
Mai dan Dika masuk bersama, semua mata tertuju pada mereka.. terlihat di sana om Handoko yg terus memperhatikan Dika.. tapi sebaliknya Dika tida sama sekali melirik pada om Handoko..
Terlihat di sana Wanita yg berdiri di ujung ruangan sedang memperhatikan mereka.. "Cewek bar-bar itu Dika bawa ke sini.. dan dia ngelupain gue..!!" gerutu Fariza.. "Awas saja, akan gue permalukan dia..!!" ucap nya..
Fariza terlihat menghampiri Dika.. "Sayang.. kau sudah datang.." ucap nya dengan cepat dia menggandeng tangan Dika.. dan mendorong Mai untuk menjauh dari mereka..
Dika menatap nya tajam.. dan berusaha untuk melepaskan genggaman Fariza.. "Apa-apan kau lepas kan aku.. kau lupa hubungan kita sudah berakhir..!!" bisik Dika..
"Kau tidak bisa melepaskan aku begitu saja.. jika kau tetap memilih wanita sialan itu, aku pastiin malam ini dia akan di permalukan di sini" ancam Fariza..
"Gue tau.. cewek bar-bar itu siapa Dika.. loe ga bisa lepasin gue, gitu aja.." batin Fariza.
Mai menatap sinis pada Fariza.. dia mendekati Dika dan mendorong Fariza.. "Jauh-jauh dari tunangan gue..!!" ucap nya ketus..Mai langsung menggandeng tangan Dika kembali dan meninggalkan Fariza yg berdiri mematung di sana..
Dika menatap wajah Mai sekilas.. "Kau lucu.. kau benar-benar tidak ingin melepaskan tangan ku!!" ucap Dika.. "Tidak akan aku lepas kan.. untuk wanita seperti dia" ucap Mai kesal.. Dika tertawa melihat tingkah Mai.. "Seperti nya, dia cemburu beneran.." batin Dika..
Si kembar berpari ke sana ke mari.. di kejar oleh pengasuh mereka.. Dhira nampak di belakang nya menyusul si kembar.. "Ray... Rey... jangan berlarian.. awas jatuh..!!" ucap Dhira yg nampak kerepotan mengejar anak-anak nya..
"Tiba-tiba Ray terjatuh di depan Dika.. beruntung Dika berhasil menangkap Ray.. "Agh.. kau tidak apa-apa?!" ucap Dika.. namun tiba-tiba saja Ray meminta di gendong oleh Dika.. "Ge-dong.. papah..." ucap Ray terbata..
Melihat tingkah lucu Ray, Dika langsung saja menggedong dia.. "Kenapa kau mirip sekali seperti Leo..?!" batin nya... Tiba-tiba saja Mai menghampiri membawakan minuman untuk Dika..
"Eh.. kok Ray ada di sini?!" ucap nya.. dia buru-buru menyimpan gelas yg dia pegang.. dan beralih menggedong Ray.."Ray.. di mana bunda..?" tanya Mai...
"Siapa dia Mai.. kau mengenal anak ini..!!" tanya Dika..
Mai mengangguk.."IyA.. dia keponakan ku.. tapi di mana pengasuh nya.. dan kak Dhira..?!" Mai bicara sendirian.. "Ya sudah.. ayo kita cari kakak mu..?!" ucap Dika.. Mai mengangguk..
"Maafkan aku mas.." tangis Dhira pecah.. "Sudah tidak ada waktu untuk menangis.. cepat cari Ray.." ucap Leo.. "Nanti kita bicara, bila acara ini selesai.." ujar nya..
Mai dan Dika mencari Dhira dan Leo.. "Kau telefon saja Mai..!!" ucap Dika.. "Ah.. iya aku lupa.." ucap Mai.. dia memberikan Ray untuk di gendong oleh Dika.. sementara Mai menelepon Dhira..
"Mas itu Ray..!!" teriak Dhira, saat dia melihat Ray di gendong seorang pria.. Dhira berlari menghampiri Ray..
"Kak Dhira dari mana saja..!! aku menemukan Ray sendiri tadi.." ucap Mai ketika melihat Dhira..
Dhira langsung memeluk Ray.. "Ray jangan berlarian sendiri lagi.."* ucap jya sambil memeluk Ray.. sementara Rey tertidur di pangkuan pengasuh nya..
"Abang...!!" ucap Leo.. "Leo...!!" jawab Dika.. mereka saling berpelukan.. "Jadi ini anak kamu Leo.. pantas sangat mirip dengan mu..!!" ucap Dika..
Mai dan Dhira saling menatap.. "Tunggu kak Leo.. mengenal Dika..?!" tanya Mai..
"Tentu saja.. dia kakak ku..!!" jawab Leo..
"Aku kira Bang dika tidak datang..!! Mami menunggu mu dari tadi!!" ucap Leo.. "Sebenar nya gue ragu bertemu mami..! apa mami masih mau menerima gue?!" ucap Dika..
"Sudahlah.. ayo kita temui mami..!! mami masih di dalam.. pasti mami senang bertemu Bang Dika.." ucap Leo.. Dika mengangguk.. "Baiklah.. ayo..?!" jawab nya...
mereka pun pergi untuk menemui mami di salah satu ruangan di hotel itu..
**Bersambung**