
"Dir tunggu," Amira menghentikan langkah Dirga yang telah melangkah menuju ruang CEO.
Teman yang sempat bersamanya tadi Amira tinggalkan demi menyusul Dirga.
Dirga berhenti lalu berbalik,
"Ada apa?" Dirga tampak tidak senang langkahnya di hentikan.
"Kenapa kau terus bersikap datar, apa kau benar benar tidak pernah menganggap ku?"
"Mir, sudah jangan bahas masalah pribadi didalam kantor, dan tolong jangan membuat ku semakin pusing"
"Aku (Amira menunjuk diri) membuat kamu pusing? Benar benar kamu Dir" Amira yang kesal mendorong dada Dirga.
"Lalu apa yang kamu inginkan?" Dirga membentak.
"Aku hanya ingin di anggap istri oleh mu, aku ingin di hargai seperti kau menghargai istrimu yang lainnya. Kau bahkan tidak pernah menatap ku seperti kau menatap Kinan. Kapan? Kapan kau akan menganggap ku, aku juga istrimu, aku juga cantik seperti Kinan, dan aku kaya apa lagi yang kurang?"
Amira terus meluah kan kekesalannya kepada Dirga.
Awalnya Amira mengira Dirga akan datang untuk menjemput, Amira bahkan sempat membayangkan Dirga menjemputnya dengan romanatis, namun semua itu tidak pernah seperti yang di bayangkannya, bahkan Dirga telah bersikap dingin yang membuat dirinya kecewa.
"Aku mengurus Hanna saja sudah sangat pusing apalagi harus mengurus kamu!" Pekik Dirga.
Air mata Amira tiba tiba jatuh begitu saja ketika Dirga mengatakan demikian, rasa tidak di anggap membuat hatinya benar benar sakit.
"Demi menikah dengan mu aku rela meninggalkan kekasih yang sangat mencintai aku, tapi apa yang aku dapat dari mu?! Kau bahkan tidak pernah menganggap ku, kau juga tidak perduli dengan aku!" Amira memekik,
"Aku tidak pernah meminta mu menikah dengan ku!" Jawab Dirga datar, gegas berbalik untuk masuk kedalam ruang CEO.
"Mari kita bercerai" Amira yang putus asa, memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang tidak berguna untuknya.
"Tunggu aku menyelesaikan perusahaan" Jawab Dirga, berbalik sesaat lalu pergi masuk kedalam ruang CEO.
Sepeninggalnya Dirga, Amira menjerit.
Amira tidak rela dihina seperti ini.
Di saat bersamaan Amira mendapatkan notif pesan dari teman lamanya, ia mengundang Amira untuk ikut kedalam pesta ulang tahun malam ini, pesta yang kebetulan hanya di lakukan oleh beberapa orang saja, Amira sempat menanyakan siapa saja yang di undang ke pesta tersebut, teman lalu menerangkan siapa saja yang di undang, hanya sepuh orang, satu di antaranya adalah Andi (Lelaki yang Amira tinggalkan demi menikahi Dirga).
Tanpa fikir panjang Amira langsung menyetujui undangan tersebut, malam ini Amira ingin terlihat sexy di depan Andi, Amira berfikir jika tidak bisa mendapatkan kesenangan dari Dirga ia harus mendapatkan kesenangan dari lelaki lain.
Tanpa fikir panjang Amira gegas mencari pakaian ke sebuah Mall ternama di kota tersebut.
Amira sengaja memilih pakaian sexy, yang membentuk lekuk tubuhnya.
Malam harinya, sebelum pergi ke pesta Amira sengaja mengunggah poto diri di laman media miliknya, Amira sengaja melakukan tersebut untuk melihat reaksi Dirga.
Namun bukan Dirga yang terpancing, yang datang mengomentari malah Andi, sang mantan.
"Kau sangat cantik," pujinya dengan memberi emoji berbinar.
Mendapat balasan hangat seperti itu Amira memberikan respon lebih kepada Andi, mantan yang hilang kini kembali, dan Amira tidak berniat melepaskannya untuk malam ini.
Chat pun terus berlanjut..
