NADHIRA

NADHIRA
bab 252 : keputusan



Dhira termenung sendiri menatap langit malam itu, beberapa kali dia menghela nafas memikirkan semua yg terjadi, "sekarang apa yang harus aku lakukan..? aku imgung pada fikiran dan hati ku, aku harus memutuskan sesuatu untuk ku dan rumah tangga ku?,''batin nya...


'' Aku tidak tau bagaimana keadaan mas Ryan,apa dia sudah tau aku pergi? atau dia sudah sembuh pun ku tidak tau, aku tidak menghubungi nya... aku masih sangat kecewa pada nya," batin nya


"Kak jika kau merindukan dia, hubungi dia, tnyakan keadaan nya, kaka masih istri nya, seharus nya kakak yg mengurus nya, mau bagaimana pu keadaan nya, cobalah untuk memaafkan nya kak..." ucap Mai, Dhira terdiam "aku bingung mai..!!" jawab nya,


"mungkin nanti aku akan pulang , jika hatiku sudah siap utuk bertemu dengan nya!!" ucap Dhira, "terserah kakak saja, yang penting aku sudah memberi saran pada mu..." ucap mai


jakarta#


Ryan sudah di izinkan pulang, "hati -hati kau masih lemah biar aku saja yg menyetir.." ucap Rizal, ryan berlari menuju mobil nya "aku harus mencari Dhira, aku tidak ingin kehilangan dia!! " batin nya Ryan membawa mobil milik rizal, dia tidak mendengarkan ucapan Rizal yg melarang nya untuk menyetir


Sampai lah dia di rumah nya, yg terkunci rapat, dia mencari kunci yg biasa Dhira simpan di bawah pot bunga yg ada di halaman mereka, "Dia benar-benar pergi...!!" batin nya


Ryan dengan cepat mencari Dhira ke dalam, berharap dhira sudah pulang, atau paling tidak Dhira kembali untuk mengambil pakaian nya saja,


Ryan mencri nya keseluruh ruangan rumah itu kosong, sudah tiga hari sejak Ryan di larikan ke rumah sakit, sejak Saat itu Dhita juga tidak kembali.. Ryan menemukan secarik surat yg Dhira tulis untuk nya, "dia benar-benar kecewa pada ku, sehingga dia pergi dan hanya menuliskan ini." batin nya


"Bagaimana, kau menemukan petunjuk? Dhira pergi kemana?"tanya Rizal, Ryan menggeleng, "aku tidak tau dia kemana kak, dia hanya menulis secarik surat, dia hanya bilang dia ingin menenangkan diri, jika ak mau menunggu nya, dia memintaku untuk menunggu, tapi jika aku tidak mau menunggu dia meminta ku untuk menceraikan nya..!!" jawab nya'


"Lalu keptusan apa yang akan kau ambil?" tanya Rizal


Ryan terdiam.. "aku tidak bisa kehilangan nya, aku akan menunggu nya, untuk kembali pada ku, tapi jika Dhira mengingin kan untuk berpisah suatu hari nanti mungkin aku akan melepas kan nya.." jawab nya..


"Kau harus mempertahankan nya, jangan mengambil keputusan gegabah, kau yg akan menyesal nani nya..!!!" ucap Rizal,Ryan terdiam tidak menjawab.. "aku tidak ingin membebani lagi perassan nya, aku tahu,dia sudah terluka pada ku, aku tidak berharap dia akan dengan mudah kembali pada ku!!" batin nya..


"aku akan menunggu Ra,aku juga yakin kau kan kembali pada ku,aku akan menunggu keputasan mu untuk rumah tangga kita , kesalahan ku,memang bukan untuk di maaf kan" batin nya menatap foto pernikahan mereka...


"jangan beritahu Leo jika Nadhira pergi dari rumah, aku tidak ingin dia ikut campur urusan ku dan istriku kak!! aku juga tidak ingin membuata Reyka khawatir pada bunda nya" ucap Ryan..


Rizal mengangguk , "aku tidak akan memberitahu siapa pun, kau tenang saja.." jawab nya.


**Bersambung**