Oh My Boss.

Oh My Boss.
Bag.19



Kinan mejerit dalam batin dia menangis tidak sudi memasrahkan dirinya kepada Dirga, tenaganya sudah habis tubuhnya juga sudah lelah tak berdaya, Dirga yang melihat itu tersenyum jahat, saat melihat Kinan sudah terkulai lemah Dirga segera membuka resletingnya bersiap mengujam Kinan, Kinan hanya bisa menangis menyaksikan kegilaan itu.


Buuukkk.. Sekelebat pukulan menghantam pangkal batang leher Dirga, Dirga terhuyung hampir tersungkur tapi dia berhasil berdiri kembali.


"Woii siapa loe! brani braninya ikut campur!" Dirga tergopoh pandangannya memicing kesembarang arah menunjuk lelaki yang memukulnya.


Aim melihat Kinan tersandar dengan lesu, Aim panik, "Kinan" Aim mencoba menyadarkan Kinan, ditepuk-tepuk pipi Kinan tapi tak ada respon. Kinan shock berat lalu pingsan.


Saat sedang membangunkan Kinan Aim mendapat sebuah pukulan keras Aim berteriak terkejut emosi juga, disaat bersamaan Kinan sempat sadar namun akhirnya pingsan kembali sekilas melihat wajah lelaki dihadapannya.


Aim tertekuk, namun tubuhnya cukup kuat untuk menahan pukulan dari seorang pemabuk, Aim segera berbalik menatap Dirga dengan tatapan elang berjalan kearahnya dengan emosi yang menggunung.


Aim menoleh kearah Kinan yang bersandar tak sadarkn diri hatinya tersulut untuk menghabisi Dirga membalas perbuatan kotor yang dilakukannya kepada Kinan, secepat kilat Aim melayangkan pukulan merobohkan tubuh Dirga mengerah bajunya kemudian menjatuhkan pukulan bertubi-tubi diwajah Dirga hingga Dirga tak berdaya.


Tak hanya itu Aim juga melaporkan Dirga kepihak yang berwajib.


Aim memarkirkan mobilnya dihalaman dengan tergesa dan panik turun menggenong Kinan, membawanya kedalam Unit. Guna yang sedang duduk menungggu kedatangan Aim terbelalak melihat Aim datang sambil menggendong perempuan.


Guna segera menghampiri berniat membantu namun Aim segera menepis tidak rela, "Gue bisa sendiri" katanya bengis.


"Ngapain loe kesini?" Aim menoleh saat Guna mengekorinya ke kamar dengan ekspresi tak senang.


Aim menghalangi tatapan nakal Guna pada tubuh Kinan yang telah ia rebahkan diatas tempat tidur.


"Loe, loe mau ngapain?" Guna menyelidik penasaran, "Dia sexy ya Im meski dalam keadaan tidak sadar sekalipun Kinan terlihat sangat uuuwwwaaah." Melihat kekacauan pada baju Kinan Guna tersenyum geli, Guna berfikir Aim telah melakukan sesuatu pada Kinan.


Aim turun dari tempat tidur selepas membenahi Kinan lalu menyeret Guna keluar dari kamarnya "Pergi! Loe, tanpa gue minta loe jangan masuk kekamar gue" kata Aim membatasi.


"Im, Im" Guna meronta mencoba menahan dirinya, Guna penasaran apa yang akan dilakukan pada Kinan, "Gue cuma mau liat, gue takut loe menggunakan kesempatan baik ini, buaaatt......"


"Dasar otak mesum," Aim mendorong Guna, lalu menutup pintu dan menguncinya, Guna mengerang kesal karena tak diijinkan melihat Kinan.


Guna juga penasaran kenapa Aim membawa Kinan dalam keadaan pingsan.


"Halo, Surya"


Aim menghubungi seorang Dokter berhubung sudah saling kenal dan sama sama masih muda Aim memanggil Dokter surya dengan memanggil namanya langsung. Mereka memang sudah saling akrab.


"Tolong datang ke unit sekarang juga!" Pinta Aim ... Tidak terdengar sahutan dari sana namun Dokter muda itu tampaknya akan memenuhi panggilan.


Setelah menghubungi Dokter Aim kembali kedalam kamar Pelan membantu melepas pakaian Kinan satu persatu, sangat berhati hati karena takut membangunkannya, sembari menunggu kedatangan Surya.


Setelah baju dilepas Aim lalu mengelap badan Kinan dan mengganti pakaiannya, semuanya sudah selesai tapi Surya belum juga sampai.


Didalam kamar Aim mondar mandir menunggu dengan resah mengecek jamnya dengan tidak sabar.


