
Dengan mata berkaca kaca Shina lalu pergi meninggalkan Aim yang masih diburu emosi.
Aim berteriak sambil memukul ke udara, meremas kepalanya dengan frustasi, "Kenapa harus ku alami hal bodoh seperti ini?" Teriaknya membumbung.
Aim terlihat sangat kecewa dan putus asa.
Tidak disangka ternyata Shina belum berlalu sepenuhnya, dia melihat dan mendengar sumpah serapah yang dilontarkan Aim untuk perjodohan ini.
Di sini Shina merasa sangat kecewa dan tertekan, padahal awalnya Shina berfikir Aim akan luluh dan mau menerima pernikahan ini dengan lapang dada seperti yang dilakukannya namun apa yang dilihat dan didengarnya saat ini hanya kebencian, dan keputus asaan.
"Kau tidak mencintai ku, Im?" Shina bertanya dalam diam, air matanya tak mau berhenti sesaat setelah Aim melontarkan pengakuan "Aku juga bisa membuktikan bahwa aku tidak mencintai mu!!" teriak Shina dalam batin penuh dendam.
Di dua minggu sebelum pernikahan, setiap harinya Aim akan terus mencoba mencari perempuan yang ia temui waktu itu, tak habis sampai di situ Aim juga kerap mendatangi tempat yang sama untuk menunggu perempuan waktu itu, Aim bahkan rela menunggu ber jam jam demi bertemu perempuan impiannya, namun gadis itu seperti telah menghilang ditelan bumi.
Aim frustasi, sementara pernikahannya sudah sangat dekat.
Dalam dua minggu ini pula, Aim selalu menanyakan kepada Shina tanya yang sama "Kapan loe mau bilang kalau kita berdua nggak pernah cocok untuk menikah?" Setiap kali bertemu atau setiap hari Aim akan menanyakan hal ini kepada Shina, berharap Shina akan menyerah.
Namun nyatanya hari pernikahan semakin dekat, tetapi tak ada tanda tanda penolakan dari Shina.
Hal ini membuat Aim sangat jengah.
Gadis itu tak juga Aim temukan, membuat Aim jadi buncah dan hilang arah dibuatnya. Aim bahkan sempat berfikir kalau saat saat pertemuan itu hanyalah mimpi indah yang ia anggap kenyataan.
Shina telah mengetahui segala hal tentang Aim, hal ini pula yang akhirnya menimbulkan rasa benci di hati Shina. Perasaan suka yang hampir di akui Shina kepada Aim saat itu, kini telah membuahkan rasa cemburu dan akhirnya berakar kebencian yang kian menjalar, hanya karena Aim mengatakan bahwa ia menginginkan perempuan lain Shina menjadi kalap dan dendam.
Diam diam Shina juga sangat cemburu dengan perempuan yang setiap hari Aim cari itu, tanpa sepengetahuan Aim ternyata setiap harinya Shina akan mengikuti Aim dan menunggunya dari jauh, Shina amat merasa sakit saat melakukan ini.
Dan kalimat pengakuan yang di lontarkan Aim 'Aku tidak mencintai mu' juga telah memupuk kebencian di hati Shina yang berujung ingin menghancurkan Aim dengan membuat perangkap untuknya (Pernikahan).
Setiap hari Shina bersumpah akan menghancurkan hati Aim seperti waktu Aim menghancurkan hatinya.
Hingga akhirnya digelarlah pernikahan yang dilapisi dengan dendam dan kebencian.
Aim sangat keberatan dengan pernikahan ini, namun pernikahan sungguh tidak bisa ditolaknya karena Shina terlanjur mengatakan kalau dia bersedia menikahi Aim, bahkan Shina juga melakukan pengakuan bahwa ia sangat mencintai Aim.
Di hari pernikahan, diwaktu Aim menjabat tangan wali dengan berat, Shina tertawa jahat dan menyimpan dendam manifulatip dalam hati.
Shina bersumpah akan membalas rasa sakit dihatinya dengan luka yang lebih besar dari yang dirasakannya.
