapapun tidak akan ada yang bisa merubah hatiku, tidak ada seorang pun. Bahkan saat kamu meminta aku pergi pun, aku akan tetap ada didekat mu, aku akan tetap untuk mu, meski kamu membenciku aku akan tetap mencintai kamu"
"Dimata orang, kita berdua sangat berbeda, mereka bahkan akan menganggap aku adalah seorang pemimpi, ketika aku mengakui mu sebagai suamiku, sangat mustahil. Di mata orang kita sangat berbeda, Mas"
"Kalau begitu, aku akan menyetarakan diri agar sepadan dengan kamu. Aku bisa hidup sederhana dan menjadi pendamping yang baik untuk kamu"