"Ckkkk selalu tak tepat waktu" Decaknya.


Beberapa saat kemudian Surya datang Aim langsung mempersilahkannya untuk masuk kedalam kamar, Guna yang sejak tadi memperhatikan tingkah Aim terlihat kebingungan.


"Im Kenapa manggil Surya?" Ia semakin penasaran kenapa Aim memanggilkan Dokter untuk Kinan.


Tak ingin mengganggu Guna menarik Aim keluar dari kamar, akan membubuhinya dengan berbagi pertanyaan "Im, Kinan sakit?" Guan menoleh keruang kamar melihat Dokter Surya sedang mengecek keadaan Kinan.


Aim mengusap wajahnya dengan gusar, "Ceritanya panjang Gun, nanti saja gue ceritanya."


"Loe berhutang penjelasan sama gue"


"Ya, daripada banyak bertanya lebih baik sekarang loe bikinin minum buat Surya"


Guna kemudian beranjak untuk memenuhi titah Aim.


Surya selesai mengecek keadaan Kinan, Aim bergegas menghampiri Dokter Surya yang baru saja keluar dari kamar Kinan.


"Bagai mana kedaanya Ya?" tanya Aim tak sabar, sejak mendapati Kinan pingsan Aim tak bisa berhenti mengkhawatirkannya.


"Sebelum saya menjelaskan kondisinya, sebelumnya saya mau memberi tau sesuatu" Dokter menatap Aim dengan serius. Aim menatap dokter dengan sejuta pertanyaan.


"Apa ada sesuatu yang parah?"


"Bukan. Dia sedang hamil" jelas Surya. Aim terkejut bukan main.


"Apa?" Aim terdiam sesaat mendengar itu Aim teringat akan malam panas yang mereka berdua lewati.


Menghitung hari sejak tidur dengan Kinan, berfikir 'barangkali janin yang Kinan kandung adalah hasil pengecrotannya malam itu'


"Ya, usia kandungannya baru sekitar 2-3 minggu" papar Dokter.


Dua minggu?


Aim kembali menghitung.


"Apa dia sudah tau?"


"Kemungkinannya belum, karena diusia ini ibu belum merasakan gejalanya," Aim mengangguk kecil mencerna penjelasan Dokter.


"Tapi ada yang perlu diperhatikan, kandungan diusia ini sangat rentan, kebanyakan ibu belum menyadari kehamilannya, mereka bertindak gegabah dan tidak menjaga asupan makannya dan akhirnya membuat mereka kehilangan janin mereka" mendengar kalimat 'keguguran' Aim tersentak, seolah menyadari bahaya yang mengancam janin Kinan.


Bukan tidak mungkin, ibu muda yang belum berpengalaman akan gejala kehamilan mereka biasanya akan mengabaikan pentingnya asupan makanan atau tidak menyadari bahaya makanan yang dapat merusak sel tumbuh kembang janin.


"Surya, boleh saya bertanya?"


"Tentang apa? Apa ada yang kurang jelas?" Dokter telah selesai menjelaskan semua tentang kondisi Kinan.


"Seberapa besar kemungkinan perempuan hamil setelah melakukan hubungan intim?" Aim bertanya tanpa kecanggungan. Penasaran Mungkin bayi itu miliknya.


"Itu tergantung masa kesuburan si perempuannya, sebagian orang banyak menghitung kehamilan dari berapa sering mereka melakukan hubungan intim. Padahal poin paling penting adalah kapan masa kesuburan perempuan itu dalam satu bulan"


Panjang lebar Surya menceritakan Aim mencermatinya dengan baik.


"Oo ia, Surya" Aim beranjak lalu beberapa saat kemudian menyerahkan sebungkus plastik kecil berisi cairan putih, "Tolong cek apa ada sesuatu yang dicampur dalam susu ini?"


Aim menyerahkan pelastik kecil yang berisi cairan susu pemberian Shina. Aim hanya ingin membuktikan kalau yang ada dalam fikirannya itu salah.


Surya mengangguk turut.


"Waahh ngebahas apa ni? Kayaknya serius sekali?"


Guna datang membawa beberapa gelas tea buatannya dan juga camilan. Dokter Surya hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Guna.


"Urusan orang dewasa anak kecil dilarang ikut campur"


Guna mendelik kesal, "Kamu pikir ada anak kecil yang mau bekerja dengan orang dewasa sepertimu yang banyak nuntut, banyak maunya banyak nekan?" Guna menahan gelas yang sudah dipegang Aim, tidak melepaskannya. Menatap Aim dengan tatapan kesal.


Mata Aim dibuat naik turun, menoleh ke gelas da menatap Guna.