Ego yang tinggi telah membutakan Shina dan menjadikan pernikahan sebagai ajang balas dendam.
"Aku hanya ingin kau tau kalau aku juga tidak mencintaimu!" Inilah kalimat yang ingin Shina buktikan.
Beberapa tahun setelah rancangan Magoy Amba di perkenalkan ke publik, Aim akhirnya membuka kembali rancangan dress yang hampir ia tutup dengan patah hati itu.
Namun Dress tersebut akan tetap di pamerkan dengan Tema 'Kau adalah orangnya' tema yang akan menjadi pewakil perasaan lelaki manapun saat mengungkapkan besar rasa cintanya kepada pasangan.
Untuk itu akhirnya Magoy Amba tetap di luncurkan, dua dress sekaligus.
Dua Dress ini menandakan dua pilihan yang tak bisa Aim pilih salah satunya, karena pada keduanya Aim tidak memiliki kemampuan menolak ataupun mendapatkannya.
Selain itu dua dress yang di buat ini salah satunya akan di perjualkan dan salah satunya akan disimpan untuk kenangan cinta yang tak sampai, Aim akan mengenang wajah perempuan itu dalam dress cantik dan eleghant yang ia buat, dengan harapan kapan pun waktunya (Bertemu,) Aim tetap bisa memberikan dress ini kepada gadis yang ia temui waktu itu.
Satu tahun setelah pernikahan Aim baru bertemu lagi dan melihat gadis yang waktu itu ia temui, didalam Bar.
Aim sangat yakin dialah orangnya, Aim sangat senang, namun sayang ketika itu mereka berdua berada didalam kondisi yang kurang tepat, dimana gadis yang ia cari ini sedang dalam keadaan mabuk berat.
Yang terasa menyakitkan, ternyata saat dalam keadaan mabuk gadis impiannya ini malah meneriakkan sebuah nama yang sontak membuat Aim frustasi, (Dirga) itulah kalimat yang penuh rasa ia teriakkan.
Disitulah Aim merasa patah hati lagi dibuatnya.
Namun, tiba satu alasan yang mengijinkan Aim memiliki gadis impiannya itu semalam.
Sebagai pembuktian, Aim sangat menikmati dengan bangga malam panjang itu meski kenyataannya Kinan tidak menyadarinya.
Selain itu, setelah melalui malam panjang yang ia lewati dengan gadis impiannya, keesokan harinya Aim malah mendapatkan surat undangan yang photo Gadis impiannya itu tertera di dalam sampulnya.
Aim menohok dengan perasaan hancur.
Aim kembali merasakan patah hati yang teramat, dia juga sempat menolak untuk hadir, namun rasa penasaran yang besar telah mendorong Aim untuk hadir dalam pernikahan.
Namun ternyata saat di pesta, Aim cukup dibuat terkejut dengan kehadiran perempuan berbeda yang wajahnya jelas bukan perempuan yang ada didalam undangan.
Aim telah membandingkannya berkali kali dan memutuskan bukan dialah pengantinnya.
Aim melihat, Gadis yang gambarnya ada didalam undangan malah terlihat hadir dengan pakaian sederhana dan koper besar ditangannya.
Gadis itu berdiri paling belakang, dengan Air mata yang tidak berhenti membasahi wajahnya.
Dalam hati, diam diam Aim tertawa senang. Aim senang karena masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan gadis impiannya. Dialah gadis Magoy Amba yang Aim cari selama ini yang ternyata memiliki nama Kinan.
Mulai saat itu lah Magoy Amba di buat untuk benar benar akan di luncurkan.
Dalam peluncuran Aim juga menyematkan sebuah kalimat yang membuat dunia penasaran, 'Dialah adalah Orangnya'.
Sejak saat itulah Dunia mulai ramai memperbincangkan Magoy Amba, yang digadang-gadang akan dipersembahkan kepada sang istri (Shina).
Namun dunia juga menunggu dengan penasaran siapa perempuan yang akan mendapatkan Magoy Amba ini.