Amira yang telah siap pergi mengemudikan mobilnya sempat duduk lebih lama untuk membalas pesan demi pesan rayuan Andi.
Percakapan seperti ini sudah sangat biasa bagi Amira dan Andi, tak ada privasi bagi keduanya saat membahas beberapa hal intim yang kurang layak untuk menjadi pembahasan.
Selain percakapan panas, Amira juga mengirimkan beberapa poto kakinya yang jenjang, untuk merayu, dia juga mengirim pap sexy, dengan belahan dada yang rendah.
Wanita yang tidak mendapat kehangatan cukup dari suaminya ini benar benar sedang dibuat panas dan gelisah.
Percakapan berakhir dengan, "Aku telah memilih satu hotel, bagai mana kalau kita bertemu di sana" Amira yang meminta
"Kita pergi setelah acara selesai?" Tanya Andi.
"Tidak perlu pergi ke pasta, aku hanya perlu menenangkan diri" Amira membalas.
Tak lupa Amira juga mengirimkan lokasi Hotel yang di pilihnya.
"25 menit lagi aku sampai" Balas Andi penuh semangat.
Setelah itu Amira pun langsung tancap gas menuju hotel yang ia pilih, harusnya ia hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke sana.
Kepada Resepsionis Amira tak lupa memesan kamar Suite dengan nuansa romantis.
Malam ini Amira hanya ingin melepas kan kemarahanya kepada Dirga.
Andi memutar knop pintu dengan hati hati, sebelumnya telah menyelidik sekitar, memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
Sejak pertama kali masuk, Andi telah terpukau dengan penampakan kamar yang mewah,
Di ujung tempat tidur, terlihat seorang perempuan berbalut pakaian sexy duduk elegan dengan segelas A****l di tangannya.
Andi sangat terpana, sampai melongo tidak percaya yang dihadapannya benar benar Amira, sebelumnya Andi ragu untuk datang karena Amira sekarang adalah istri lelaki laim namun karena penasaran Andi memutuskan untuk datang ke alamat hotel yang di kirim Amira.
"Amira" sapa Andi,. mematung sesaat sebelum mendatangi Amira yang telah memasang pose menantang.
Memamerkan lekuk tubuhnya yang sexy dan menggoda, "Aku fikir kau sudah melupakan Aku" ucap Andi kemudian.
Amira tersenyum ketir, "Bagai mana bisa melupakan semua kejadian yang kita lalui, setiap saat aku merasa frustasi untuk menghilangkan mu dari otakku. Semuanya tidak mudah, bagaimana aku bisa melupakan mu. Jadi bisakah kita menghabiskan malam ini berdua?" -Amira.
"Kau harus membayar mahal untuk semua tangis kehilangan mu" Andi mulai merongkong, mengukung Amira yang telah bersedia untuk memulai permainan.
Andi mulai mengecup dengan lembut, Amira dengan senang senang menerimanya, tidak tanggung tanggung Amira mulai nakal saat mengikuti permainan Andi, semua aktifitas Andi dalam bercinta Amira sudah hafal semuanya.
"Kau tidak boleh berhenti" pinta Amira bernisik kepada Andi yang saat ini sedang menelusuri setiap jengkal tubuhnya, jari nakal pun telah merambah ke semak terlarang yang tak pernah di inginkan Dirga dalam keadaan sadar.
Ya, karena Dirga akan melakukannya hanya dalam keadaan mabuk, bisa dibilang hanya sebuah kesalahan.
"Basah" bisik Andi di telinga Amira, Amira tak menjawab namun ekspresinya menunjukkan nikmat yang luar biasa.
"Bisa ku buka sekarang?" Andi meminta Izin.
"Aku milik mu malam ini, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan," tangan nakal yang handal itu melepas semua pakaian yang di kenakan Amira.
Dan mereka pun memulai pemainannya,.
"Aku sangat merindukan mu" bisik Amira di tengah tancapan.
"Lalu kenapa kau baru datang sekarang?" tanya Andi, sesaat mengulas senyum.
"Bisakah jangan terlalu cepat? aku butuh ini lebih lama".